
"Halo."
Aria menengadahkan kepala dan melihat siapa yang menyapa nya.
"...Min... Hyuk.." Ucap Aria sambil menunjuk tepat di depan wajah laki-laki itu.
"Yaa.. ini aku MinMin mu Riri." Dengan muka yang riang Min Hyuk tunjukkan pada Aria.
"Apa yang kau lakukan disini." Tanya Aria.
"Hmm, apa kau tadi mendapat telpon dari Su Mi." Tanya Min Hyuk.
Aria mengangguk, tapi bercampur penasaran tentang bagaimana Min Hyuk tahu kalau dia barusan mendapat panggilan dari Su Mi.
"Pertama-tama, aku disini hanya untuk menemuimu dan memberitahu sesuatu kalau aku dan Su Mi...kau penasaran." Tanya Min Hyuk.
"Apa kau mau aku pukul. Bicaralah yang jelas." Kesal Aria, saat-saat begini Min Hyuk masih saja suka bercanda.
"Tidak, kau akan tahu nanti malam, jadi aku hanya ingin mengingatkan kau harus datang dan membantu kami, mengerti Riri ku." Ucap Min Hyuk dengan nada serius, tapi tetap saja menjengkelkan di bagian akhir.
"Baik, baik... kenapa kalian sepertinya memiliki rahasia yang tidak aku ketahui, dan bersama... hei jangan bilang..."
"Ssst... simpan rasa ingin tahu mu itu, aku pergi dulu, byeee~~." Min Hyuk meninggalkan Aria begitu saja dengan wajah senang tak berdosanya karena membuat orang penasaran dan kesal bersamaan.
"Haaa... apa-apaan anak itu...kira-kira masalah apa, ya kenapa mereka butuh aku."
__ADS_1
Tiingg.. tingg...
"Astaga, sudah waktunya masuk dan aku bahkan belum setengah perjalanan menuju kelas... aaaaa."
Aria berlari sepanjang koridor menuju kelas nya karena letak nya lumayan jauh, untung saja sebelum berangkat Aria sarapan jadi anggap saja ini olahraga ringan setelah makan.
~
Setelah melewati pembelajaran mereka, tiba saat jam istirahat dan seperti biasa kawanan Aria pergi ke kantin.
"Hei Aria kau tahu aku masih merasa takjub dengan pesta tadi malam, dan apa kau menyembunyikan teman-teman mu di rumah itu, astaga mereka tampan sekali...."
Brugh...
"Heii...."
Aria baru pertama kali melihat Mou Gae bersikap seperti itu dan rasa penasaran nya terjawab saat Hou Gae menghampiri nya dan berkata...
"Mou Gae menyukai Bunny." Ucap Hou Gae dengan santai dan menatap bagaimana adiknya itu bertingkah.
"Apa."
Aria sangat terkejut dengan perkataan Hou Gae, tidak pernah dia mengira kalau Mou Gae juga bisa menyukai orang lain.
"Yahh, dia menyukai Bunny saat awal semester kemarin, menurut ku dia pandai menyembunyikan perasaannya, tapi saat mendengar Bunny berbicara setakjub itu tentang laki-laki lain kurasa pertahanan Mou Gae runtuh, sekarang kita hanya menunggu kapan mereka berkencan."
__ADS_1
Saat Hou Gae bercerita tentang adik nya, Aria menatap Hou Gae dengan wajah yang sumringah sampai-sampai membuat Hou Gae salah tingkah.
"Apa." Teriak Hou Gae membuat Aria terkejut begitupula Bunny dan Mou Gae.
"Kenapa kau berlebihan sekali." Ucap Aria sambil tertawa.
"Ya kau...kau kenapa terus melihat ku." Ucap Hou tergagap.
"....Hanya merasa kagum saja karena kau sangat mengenal adik mu dan tatapan mu melihat nya juga tulus ya mungkin karena kalian kembar jadi ikatan antara kau dan dia sangat dalam.. Wahh kira-kira bagaimana kau memperlakukan pacar mu, pasti dia beruntung sekali. " Ucap Aria sambil tertawa kecil.
Mendengar perkataan akhir Aria, raut wajah Hou Gae berubah menjadi serius.
"...kalau begitu apa kau mau jadi orang beruntung itu." Tanya Hou Gae.
"Apa." Tanya Aria.
"Aria...aku, aku menyukai mu."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!