Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
97


__ADS_3

Tanpa basa-basi lagi, Nyonya Ho pun memanggil Min Ho.


Dan begitu pula Min Ho dia tahu kalau ini akan terjadi jika perempuan itu melihat nya, dengan santai dan tenang dia berjalan ke depan membelah perkumpulan itu menjadi dua.


Tapi siapa sangka kalau di tangan nya sekarang terdapat tangan seorang gads yang sedari tadi ingin kabur.


Melihat siapa itu dan karena beliau juga kenal, Nyonya Ho pun tersentak kaget.


Kenapa anak ini disini...


"Kenapa kau membawa nya." Tanya Nyonya Ho mulai kesal.


"Akan aku perkenalkan." Jawab Min Ho datar.


Min Ho berbalik dan menatap semua orang sekarang, Aria juga terus memberi isyarat pada Min Ho agar mereka pergi, tapi Min Ho malah semakin mengeratkan pegangan tangan nya.


"Perkenalkan saya Min Ho putra tertua dari Presdir H'o Group Seong Chan Ho dan ini...." Min Ho menarik tangan Aria agar maju setara dengan nya.


"Ini kekasih saya." Ucap Min Ho penuh senyum kemenangan.


Semua orang yang melihat nya tercengang, bahkan Nyonya Ho hanya bisa ternganga, dan Aria... dia terdiam seribu bahasa.


.

__ADS_1


Aria menarik baju Min Ho.


"Apa yang kau lakukan." Tanya Aria menahan kesal dan malu bercampur aduk.


"Menarik bukan." Min Ho malah bertanya balik pada Aria, tapi sepertinya Aria paham apa maksud Min Ho.


"Jadi ini yang mau kau tunjukkan."


Aria melihat orang-orang di depan nya sudah riuh, sedangkan Nyonya Ho hanya menatap kesal bukan pada Min Ho melainkan pada Aria.


"Ohh astaga, ternyata anak anda sudah punya kekasih." Ucap salah satu pengunjung.


"Tapi... kenapa pakaian nya seperti nya tak bermerek." Lanjut pengunjung itu dengan nada meremehkan, tapi sepertinya itu di sukai pengunjung yang lain.


Mendengar itu, Aria melihat pakaian nya ya memang ini bukan pakaian bermerek, tapi apa baik berbicara seperti itu. Karena semakin merasa kesal, Aria mengeratkan kepalan tangan nya sampai ujung kuku panjang menancap di kulit.


"Walaupun pakaian nya tidak bermerek dan anak kalian itu mampu membeli pakaian yang mewah bukan berarti kalian bisa seenaknya menghina Aria. Dan aku dengar tadi kalian ingin menjodohkan aku dengan anak kalian? Benar?.


Tanya Min Ho dengan datar dan berkesan dingin, entah kenapa membuat orang-orang disana tidak dapat menyela ataupun menjawab.


"...maaf saja, oh bukan saya tidak berhak minta maaf karena memang anak kalian itu tidak pantas untuk saya, mengerti?, tapi kalau dipikirkan saya memang harus minta maaf karena mengingat kalian sudah tua. Selain itu, lebih baik kalian memperbaiki sikap jadi lebih baik karena mengingat umur kalian sudah tidak sepantasnya mengkritik seperti tadi."


"Bagaimanapun penampilan anak kalian, semahal apapun pakaian anak kalian, tidak akan bisa menggantikan dia. Jadi, karena saya kesini juga punya tujuan, saya ingin kalian mengingat nya dan status nya sekarang. Baiklah itu saja...."

__ADS_1


Min Ho melihat ke arah Ibunya yang juga sedang menatap nya kesal.


"Hampir saja lupa, maaf ya merusak acara nya."


Min Ho membungkuk hormat di depan Nyonya Ho, sekarang di wajah nya terus tercipta senyum yang bahkan entah kapan bisa meredup.


Min Ho membawa Aria keluar dan meninggalkan mall itu.


"Apa-apaan anak itu, tidak sopan sama sekali."


Pengunjung yang tadinya sedang bersuka cita kini berubah, suasana sekarang ribut bahkan Nyonya Ho masih tak bersuara.


"Cukup, hentikan kalian. Sekarang bubar lah acara nya selesai." Perintah Nyonya Ho yang langsung di turuti oleh orang-orang disana.


Setelah orang-orang pergi, Nyonya Ho masih berdiri ditempatnya. Geram, kesal, amarah yang tertahan lewat kepalan tangan. Setelah kejadian ini, Nyonya Ho semakin membenci Aria, saat memikirkan bagaimana cara menangani nya beliau di hampiri seseorang.


"Permisi."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2