Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
93


__ADS_3

Di dalam kamarnya Min Ho menyibukkan diri sendiri dan dengan membongkar seisi lemari nya. Entah apa yang dia cari.


Dia terus mengambil satu demi satu pakaian dan melihat nya di cermin.


"Bukan ini." Ucap Min Ho sambil melihat tampilan diri nya di cermin dengan pakaian yang masih terkait.


"Bukan."


"Bukan."


...


...


...


Sudah setengah jam Min Ho hanya sibuk memilih pakaian untuk dia kenakan besok.


Karena besok nya akhir pekan, dia mengajak Aria untuk berkencan sesuai apa yang dia katakan tempo hari.


"Arrgh." Min Ho merebahkan tubuh nya di kasur, dia menatap langit-langit kamarnya.


Wahh kau seperti pangeran, apa kau tidak bisa melihat dengan jelas.


Min Ho mengingat kembali apa yang Aria katakan waktu itu.


"Penglihatan ku baik-baik saja, hanya saja...." Min Ho beranjak dan melihat pantulan nya di cermin.


Sesaat dia terdiam melihat dirinya sendiri, dan kemudian perlahan melepaskan kacamata besarnya itu.


"Lihat, apa bagusnya ini. Darimana nya dia melihat ku seperti pangeran. Justru sekarang wajah ini penuh noda, kotor, dosa, karena wajah ini...aku menderita."


Min Ho memasang kembali kacamata nya dan memasukkan kembali pakaian nya ke lemari.


Saat sedang fokus merapikan pakaian nya, Min Ho melihat ada pakaian yang cocok untuk dia pakai.

__ADS_1


"Aaa ini dia." Ucap Min Ho senang.


.


{Keesokan hari nya}


Di sebuah apartemen sederhana, disana Aria tinggal. Dan saat ini dia sedang sibuk memilih pakaian yang akan dia kenakan.


Sedari tadia dia hanya memandang isi lemari nya dalam diam.


"Kalau di lihat-lihat seperti nya aku harus beli beberapa pakaian untuk jalan keluar." Ucap Aria sambil menarik baju yang masih terkait di gantungan nya.


"Hmm...."


"Sepertinya ini bagus, lagipula sinar Min Ho akan menutupi ku. Haha."


Aria tertawa paksa dan dia kembali ingat ketika dia menarik kacamata Min Ho.


"Dia tampan sekali, tapi sayang nya tidak ada orang yang tahu. Haha beruntung nya aku."


.


.


Setelah selesai, Aria pun keluar dari kamar mandi dan sesaat kemudian terdengar suara seseorang yang memencet bel pintu.


Ting tong...


"Siapa itu."


Dengan masih menggunakan kimono dan rambut berjuntai yang terus meneteskan air, Aria membuka pintu, tapi sebelum itu dia melihat dulu siapa yang datang.


"Ehh Min Ho." Ucap Aria.


"Hahaha Min Ho kau cepat sekali datang nya." Canda Aria membuat Min Ho malu.

__ADS_1


"Bisa kau buka sekarang pintu nya." Ucap Min Ho yang terus menahan malu nya.


Apa memang aku datang nya terlalu cepat.


Tanpa menunggu lama Aria membuka pintu untu Min Ho.


"Hai." Sapa Aria sembari mempersilakan Min Ho masuk ke rumah nya.


"Kau... kau baru habis mandi." Tanya Min Ho, dia begitu terkejut dengan tampilan Aria saat ini.


"Tentu saja, aku sengaja mandi telat agar saat pergi dengan mu aku masih merasa segar.


Kalau begitu kau duduklah disana dulu."


Aria menuntun Min Ho sampai menuju sofa yang berhadapan dengan TV.


"Tunggu aku, ya." Pinta Aria dan berlalu pergi.


"...iya."


Di dalam apartemen Aria ini, Min Ho tidak banyak melihat barang-barang yang di tugaskan hanya untuk mengisi kekosongan rumah, yang dia lihat saat ini hanya perlengkapan yang memang tepat sebagai pemenuh kebutuhan seperti dapur dengan alat makan seadanya karena dia tinggal sendiri dan satu sofa yang panjang.


Karena gugup pertama kali masuk ke rumah seorang gadis, kaki Min Ho tidak pernah diam untuk mengetuk lantai, sampai tiba-tiba pintu kamar yang Aria masuki tadi terbuka.


"Ayo."


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2