Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
157


__ADS_3

Karena sekarang hari sudah mulai petang, Aria pun memilih untuk pulang dan Jin Ho dengan berat hati mengiyakan nya.


"Baiklah, Jin Ho terima kasih atas traktiran nya dan sampai jumpa lagi." Aria melepaskan kunci sepeda nya dan melambaikan tangan pada Jin Ho saat sudah mulai mengengkol sepeda nya.


"Hati-hati." Ucap Jin Ho di angguki Aria dan mulai menjauh dari toko itu.


Jin Ho masih memandang sosok Aria dari belakang dengan diam, dia memang sepenuhnya sudah merelakan, tapi tidak ada apa-apa bukan kalau berteman dengan Aria.


Saat pikiran nya terus berfokus pada Aria, tiba-tiba saja dia ingat akan kakak nya.


"Oh ya, kakak tadi bilang nya mau kemana, ya. Ke rumah Aria atau... kenapa aku bisa lupa, ya. Semoga saja kakak tidak kesana karena dia pergi saat siang tadi, kan lumayan berlumut kalau menunggu sampai sekarang, haha.... "


Jin Ho kembali masuk ke toko nya untuk segera menutup nya.


Sementara Aria masih mengengkol sepeda nya menuju apartemen nya.


"Haa setiap bertemu Jin Ho perut ku tidak pernah kosong... haha."


Aria terus berjalan sampai dia melihat apartemen nya dari jauh. Bangunan tinggi yang kondisi nya masih layak di tinggali itu, dan suasana sekitar yang sepi.


Sesampainya di apartemen, Aria memakirkan sepeda dia tempat nya dan tidak lupa juga dia mengunci nya, tapi penglihatan Aria dari awal terfokus dengan sebuah mobil hitam terparkir di jalan.

__ADS_1


Dia seperti pernah melihat, tapi tidak mau sembarang mengecek karena dia tidak tahu pasti siapa yang punya.


Aria memilih memasuki apartemen dengan segera karena dia juga sudah lelah.


Saat Aria mulai memencet tombol lift naik, dia merasa ada seseorang di belakang nya, tapi saat dia berbalik sama sekali tidak ada siapapun.


Aria pun masuk ke lift tanpa rasa waspada lagi. Sesampainya di lantai tujuan Aria berjalan menyusuri lorong apartemen dan sampai dia kamar nya.


Deg....


Kenapa perasaan ku sedari tadi tidak enak ya....


"Aaaakhhhh...."


Aria berbalik dan menggunakan tas nya untuk memukul orang itu, tapi Aria mendengar orang itu mengaduh dan suara nya terasa familiar, Aria pun berhenti memukuli orang tersebut.


"Adduhh sakit... hei kau masih sama kasar nya, ya." Keluh Min Ho dengan wajah meringis karena sakit habis di pukuli.


Melihat dan mendengar suara yang sudah sekian lama tidak dia dengar dan lihat, Aria membelalakan mata nya karena kaget.


"Kaaauuu...mphh." Aria hampir saja berteriak untung saja tangan Min Ho cekatan dan langsung menutupi mulut nya.

__ADS_1


"kappan kaaauu disssyini." Ucap Aria dengan mulut yang masih di tutupi tangan Min Ho.


"Apa." Tanya Min Ho karena dia tidak mendengar jelas apa yang di katakan Aria.


"Lepaskan... kapan kau disini, dan kenapa kau kesini." Tanya Aria dengan wajah kaget yang belum berubah sama sekali.


"Pertama-tama, apa bisa kita masuk dulu, tidak enak di lihat orang lain dan berisik seperti ini." Ucap Min Ho sambil melihat sekeliling nya.


Aria hanya melihat Min Ho dengan tatapan kesal karena sudah mengagetkannya, tapi dia juga tidak punya pilihan lain selain mengijinkan Min Ho masuk.


"Haaahh baiklah."


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2