Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
116


__ADS_3

Walaupun tidak ingin mengakui nya, tapi tetap Min Ho harus bertanya untuk kepastian.


"Maaf jika pertanyaan ku berkesan terlalu percaya diri, tapi apa kau menyukai ku." Tanya Min Ho dengan ekspresi tidak percaya.


Memangnya apa yang dia lakukan sampai bisa disukai orang-orang.


Sikapnya selama ini juga tidak baik, selalu dingin, tapi kenapa masih ada orang yangs suka, terutama di kalangan gadis.


"Iya." Jawaban yang cukup singkat, padat dan sangat jelas dari Mi Na.


Min Ho merasa frustasi dia mengacak rambut nya dan menghela napas kasar.


"Kau... apa kau berulah seperti karena cemburu."


"Pfft." Aria terkejut sendiri karena dirinya tidak dapat mengontrol diri. Min Ho dan Mi Na seketika melihat ke arah nya.


"Jangan hiraukan aku, kalian lanjutkan." Aria memunggungi Min Ho dan Mi Na.


Kenapa kata cemburu dari nya seperti lawakan ya, apa karena tadi dia juga merasakan nya.


Sudahlah.


Tapi aku masih tidak menyangka kunci dari segala masalahku selama ini adalah karena dia berhubungan dengan dua bersaudara itu.


Tapi apa Aria menyesal karena mereka hidup nya jadi susah. Apa Aria akan memilih mengakhiri semuanya, karena ingin hidup damai. Toh dia berubah karena ingin balas dendam dan hidup tenang karena sudah berpenampilan seperti gadis pada umumnya.


Tapi karena penampilan nya ini juga dia banyak mendapat pengalaman baru, teman baru dan orang yang dekat dengan nya yang tulus menyayanginya bahkan ketika tahu masa lalu nya.


Jika seperti ini maka...


Haa tentu saja tidak akan ku lepaskan begitu saja... Karena mereka hidup ku penuh tantangan. Hahaha...

__ADS_1


Dalam lamunan nya Aria senyum sendiri, sampai Min Ho mengagetkan nya.


"Apa kau sudah gila." Tanya Min Ho dengan mendekatkan wajah nya.


"Aaa...." Karena spontan Aria mengangkat tangan nya ingin memukul, tapi untung saja Min Ho cekatan dan menangkap tangan itu.


"Tangan mu liar sekali." Ucap Min Ho tergelak. Tapi dia langsung menggenggam erat tangan Aria.


"Kau sudah selesai." Tanya Aria baru sadar kalau Mi Na sudah tidak ada lagi di situ.


"Sudah." Jawab Min Ho cepat. Dan langsung menarik tangan Aria untuk kembali berjalan ke taman.


"Kau bujuk seperti apa agar dia tidak seperti itu lagi." Tanya Aria.


"Hmmm... aku membujuk nya dengan cara ku."


"Cara mu." Tanya Aria bingung.


{Flashback}


"Kau... apa kau berulah seperti karena cemburu."


Mi Na tidak menjawab dengan kata-kata tapi dari wajah nya yang merah padam maka dapat di simpulkan jawaban nya.


Aku belum pernah berada di situasi saat ini. Bagaimana ini....


"Dengar, aku tidak tahu bagaimana harus menghadapi situasi ini, tapi yang pasti kau sebaiknya menyerah karena sampai kapan pun aku tidak akan melepasnya, aku tidak peduli berita apapun itu selagi dia berkata "bukan ataupun tidak" maka aku percaya itu."


Mendengar perkataan Min Ho, Mi Na merasa jantung nya ditusuk ribuan kata-kata yang membuat dia diam.


Segitu percaya nya kah Min Ho terhadap Aria.

__ADS_1


"Kau memang tidak pantas untukku...." Lagi. Lagi-lagi Mi Na merasa di tusuk.


"Tapi kau sangat pantas bekerja bersama ku dan lainnya, kau sekretaris terhandal yang aku tahu. Aku akui itu, tapi hanya sebatas kerja sama tidak lebih. Aku ingin kau menjadi sekretaris ku yang dapat di percaya layak nya Aria. Kau mengerti." Jelas Min Ho.


Mi Na menerima setiap kata dan kalimat Min Ho, sampai dia tiba mengambil keputusan.


"Baik, Ketua. Saya akan selalu menjadi sekretaris yang akan membuat Ketua bangga. Dan saya akan membuat Ketua percaya pada saya. Kalau begitu saya pamit dan ucapkan permintaan maaf saya pada Aria. Sekali lagi saya minta maaf." Mi Na membungkuk hormat dan meninggalkan Min Ho dan Aria dengan perasaan yang baru.


{Flashback end}


"Baiklah aku maafkan dia, lagipula semua ini kan karena kau." Gerutu Aria. Dan saat ini mereka sudah duduk santai di taman.


"Yaaa aku juga tidak tahu kalau menjadi tampan itu akan menjadi sebuah dosan."


"Ckk." Aria berdecak karena Min Ho menyombongkan diri.


"Oh ya, Aria, apa kau...."


"Ketemu lagi, hahahha kalian tidak akan bisa lari dari pandangan ku."


Perkataan Min Ho terpotong saat Kim Jaejun menandai kedatangannya dengan suara yang luar biasa nyaring.


Astaaggaaaa orang iniii....


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2