Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
175


__ADS_3

"...kalau begitu apa kau mau jadi orang beruntung itu." Tanya Hou Gae.


"Apa." Tanya Aria.


"Aria...aku, aku menyukai mu."


....


"...kak."


"Aku menyukaimu, Aria."


"Kaaaaaaaak." Teriak Mou Gae.


Berulang kali dia memanggil saudara nya itu, tapi sama sekali tidak ada respon bahkan Aria saja juga sudah memanggilnya berulang kali.


Dan saat Mou Gae memanggil nya dengan teriakan barulah dia tersadar akan lamunan nya.


"Apa." Kaget Hou Gae dan mata nya langsung tertuju pada Aria yang duduk di depannya.


"Kau baik-baik saja, kan." Tanya Aria.


"...ah iya, aku baik-baik saja." Ucap Hou Gae.


Apa itu tadi, jadi itu hanya khayalan ku saja. Sial sial sialll...


Uhh... aku ingin sekali mengungkapkan nya tapi bagaimana jika itu membuat kecanggungan di antara kami dan dia juga pasti merasa tidak nyaman.


Arrrrghh.... membuat ku gila saja..!!


"Hei dia benar baik-baik saja, kan." Tanya Aria pada Bunny dan Mou Gae saat melihat tingkah Hou Gae yang gelisah sendiri.


"Sepertinya baik-baik saja." Ucap Mou Gae dan di angguki Aria dan Bunny.

__ADS_1


~~


"Aah akhirnya pulang juga." Ucap Aria sambil mereganggkan tubuh nya.


Pelajaran untuk hari ini selesai, semua murid berdesakan ingin pulang dan mengistirahatkan rasa penat mereka seharian ini.


Aria memisahkan diri dengan teman-temannya saat dia harus mengambil sepeda yang letak nya di sudut sekolah, beda tempat dari parkiran mobil atau kendaraan lainnya.


Melihat hanya Aria yang pulang menggunakan sepeda, Hou Gae merasa simpati dan ingin memberikan Aria tumpangan.


"Hei, kau hidupkan dulu mobil nya." Ucap Hou Gae dan pergi meninggalkan saudara nya yang kebingungan.


"...kak, kau mau kemana." Teriak Mou Gae saat jarak Hou Gae sudah lumayan jauh, tapi teriakn nya itu sama sekali tidak terdengar, dan walaupun begitu Mou Gae seketika tahu saat tujuan kakak nya itu kemana.


"...aah."


"Aria." Panggil Hou Gae saat jaraknya sudah cukup dekat untuk memanggil Aria.


"Hmm.. kenapa kau kesini, ada apa." Tanya Aria. "Apa kau pulang menaiki itu." Tanya Hou Gae sambil melirik sepeda Aria yang masih kokoh.


Dan bukan menjawab, Aria malah balik bertanya.


"Aku tidak bermaksud apa-apa, tapi apa kau tidak kelelahan harus menjalankan nya sepanjang jalan." Jelas Hou Gae, dia tidak mau kebaikannya di salah artikan oleh Aria.


"Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa dengan ini jadi kau tidak usah khawatir." Tolak Aria dengan lembut.


"Tapi aku...."


"Aria."


Perkataan Hou Gae terpotong saat ada seseorang yang juga memanggil Aria di belakang nya.


"Hm, apa yang kau lakukan disini." Tanya Aria sambil menelengkan kepala untuk melihat ke belakang Hou Gae.

__ADS_1


"Aku menjemput mu."


Hou Gae berpaling dan melihat siapa yang sudah masuk begitu saja saat pembicaraan nya dengan Aria.


"Tapi kau tidak perlu..."


"Tiiidak." Bantah Min Ho sambil menggelengkan kepala.


Min Ho menghampiri Aria, tapi perhatiannya langsung tertuju pada Hou Gae yang juga melihat ke arah nya.


"Ohh, kau teman Aria yang waktu itu, kan." Tanya Min Ho.


"...ya."


"Dan kau, ayo cepat ikut aku. Tinggalkan sepeda mu disini, nanti aku akan suruh orang untuk mengambil nya."


Min Ho masih mendesak Aria agar ikut dengannya.


"Tapi Min Ho aku mau pulang ke apartemen ku, jadi kau tidak perlu menjem...."


"Aku tahu... aku tahu, walaupun begitu aku ingin menjemputmu dan ada sesuatu yang ingin aku katakan."


Ucap Min Ho sambil menarik tangan Aria.


Sementara Hou Gae yang merasa kalau Min Ho terlalu memaksa, akhirnya dia pun menghentikan Min Ho dengan memegang tangan Min Ho yang sementara itu sedang memegang tangan Aria.


"Bukankah kau terlalu memaksa."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2