Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
159


__ADS_3

"Hmm begitu,...ehh apa kau bilang."


"Apa." Tanya Min Ho bingung.


"Kau bilang tadi kalau kau tidak suka ayah mu "memungut" orang luar, begitu."


"...yaahh." Dengan wajah masih kebingungan di tambah melihat wajah kesal Aria.


"Kau kenapa." Tanya Min Ho.


Aria melihat Min Ho dengan tatapan berapi-api, sementara Min Ho hanya kebingungan kenapa Aria kesal.


Tidak tidak.. ini wajar karena dia belum tahu kalau orang itu aku, tapi apa paman belum memberitahunya.


Aku cerita atau tidak ya, kalau aku cerita apa dia masih tetap tidak suka karena aku orang luar.


"...ria."


"Aria.... " Panggil Min Ho saat Aria belum juga bereaksi terhadap pertanyaan nya.


"Kau tidak apa-apa." Tanya Min Ho.


"...ya aku tidak apa-apa, lupakan saja." Ucap Aria dia seperti nya belum bisa menceritakan kisah itu pada Min Ho.


"Apa kau sudah makan." Tanya Min Ho dan mendapat gelengan dari Aria.


"Kalau begitu apa kau mau aku masakan sesuatu."


"Memang nya kau bisa masak." Tanya Aria karena tidak pernah melihat Min Ho memasak apapun.

__ADS_1


"Kau meremehkan ku." Dengan nada sombong nya Min Ho meyakinkan Aria kalau di bisa masak.


"Baiklah kalau memang bisa, kau bisa lihat-lihat dulu isi lemari es nya apa bahan nya bisa kau gunakan."


Min Ho beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah dapur, tentu saja Aria ikut dan melihat bagaimana Min Ho bekerja di depannya.


Min Ho membuka lemari es dan mengambil beberapa sayur mayur dan daging.


"Apa itu cukup." Tanya Aria.


"Ini lebih dari cukup dan kau juga cukup duduk disana untuk menonton."


"Baiklaah~ chef dapur ku sekarang juga adalah dapur mu jadi bebas lah." Canda Aria dan seperti nya Min Ho menyukai konsep itu.


Seperti yang di pinta, Aria hanya duduk manis melihat Min Ho yang sibuk memotong dan mengiris segala bahan makanan.


"Mau aku bantu." Tanya Aria saat melihat Min Ho yang terus bolak-balik."


Untuk membuat Min Ho lebih santai (karena seperti nya dia tegang dari tadi), Aria membuat satu candaan yang sayang nya bukan membuat santai malah lebih membuat Min Ho gugup.


"Kau seperti seorang suami yang cerewet, Min Ho." Mendengar perkataan itu Min Ho terkejut.


"Ap...."


"Yaah walaupun begitu kau sepertinya bisa di masukkan ke dalam kandidat suami idaman, hahaha." Canda Aria lagi.


Karena berusaha menahan malu, Min Ho di buat salah tingkah dan terkena tumpahan sup di sendok nya.


"Argh." Desah Min Ho kesakitan membuat Aria menghentikan candaan nya dan melihat keadaan Min Ho.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja." Tanya Aria khawatir dan melihat daerah tangan Min Ho yang memerah.


"Aku baik-baik saja." Ucap Min Ho kurang meyakinkan karena tangan nya benar-benar melepuh.


Aria menuntun Min Ho menuju wastafel dan mengairi tangan Min Ho disana, dia juga mengambil semangkok es batu dan memasukkan nya ke dalam kantung.


"Kau duduk saja nanti aku selesaikan." Pinta Aria dan meminta Min Ho untuk duduk.


"Tidak bisa, aku harus menyelesaikan pekerjaan nya." Min Ho menolak karena pekerjaan nya belum selesai.


"Turuti aku atau kau ku usir pulang." Ancam Aria dan ternyata benar-benar ampuh.


"Iya iya... aku duduk." Akhirnya Min Ho pasrah dan duduk di tempat Aria tadi.


Cih... galak sekali, tapi bukannya itu bentuk kekhawatirannya pada ku, ya..


Min Ho melihat Aria dengan tatapan senang sampai Aria sendiri kebingungan, tapi tidak mengidahkan.


Karena tugas Aria hanya memasukkan makanan ke dalam mangkuk jadi pekerjaan nya tidak terlalu lama.


"Ayo makan." Ajak Aria sambil meletakkan satu per satu mangkuk ke meja makan.


Mereka berdua dengan tenang makan dan menikmati suasana yang ada, terutama Min Ho.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2