Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
198


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian, Min Ho dan Jin Ho di panggil pulang oleh ayah mereka dan alangkah terkejutnya mereka saat mendengar kabar bahwa ibu mereka hendak di ceraikan.


Kedua bersaudara itu langsung pulang dan melihat keadaan ayah nya yang kacau bahkan para pelayan pun hanya bisa menghela napas berat.


"...kak." Panggil Jin Ho pelan pada Min Ho saat dia melihat kondisi ayah nya. Jin Ho terlihat cemas apalagi disini di rumah ini sepertinya keberadaan ibu nya tidak ada lagi.


Dan sementara Min Ho mencoba mendekati ayah nya.


"Ayah." Panggil Min Ho pelan dan berhenti melangkah tepat di depan pandangan ayah nya yang kosong.


Begitu mendengar suara dan melihat anak nya itu, air mata Tuan Ho langsung tak terbendung. Entah tangisan itu berisi penyesalan seumur hidup nya karena telah menyia-nyiakan Min Ho selama ini.


Cara mendidik yang sangat salah bahkan kesakitan yang diderita anak nya dia tidak peduli.


"Ayah macam apa aku ini..." Rintih Tuan Ho dengan suara bergetar membuat Min Ho dan Jin Ho kebingungan. Karena mereka belum tahu kenapa ibu nya Jin Ho di ceraikan dan juga sangat tidak tahu kenapa ayah nya menangis. Dimana wibawa dan kegetagasan yang selama ini beliau miliki.


Min Ho mendekati ayah nya dan duduk di lantai memegang kedua lutut ayah nya.


"Ayah, ada apa." Tanya Min Ho.


Tuan Ho mencoba menahan tangisan nya dan melihat Min Ho di depan nya.


"Kenapa kau tidak cerita..." Ucap Tuan Ho.


"Apa.."

__ADS_1


"Kenapa kau tidak cerita kalau kau kesakitan selama ini, yahh mungkin kau pernah bilang pada ku tapi aku tidak peduli benar kan.."


"Begitu bodoh nya aku terperdaya oleh seorang wanita yang bahkan ingin mengotori anak ku bahkan anak nya sendiri."


Mendengar apa yang dikatakan ayah mereka, Min Ho dan Jin Ho saling berpandangan dan akhirnya mengerti apa yang terjadi.


Jin Ho pun mendekati ayah nya berusaha menenangkan beliau dari sakit hati yang selama ini dia sebabkan sendiri, tapi bagaimanapun beliau sangat mencintai ibunya Jin Ho sampai tidak peduli nasib anak nya sendiri.


.


.


.


{Beberapa saat kemudian}


Kedua bersaudara itu meninggalkan kamar ayah mereka dan duduk di sofa ruang tamu.


Keadaan hening sesaat karena sangat mengejutkan melihat ayah nya sudah seperti itu dan kebenaran yang rencana nya akan mereka bongkar ternyata terbongkar sendiri oleh takdir nya.


"Kak, bagaimana sekarang." Tanya Jin Ho sambil menatap kedua tangan nya sendiri.


Min Ho menatapi adik tirinya itu, dan jujur saja dia tidak memperkirakan tahap selanjutnya bagaimana nasib Jin Ho saat ibu nya di usir seperti ini.


Min Ho pun hanya diam tidak menjawab karena tidak tahu harus apa.

__ADS_1


......


{Keesokan hari nya}


Min Ho dan Jin Ho rutin menjenguk keadaan ayah nya dan kata dokter pun kondisi ayah baik-baik saja hanya harus menghindar dari stres berat dan cukup istirahat.


Jin Ho pergi mengantarkan dokter nya, sementara Min Ho menetap di kamar dan duduk di samping ayah nya yang berbaring.


Min Ho melihat telapak tangan ayah yang kasar dan dia kembali ingat bagaimana cara ayah memperlakukan nya semasa kecil.


"Ayah...Apa ayah tahu bagaimana sengsara nya seorang anak kecil yang terus-menerus disiksa, bahkan siksaan terberat hampir dia dapatkan. Min Ho tidak menyalahi apa yang sudah ayah lakukan selama ini, Min Ho tidak peduli apa ayah memperhatikan atau tidak, tapi satu hal yang Min Ho minta dan tidak pernah ayah gubris adalah kepercayaan ayah. Ayah tidak percaya pada anak sendiri dan itulah penyebab semua kesalahan ini.


Namun, dibalik semua kegagalan ayah menjadi sosok teladan bagi Min Ho, Min Ho bersyukur karena didikan ayah yang keras Min Ho dapat bertahan dan menerima keadaan. Seorang manusia bisa menjadi kuat jika telah menerima 1000 siksaan bahkan saat dia kecil, saat dia butuh kasih sayang, saat dia butuh teman bermain, dan saat dia butuh tempat bersandar."


"Kak, panggil Jin Ho dari luar kamar yang masih terbuka."


"Hmm."


"Sudah jam makan siang, ayo." Ajak Jin Ho.


"Baiklah, kau duluan aku menyusul sebentar lagi." Ucap Min Ho dan di angguki oleh Jin Ho.


Setelah Jin Ho pergi, Min Ho kembali menatap ayah nya yang masih terlelap lemah.


"Ayah, kuat kan dirimu, ayah hanya baru menerima 1 siksaan. Kuatlah dan jadilah ayah yang tangguh bagi kami berdua, bukalah lembar baru dalam kehidupan sekarang dan jadilah sosok yang baru bagi Min Ho.... Ayah tidak perlu minta maaf ratusan kali karena semua kesalahan ayah sudah Min Ho maafkan."

__ADS_1


Min Ho meninggalkan kamar dan menutup kembali membiarkan ayah nya bisa beristirahat. Dan entah mungkin ayah nya mendengar apa yang Min Ho katakan, beliau meneteskan setitik air mata.


...Bersambung...


__ADS_2