
"Tapi hasil nya nihil, mereka tidak menemukan Seona bahkan pakaian nya saja tidak mereka dapat, dan mulai sejak itu Seona di anggap sudah meninggal. Aku kehilangan dua orang yang aku sayangi sekaligus, dan mulai saat itu juga aku putus hubungan dengan tuan Chan Ho."
Mendengar cerita dari Jaejun, Aria hanya diam bahkan saat ini mereka sudah sampai di rumah sakit dan berhenti di basemen.
"Aku benar-benar sudah menyerah dalam mencari Seona, sehingga aku tidak lagi mau berharap ada keajaiban yang membuat Seona kembali, tapi beberapa waktu lalu aku di beritahu oleh seseorang kalau kau adalah adik ku bahkan dia yakin dengan pasti kau adalah Seona, dan karena itu juga aku ingin membuktikkan nya apakah kau Seona atau bukan."
Jaejun melihat Aria dengan tatapan yakin dan sangat berharap kalau Aria itu adalah Seona.
"Jika aku adalah Seona, apa yang akan kau lakukan." Tanya Aria.
"Aku akan melakukan tugas ku sebagai saudara mu, kakak mu, aku akan senantiasa melindungi dan menuruti apa yang kau mau." Ucap Jaejun dengan tegas membuat Aria tertawa.
"Tapi kalau bukan." Tanya Aria lagi.
"Yahh kau akan menjadi teman berharga bagi ku." Jawab Jaejun dengan santai.
Reaksi nya berbeda saat berhubungan dengan adik nya, seperti nya tipe dia saudara yang bertanggung jawab.
Haa... seandainya memang dia adalah saudara ku, pasti aku senang.
"Baiklah cukup cerita nya, ayo kita pergi 'orang itu' pasti sudah menunggu." Ucap Jaejun dan keluar dari mobil di susul oleh Aria.
"Orang itu?." Tanya Aria.
__ADS_1
"Dia adalah tuan Seong Chan Ho, karena dia juga penasaran dengan identitasmu." Jawab Jaejun.
"Seong Chan Ho... nama nya terasa familiar, Jaejun juga menyebut nya di dalam cerita masa lalu nya tadi...astaga tidak mungkin kan" Gumam Aria.
"Aah iya Jaejun...." Panggil Aria.
"Ya."
"Itu... di dalam cerita mu tadi tuan Seong Chan Ho dia ayah nya Min Ho kan." Tanya Aria karena seingat nya juga Seona memanggilnya ayah.
"Iya."
Astaga aku kira hanya nama nya saja yang sama...
"Bukan." Jawab singkat Jaejun.
"Dia hanya teman ibu ku." Lanjut Jaejun.
"Tapi kenapa Seona memanggil nya ayah." Tanya Aria lagi.
"Yaa karena tuan Chan Ho sendiri yang meminta nya, dan karena Seona juga sudah terbiasa, kalau dari yang aku tahu tuan Chan Ho mengalami cinta terbalas. Ayah, Ibu, dan tuan Chan Ho adalah tema seperjuangan, tuan Chan Ho sudah lama memiliki perasaan lebih pada ibu, tapi sayang nya ibu dan ayah ku saling jatuh cinta."
"Dan karena ayah meninggal beberapa tahun setelah Seona lahir, tuan Chan Ho menggantikan posisi ayah walaupun mereka tidak menikah, mungkin hanya di panggil ayah oleh Seona merupakan hadiah tak langsung ibu tuan Chan Ho." Jelas Jaejun.
__ADS_1
"Wahh kau cukup tahu banyak rupa nya."Ucap Aria.
"Tapi yang menyakitkan adalah tuan Chan Ho tidak memedulikan anak nya sendiri karena hanya menyayangi Seona, dan istri nya meninggal seusai melahirkan Min Ho."
Aria terdiam mendengar nya, apa sebegitu nya tuan Chan Ho menyayangi Seona sampai anak nya sendiri di telantarkan.
"Walaupun masih menyimpan rasa pada ibu mu, dia seharusnya tidak pilih kasih pada anak nya sendiri, apalagi anak yang sudah kehilangan salah satu orang tua nya. Ckk dasar...." Gumam Aria yang masih bisa di dengar oleh Jaejun.
"Haha... kau benar." Jaejun tertawa kecil sambil mengacak lembut rambut Aria.
Saat berjalan di koridor rumah sakit, Aria melihat sosok dari jauh yang juga sedang melihat ke arah mereka berdua.
"Akhirnya kalian berdua sampai." Ucap tuan Chan Ho dengan wajah senang yang berseri-seri.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1