
Saat ini Aria dan Min Ho berada di taman bermain kecil yang terdapat di kawasan tak jauh dari apartemen Aria.
Disini sepi karena hari menjelang sore, tidak ada anak-anak yang bermain disini.
Aria dan Min Ho duduk di ayunan yang terdapat di situ.
"..."
Aria melihat ke arah Min Ho yang masih menunggu dia bercerita.
"Tidak apa-apa, ceritakan saja." Ucap Min Ho berusaha menenangkan Aria.
Aria melepaskan genggaman erat tangan seakan melepas segala beban yang selama ini dia pikul.
"Lucas adalah mantan ku." Ucap Aria.
Baru pembukaan Min Ho sudah di kagetkan.
Apa.!! Mantan...
"Begini...."
Aria menjelaskan panjang lebar bagaimana kondisi dia dulu.
Mulia dari dia yang menjadi korban rundungan sampai menjadi korban permainan Lucas.
Mendengar itu semua Min Ho merasa geram. Amarah tertahan di dalam hati nya seakan akan membuncah jika disediakan samsak sebagai pelampiasan.
"Dan seperti yang kau dengar tadi dia ingin minta maaf atas kejadian saat kita liburan musim panas lalu."
"Kejadian apa lagi." Tanya Min Hk tidak sabaran.
__ADS_1
"Dia mencium ku."
Min Ho terdiam, dia mengingat kejadian saat liburan mereka waktu itu.
"Jin Ho mencoba membela ku, tapi dia harus berkelahi dengan Lucas dan mendapatkan luka."
Luka Jin Ho yang di balas Nyonya Ho dengan tamparan mulus di wajah Aria.
Min Ho ingat semua nya.
"Awal nya aku mengira kalau permintaan maaf nya tulus, tapi tidak ku sangka kalau dia menyuruhku untuk kembali pada nya." Ucap Aria dengan senyum yang nampak getir di mata Min Ho.
"Aria, kau...."
"Dia pikir dia siapa haaaaa dasar laki-laki tidak di untung. Kenapa dalam hidupku aku tidak pernah merasa tenang-tenang saja jika bertemu dengan nya. Kalau saja aku menemukan orang yang bisa di ajak kerja sama untuk menjauhka dia dari ku."
Teriak Aria membuat Min Ho kaget. Dia pikir Aria akan menangis, tapi sebaliknya Aria malah kegirangan dengan sumpah serapah nya pada Lucas.
Tentu saja...mana mungkin Aria akan menangis dengan kekalahan nya melawan Lucas.
"Kau mau kerja sama seperti apa." Tanya Min Ho balik.
"Aku mau mengajak nya untuk melakukan drama "pacar palsu" dengan begitu Lycas akan menyerah dan tidak mengganggu ku lagi. Bagaimana kau mau mencarikan orang untukku."
Mendengar apa rencana Aria, Min Ho kembali teringat saat dia pertama bertemu Aria.
"Buat apa kau mencari lagi, karena aku sudah bilang tadi 'jika aku mendengar cerita mu, maka aku akan berusaha untuk memikirkan solusi nya', kau ingat kan." Tanya Min Ho.
Aria mengangguk karena dia juga masih mengingat nya.
"Kau juga sudah punya solusi, tapi tidak ada orang yang bisa kau ajak kerja sama, betul." Tanya Min Ho lagi.
__ADS_1
Dan Aria pun mengangguk.
"Kalau begitu aku akan bekerja sama dengan mu, aku akan menjadi pacar palsu mu dan menjauhkan Min Ho dari mu. Bagaimana kau setuju." Tawar Min Ho yang berusaha menyembunyikan wajah senang nya.
Aria terdiam mendengar tawaran dari Min Ho.
Apa boleh seperti ini.
"Tunggu dulu...aku bukan nya tidak mau kau bantu, tapi aku masih punya hutang pada mu, kau ingat." Ucap Aria masih belum menerima sepenuh nya tawaran Min Ho.
"Tentu saja aku ingat, tapi untuk kerja sama ini aku secara suka rela membantu."
"Bagaimana." Lanjut Min Ho menyerahkan jabatan tangan pada Aria sebagai tanda kerja sama.
Hmmm...jika seperti itu tentu aku akan terima, tapi apa ini perasaan ku saja kalau dia juga menantikan ini.
Sudah lah, pertolongan ada di depan mata bagaimana bisa aku tolak.
"Kalau begitu aku terima."
Aria menerima jabatan tangan Min Ho dengan penuh pertimbangan.
Haha dapat kau sekarang Aria...
Kau tidak akan aku lepaskan.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!