
115
Min Ho menunjukkan video pada Mi Na dan Aria.
{Bagian video}
"Perkenalkan saya Mi Na." Ucap gadis itu sembari mengulurkan jabatan tangan.
Nyonya Ho menerima uluran tersebut.
"Aku tidak perlu memperkenalkan diri bukan." Tanya Nyonya Ho.
"Iya." Jawab Mi Na dengan senyum manis nya.
"Langsung ke inti, kau siapa dan ada urusan apa dengan ku." Tanya Nyonya, dia tidak suka basa basi pada remaja.
"Saya adalah sekretaris osis di sekolah yang anda kelola dan saya ingin mengajak anda bekerja sama." Ucap Mi Na dengan penuh percaya diri, dia yakin sekali kalau Nyonya Ho bakal tertarik.
"Hmm... menarik, kau hanyalah siswa dari sekolah yang aku bina, bagaimana bisa kau dengan yakin mengajak ku bekerja sama. Memangnya kerja sama seperti apa." Tanya Nyonya Ho.
"Saya ingin anda membantu saya untuk menyingkirkan Aria....Saya yakin anda tidak akan menolak." Ucap Mi Na sambil menyilangkan tangan di dada.
Awal nya Aria biasa saja melihat video itu karena dia masih beluk mengerti, tapi lain hal nya Mi Na wajah nya sudah pucat pasi dari awal video di buka.
__ADS_1
"Mungkin kejadian liburan musim panas lalu telah anda lupakan, Nyonya. Orang yang telah membuat wajah Jin Ho terluka itu nama nya Aria, dan saya juga melihat kejadian barusan. Min Ho berontak kepada anda hanya karena gadis itu. Bukankah menyebalkan jika hanya karena seorang gadis telah membuat anda kehilangan kasih sayang dari anak."
Tapi sampai ke bagian tengah Aria cukup tersentak saat Mi Na bercerita kembali tentang kejadian liburan kemarin.
Dia melihat Min Ho, dan Min Ho memberi isyarat pada nya untuk fokus melihat video.
Mi Na meletakkan dua foto seorang gadis dengan penampilan berbeda.
Nyonya Ho melihat kedua foto itu, foto pertama dia kenal sedangkan yang kedua tidak.
"Apa ini." Tanya Nyonya Ho.
"Yang pertama adalah foto Aria sekarang dan yang kedua foto Aria saat dia belum berubah."
"Operasi plastik di bawah umur itu tidak lah baik dan merusak nama sekolah, anda bisa memakai alasan itu."
"Menarik bukan."
Setelah video habis di putar, Min Ho mematikan ponsel nya dan melihat Aria dengan wajah yang tertekuk, sementara Mi Na merasa ingin berlari dari sana, tapi Min Ho menahan nya.
"Aku mengawasi wanita itu setiap jam, menit, dan detik. Entah kenapa kau juga tersoroti oleh nya. Apa tidak ada kata-kata yang ingin kau tujukan untuk Aria." Tanya Min Ho.
Mi Na melihat Aria yang sekarang saja ekspresi nya tidak dapat di tebak.
__ADS_1
"Buat apa aku minta maaf." Bantah Mi Na. Dia masih ingin melawan sepertinya.
Min Ho terkejut dengan kekeras kepalaan sekretarisnya itu.
Walaupun belum lama kenal, tapi Min Ho tidak pernah melihat sikap Mi Na yang seperti ini selama berada di dekat nya.
"Gara-gara dia, Ketua tidak seperti dulu. Ketua menjadi hangat pada orang lain, dan tidak kepada kami. Ketua bahkan hari ini tidak memakai kacamata, bukannya Ketua tidak pernah sekalipun melepaskan kacamata itu bahkan di hadapan kami anda tidak pernah melepasnya. Tapi... tapi kenapa dengan anak ini Ketua berubah." Ucap Mi Na dengan nada pilu, Aria yang tadi nya merasa kesal dan marah kini menjadi tenang karena tahu apa penyebab dia di benci.
Aria diam dan melihat Min Ho.
Dia memberi isyarat dengan melirik pada Mi Na.
"Selesaikan itu." Ucap Aria tanpa bersuara dan hanya mulutnya yang komat kamit. Semoga saja Min Ho paham.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1