Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
23


__ADS_3

Saat cuaca dingin memang menu makan malam itu enak nya ramen yang diselingi dengan kimchi, keduanya sama-sama malas untuk memasak karena ingin cepat-cepat merasakan kelembutan dan kehangatan kasur.


Setelah selesai makan, Aria dan Su Mi langsung masuk ke kamar.


"Aria, kau masih ingatkan janji tadi. Kau mengatakan kalau kau akan menceritakan hubungan mu dengan kak Lucas."


Dalam posisi bersandar sambil memeluk boneka besar Aria, Su Mi merasa nyaman dan di rumah ini memang hangat.


Ya tentu saja, mengingat alergi Aria pastinya dia mengimbangi kondisi nya dengan rumah nya.


"Mmm...aku mulai dari mana ya, tapi sebentar...." Aria masih belum yakin untuk menceritakan masa lalu nya itu pada Su Mi.


Apa Su Mi ini tipe orang yang bisa dipercaya, apa dia tidak akan membicarakan keburukan Aria dari belakang.


"Apa aku bisa mempercayaimu." Tanya Aria dengan serius membuat Su Mi merasa Aria masih membangun benteng di antara mereka, karena merasakan seperti itu Su Mi pun ikut serius menanggapi.


"Tentu. Kau tidak usah khawatir semua rahasia akan aku pendam selamanya." Dengan tangan sebelah terangkat, Su Mi seperti berjanji kalau dia tidak akan berbuat buruk di belakang Aria.


Tapi tidak sampai disini, karena merasa Su Mi juga termasuk orang seperti nya mudah ditakuti Aria pun menjahili Su Mi.


Aria mendadak berwajah masam sambil melirik tajam pada Su Mi dan tentu saja gadis itu merasa tertekan.


"Ckckck...apa kau tahu hanya orang mati yang bisa menyimpan rahasia. Oleh sebab itu aku...tidak percaya padamu." Aria pandai sekali berakting, dia berhasil menyembunyikan rasa ingin tertawa nya.

__ADS_1


Wajah Su Mi yang tadi nya serius dan semangat kini berubah penuh kekhawatiran.


"Ahaha A, Aria manusia yang hidup juga bisa menyimpan rahasia."


"Ya, ya baiklah."


Aria langsung menceritakan masa lalu nya di mulai dari kondisi nya yang belum berubah.


Su Mi dengan serius mendengarkan cerita Aria seakan-akan sedang mendengarkan dongeng.


"Selesai." Aria pun mengakhiri cerita panjang nya, tapi Su Mi seperti nya memiliki banyak pertanyaan.


"Laki-laki br*ngs*k."


Laki-laki br*ngs*k yang mendekati seorang perempuan hanya karena ingin memanfaatkan nya memang pantas dijuluki seperti itu.


"Tapi Aria dari cerita mu tadi, kau dulunya gemuk ya." Tanya Su Mi.


Dan Aria pun mengangguk.


Dengan mata yang berbinar, Su Mi kagum pada Aria sementara Aria menjadi cemas jika Su Mi akan meminta hal yang tidak dia sukai.


"Mm Aria biar aku deskripsikan penampilan mu saat ini, kau cantik, proporsi tubuh mu bagus sekali, dan kau hampir mendekati gadis sempurna."

__ADS_1


"Eh..kenapa hampir." Tanya Aria sambil tertawa kecil.


"Kau tahu rasa nya memuji orang lain yang lebih sempurna dari diri sendiri, itu tidak mengenakan, makanya kau ku nilai hampir sempurna."


"Ck...." Kedua nya mengakhiri cerita dengan gelak tawa.


" Oh ya...Aria apa kau mau mengunjungi rumah ku akhir pekan ini." Tanya Su Mi sambil berharap agar Aria mau.


"Kita lihat dulu jadwal sekolah nya, jika tidak ada tugas yang mendesak mungkin bisa." Ucap Aria.


"Baiklah, janji ya." Lagi-lagi Su Mi mengacungi jari kelingking membentuk janji yang tak terlihat, tapi harus dipenuhi.


"Iya." Aria pun menautkan jari nya menyambut jari kelingking Su Mi.


Cuaca semakin sejuk dan malam pun larut. Keduanya memilih tidur dengan tubuh yang diselimuti selimut tebal.


"Selamat malam, Aria." Ucap Su Mi dengan mata yang terpejam, tapi masih sadar.


"Ya, Su Mi. Selamat malam." Aria pun ikut terlelap dan lega akan sesuatu.


Untung saja dia tidak minta yang aneh-aneh.


Bersambung!!!!

__ADS_1


__ADS_2