Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
135


__ADS_3

Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya Aria sampai di sekolah nya. Sama seperti sekolah lama nya, disini tidak banyak yang mengendarai sepeda.


Aria memakirkan sepeda nya dengan rapi dan tidak lupa dia mengunci nya.


Saat Aria ingin memasuki gedung sekolah, beberapa orang seperti nya sengaja menyenggol bahu nya dari belakang.


Ugh...


"Siapa ini...oho si lamban rupa nya." Ucap seorang laki-laki dengan wajah angkuh nya.


Aria melihat laki-laki tersebut dengan tajam.


"Hei sudahlah, kenapa kau selalu mengganggu nya."


Dan datang lagi seorang laki-laki sambil menepuk bahu teman nya yang meledek Aria itu.


"Hei, apa kau ada masalah dengan ku." Tanya Aria dengan wajah yang kesal.


"Tentu saja tidak, hanya saja menyenangkan jika mengganggu mu, itu sudah menjadi rutinitas ku setiap hari sekarang ." Ucap Hon Jou Gae


Aria diam dan menginjak kaki Jou Gae kuat-kuat.


"Bleek." Olok Aria dan berlari meninggalkan Gae bersaudara dan teman mereka.


"Anak itu...." Jou Gae yang kesal berusaha mengejar Aria, tapi malah di tahan Mou Gae.


"Haa sudahlah." Ucap Mou Gae selalu berusaha sabar dengan sikap saudara nya satu ini.


"Dia anak baru, ya." Tanya salah satu teman Jou Gae dan Mou Gae.

__ADS_1


"Iya." Kedua nya menjawab bersamaan dan saling menyikut lengan secara bersamaan.


"Pantas saja rasa nya aku tidak pernah melihat nya."


"Oh ya, sebentar lagi akan di adakan uji test per kelas, yah walaupun kelas kita tidak sama, tapi apa kalian masih ingat taruhan kita, siapa yang tidak mendapat nilai tinggi maka dia harus menari di taman itu." Ucap teman kedua nya yang bernama Seok Min.


"Apa kau sudah kehilangan akal." Tanya Jou Gae dengan wajah angkuh.


"Kami tidak pernah gagal dalam uji test, dan lagi pula nilai kami selalu yang tertinggi, jadi yang akan menari di taman adalah kau." Jelas Mou Gae dengan wajah tenang.


"Heh, kalian terlalu percaya diri, kita lihat saja kemudian hari. Kalian berdua kembar, tapi sikap kalian berbeda sekali." Ucap Seok Min.


"Kalau kami sama dalam semua aspek, memang pembeda nya dimana, kau juga tidak bisa membedakan mana Jou Gae dan mana Mou Gae." Jelas Jou Gae.


"Kau benar, kalau begitu aku pergi dulu, ingat ya taruhan nya."


~


Aku bosan. Guru nya kemana jam sekarang juga masih belum masuk.


Aku kesepian....


Aria melirik Min Jae yang saat ini sedang telaten membaca buku di depan nya. Saat Aria ingin bicara dengan Min Jae, tiba-tiba beberapa orang menghampiri meja nya.


"Min...."


"Aria." Panggil Bunny (nama panggilan karena gadis ini di panggil begitu oleh teman nya yang lain).


"Aah ya." Aria seketika melihat ke arah orang yang memanggil nya.

__ADS_1


"Apa kau sudah dengar tentang uji test yang tidak lama lagi akan di laksanakan." Tanya Bunny.


"Mmm... aku memang sudah dengar tapi sceara detail nya aku tidak tahu, seperti kapan dan bagaimana cara uji test nya." Ucap Aria.


"Kalau begitu akan ku beritahu, Uji Test itu seperti ujian pada umum nya hanya saja ini praktik langsung para guru akan mengambil nilai dari bagaimaan cara mu bermain dalam scene drama yang kau ambil sebagai contoh, dan uji test akan di laksanakan pada dua minggu kemudian." Jelas Bunny, dia berhasil membuat Aria mengerti karena penjelasan nya tidak berbelit-belit.


"Begitu, baiklah aku harus mulai belajar lebih giat dari sekarang. Terima kasih Bunny." Ucap Aria sambil tersenyum.


"Bukan apa-apa, dan aku tidak sabar untuk melihat mu Aria."


Seperti nya Bunny sangat menantikan bagaimana Aria akan di uji nanti, karena di wajah nya terus terpampang senyum yang tidak pudar dari tadi.


Sesaat kemudian Bunny kembali ke meja nya karena guru sudah masuk kelas.


Dan pembelajaran pun di mulai.


Dan karena penjelasan Bunny tadi Aria pun ikut semangat.


Aku harus menunjukkan yang terbaik.


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2