Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
168


__ADS_3

168


Min Ho dan Jin Ho menatap lurus pada Aria di depan mereka. Kedua nya seperti punya pemikiran yang sama sampai tindakan nya yang di ambil pun itu sama.


"Ehh..k..kemana, hei kalian berdua."


Tangan Aria masing-masing di tarik oleh Min Ho dan Jin Ho keluar tempat pesta diadakan tersebut, dan karena Gae bersaudara dna Bunny melihat mereka pun membuntuti ketiga orang tadi.


"Apa menurut kalian mereka marah pada Aria. Bagaimana kalau iya, dan...Aria mungkin...."


"Ssst. Untuk saat ini kita harus lihat dulu apa tindakan kedua orang itu pada Aria, jika memang mereka membenci nya maka kita akan muncul dan menjelaskan pada mereka kalau Aria sangat merasa kehilangan."


Hou Gae berusaha menyangkal apa yang akan di katakan Bunny dan semoga saja apa yang mereka takutkan tidak terjadi.


Di sisi lain, Aria di bawa ke taman kecil rumah itu oleh Min Ho dan Jin Ho, perasaan Aria saat ini juga bercampur aduk dengan terus menduga-duga hal yang buruk.


Jantung nya terus berdegup tidak karuan sampai dia di dudukan ke kursi panjang.


Aria menengadahkan kepala untuk melihat raut wajah kedua bersaudara yang berdiri di hadapan nya itu.


"Ehmm... Itu aku mohon kalian berdua dengar dulu penjelasan ku... aku bukannya bermaksud menerobo ke keluarga kalian, tapi karena beberapa alasan aku tidak bisa menolak ahh tidak paman sama sekali tidak memaksa kalau aku harus mau, tapi itu...mm...."


Astaga bagaimana ini....

__ADS_1


Aria meremas tangan nya sendiri dengan kepala yang tertunduk.


Selama ini Aria sudah membayangkan hal terburuk yang akan dia dapatkan saat kedua temannya ini tahu kalau dialah orang yang asing yang masuk ke keluarga mereka.


Tapi apa yang akan terjadi berbeda jauh dengan apa yang Aria bayangkan.


"Haaa... Kami kira siapa. Apa kau tahu betapa senang nya kami saat melihat bahwa kau adalah orang yang ayah perkenalkan yang kedepannya akan menjadi anggota keluarga ini." Ucap Jin Ho sambil duduk berjongkok di depan Aria.


Walaupun mendapat pengakuan menyenangkan dari Jin Ho, tapi Min Ho masih belum berbicara.


"Mm...Min Ho aku minta maaf, aku tahu saat ini kau pasti...."


"Bicara apa kau... kenapa minta maaf memangnya kau salah. Aku bersyukur kalau orang nya itu kau coba saja kalau yang lain." Ucap Min Ho dengan gaya bicara yang khas, yaitu dingin, tapi penuh pengertian.


"Tentu saja tidak, kami tidak akan bisa membenci mu."


"Aah syukurlah, baru kali ini aku tidak mau bertanya kenapa kalian memperlakukan ku seistimewa ini. Haha." Ucap Aria di sambili oleh tawa.


Min Ho dan Jin Ho pun ikut tertawa dan berbisik kecil.


"Pantas saja ayah bilang kalau orang itu adalah orang yang kita sukai, tapi...bagaimana bisa ayah tahu." Keduanya terperanjat sendiri saat membayangkan bagaimana ayah nya bisa tahu kehidupan pribadi mereka.


"Apa yang kalian bicarakan, kenapa berbisik seperti itu." Tanya Aria.

__ADS_1


"Hanya diskusi kecil." Jawab Jin Ho sambil tertawa kecil.


"Ohh kalian menyembunyikan sesuatu dari ku."


"Tentu saja tidak, daripada itu mari hadiahi anggota baru kita dengan pelukan." Jin Ho dengan tanpa canggung nya memeluk Aria.


"Heii apa aku sudah mengizinkan nya." Canda Aria.


"Tentu saja belum. Ayolah kak.." Jin Ho menarik tubuh kakak nya untuk ikut serta memeluk Aria dengan rasa kekeluargaan, ketiga nya bercanda ria dan momen itu di lihat oleh Gae bersaudara dan Bunny.


"Waah... Aria beruntung sekali, haha." Ucap Bunny sambil menatap kagum pada ketiga orang itu.


"Ya... Tidak ada yang tidak bisa ia taklukan."


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2