Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
195


__ADS_3

{ Korea Selatan }


Selama beberapa hari ini Hou Gae bingung bagaimana dia bisa bicara dengan adik nya karena beberapa waktu lalu pengakuan Bunny membuat Mou Gae kecewa. Bahkan ketika Hou Gae ingin bertanya adik nya itu selalu kabur.


Dan saat pulang sekolah tadi pun, Mou Gae tidak banyak berbicara hanya menatap luar jendela sampai rumah.


Sekarang Hou Gae berada di depan kamar adik nya itu, yang terkunci rapat dan dia ragu untuk mengetuk pintu.


"Hou Gae saat ini kau harus bersikap dewasa, berilah solusi bijak agar..."


"Masuklah, kak." Ucap Hou Gae dari dalam sepertinya dia mendengar gumaman Hou Gae di luar karena kamar nya yang sepi.


"Tapi kan kau mengunci nya." Gerutu Hou Gae, dan dia mendengar langkah kaki mendekat dan memutar kunci pintu.


Saat di buka, Hou Gae melihat adik nya itu tampak kacau, dengan rambut yang sudah teracak-acak, memakaki baju kebesaran, dan wajah datar yang seakan hal itu wajar di alami nya.


"Apa kau adik ku." Tanya Hou Gae tidak percyaa bahwa yang ia lihat sekarang adalah adik nya yang selalu mementingkan penampilan nya.


"Kakak bercanda, ya." Gerutu Mou Gae dan masuk ke kamar di ikuti oleh Hou Gae.


"Hei apa-apaan kamar ini, kenapa semuanya berantakan." Keluh Hou Gae saat melihat lantai kamar itu di penuhi dengan pakaian, bahkan peralatan sekolah nya pun tergelatak disana-sini.


Sudah puas mengeluh dengan apa yang dia lihat, akhirnya Hou Gae diam dan melihat adik nya yang sibuk bermain game.


"Apa kau seperti ini karena Bunny." Tanya Hou Gae.

__ADS_1


"...yaaa." Jawab Mou Gae cepat.


Dan apa yang di jawab adik nya itu membuat Hou Gae terkejut lantaran tidak percaya kalau Mou Gae akan mengakui nya semudah itu.


"Waahh ternyata kau benar-benar di mabuk cinta, ya. Tidak kusangka kau mengakui nya tanpa malu begitu." Canda Hou Gae dan duduk menghampiri adik nya.


"Dimana adikku yang kecil dan polos, haaa..Kembalikan adikku yang imut, ku moohhoon." Rengek Hou Gae sambil memeluk dan mengusap punggung Mou Gae.


"Kaak, sudah cukup." Pinta Mou Gae dan melepaskan diri dari pelukan Hou Gae.


"Jangan seperti itu dengan kakak mu ini, kau mau tidak mengikuti cara ku untuk mendapatkan Bunny." Goda Hou Gae.


Awal nya dia hanya ingin bercanda, tapi...


"Serius..." Tanya Mou Gae cepat.


Hou Gae terperanga melihat antusias adik nya itu.


"Mana tadi Mou Gae yang dewasa, hahaha."


"Kakaaak." Teriak Mou Gae walaupun sama seperti rengekan.


Tapi karena kasihan melihat nasib percintaan adik nya, Hou Gae pun memiliki beberapa rencana, namun belum bisa di beritahukan pada Mou Gae.


"Karena rencana ku belum pasti, untuk sementara ini cobalah bergerak sendiri dan dapatkan Bunny. Bukan menggunakan otak melainkan hati. Mengerti." Tanya Hou Gae dan di angguki oleh Mou Gae.

__ADS_1


Aku harus berbicara dengan Aria soal ini...Hou Gae.


.


.


{ Kediaman Ho }


Saat sedang bersantai dan menikmati sore yang tenang di depan kolam indoor nya, Nyonya Ho terus di ganggu oleh getar handphone nya yang terletak di meja.


"Cck, siapa yang berani mengganggu waktu ku begini."


Karena sudah muak mendengar getaran nya, Nyonya Ho pun melihat siapa yang menelpon.


"Ohh, anak ini. Hmm~ kira-kira sejauh mana perkembangan nya." Ucap Nyonya Ho.


"Ya, Sohyu."


Dan si penelpon adalah Sohyu, mahasiswa pertukaran yang ia sponsori.


"Nyonya..."


"Iya, ada apa bicaralah cepat, waktu ku tidak banyak." Keluh Nyonya Ho.


"Saya ingin pulang."

__ADS_1


..."Bersambung"...


__ADS_2