
Di sebuah sekolah yang besar di penuhi siswa-siswa yang fokus dalam bidang drama besar, di situlah sekarang Aria berada.
Dia mendapat beasiswa besar di tahun terakhir sekolah menengah nya disini, padahal setahu Aria bahkan siswa tahun terakhir tidak bisa berpindah sekolah lagi, tapi entah kenapa ada seseorang yang sangat menginginkan nya untuk menempuh studi di sini sampai para guru pun ikut mendesak Aria.
Dan saat ini juga Aria harus rela berpisah dengan Su Mi, dan teman nya yang lain.
Karena baru memasuki semester awal di sekolah ini dan juga lingkungan yang baru, Aria cukup kesepian dan canggung, pandangan orang-orang yang sejauh ini melihat nya juga cukup membuat tertekan, tapi Aria sudah terbiasa dengan pandangan itu sehingga dia
tidak terlalu mempermasalahkan nya.
Dengan masih menggunakan seragam sekolah lama nya, Aria menghela napas panjang dan dengan pasti melangkah memasuki sekolah itu.
Aria melangkah sambil terus celingak celinguk melihat sekitar.
Waah, besar sekali. Apa ini tidak berlebihan hanya untuk sekolah yang fokus dalam 1 bidang, bahkan sekolah X pun kalah besar dari ini.
Kekaguman Aria terhenti saat dia di tabrak seseorang dari belakang.
Bugh...
Aria seketika terkejut dan melihat orang yang menabrak sudah di depan nya.
"Ah maaf, kau tidak apa-apa. Kan aku sudah bilang kau jangan main dorong begitu." Sambil bertanya laki-laki itu memarahi teman nya yang kini hanya tertawa.
"Aku baik-baik saja." Ucap Aria. Dia pun terdiam melihat dua orang di depan nya saat ini, sikap mereka mirip dengan dua orang yang di kenal Aria.
"Oh ya, kau murid pindahan nya." Tanya laki-laki tadi.
__ADS_1
"Iya." Jawab Aria.
"Kau tahu letak ruang kepala sekolah." Tanya laki-laki itu lagi.
Aria mengangguk karena dia sudah mendapat alamat dari kepala sekolah itu sendiri.
"Kalau begitu kami pamit dulu, dan aku minta maaf untuk yang tadi. Sampai jumpa." Laki-laki tersebut mulai pergi meninggalkan Aria, sementara teman nya itu masih belum bergerak.
"Dor."
Aria tersentak kaget sambil memegang dada nya yang berdenyut cepat.
"Hahaha, sampai jumpa nona pindahan." Ucap teman laki-laki tadi. Di kejauhan Aria melihat kalau lagi-lagi laki-laki tadi memarahi teman nya yang usil.
Aria pun mendelik kesal melihat kelakuan nya tadi.
Aria terus melangkah sampai dia menemukan tanda yang bertuliskan Kepala Sekolah.
Sebelum masuk, Aria mengetuk pintu pelan.
Tok... tok
"Hmm? Oh Aria, ya Aria Kim." Kepala Sekolah tersebut berdiri dari kursi nya dan duduk di sofa yang tersedia disana.
"Silakan duduk." Dengan senyum ramah dan bersahabat nya, kepala sekolah tersebut mempersilahkan Aria duduk.
"Saya sudah mendengar dan melihat semua nya, padahal awal nya aku mengira kau ini di rekomendasikan tanpa bekal apa-apa, apalagi yang merekomendasikan nya itu Pre...." Ucapan Kepala Sekolah terhenti seperti dia tersadar kalau hal ini tidak boleh bocor.
__ADS_1
"Bagaimanapun kau memiliki bakat dan disini kau bisa fokus dengan bakat itu tanpa memikirkan hal lain."
Kepala sekolah tersebut berdiri dan menghampiri Aria.
"Selamat datang di Sekolah FuToDra, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik, Aria Kim." Ucap Kepala Sekolah sambil mengulurkan tangan pada Aria.
Dan dengan senang hati Aria menerima uluran tangan tersebut.
"Baik, mohon kerja sama nya, Pak."
.
.
.
.
Bersambung!!!
Haii apa kabar readers DTM selama ini, maaf ya author kelamaan hiatus soal nya mau tunggu habis UTS. Jadi Author bisa fokus ngerjain novel nya.
Semoga cerita Part 2 ini bisa menambah rasa suka kalian dengan novel DTM yaa..
Kasi like, comment, rate, vote, gift...!!
Klau kalian sayang Author :")
__ADS_1