
Di sepanjang pantai Aria melihat sudah dipenuhi orang-orang yang duduk santai menikmati hujanan cahaya matahari yang hampir meredup.
"Cantik sekali." Aria memandang lurus pemandangan pantai dari jauh.
"Ya sangat cantik."
"Eh."
Aria melihat ke samping nya dan ternyata suara itu berasal dari Jin Ho yang juga sedang memandang momen itu.
"Ibumu dimana." Tanya Aria.
"Dia berada di tempat lain. Kenapa? Kau ingin menemui nya?."
"Kau ingin meminta restunya."
"Restu?. Restu apa." Tanya Aria kebingungan.
"Kau ingin jadi pacar ku kan." Jin Ho terus membual omong kosong. Sementara Aria begitu terkejut dan refleks memukul punggung Jin Ho.
"Kau gila ya. Ishh."
Bukk
Bukk
Bukk
"Aaaargh sakit sakit." Jin Ho menahan tangan Aria yang ingin memukul lagi.
"Maka nya jangan bicara tidak masuk akal. Bercanda itu ada batasan nya bodoh."
"Aku tidak bercanda." Ucap Jin Ho setengah teriak karena menahan sakit di punggung nya.
Aria berhenti dan menatap lurus Jin Ho sehingga yang di tatap merasa canggung.
__ADS_1
Jangan tatap aku seperti itu.
Aria berjinjit dan menepuk-nepuk rambut Jin Ho yang acakan.
"Ya ya ya...entah kenapa kelakuan mu seperti anak kecil, jadi rasanya sedang mengobrol dengan adik sendiri."
"Ya sudah ayo pergi, aku mau melihat matahari terbenam dari dekat.
Aria mendahului Jin Ho beberapa langkah, sementara Jin Ho masih berdiam dan tidak berbicara apapun.
Adik...
Aria melihat Jin Ho masih belum bergerak dari tempat nya sehingga dia kembali dan menarik tangan Jin Ho.
Jin Ho begitu terkejut merasakan sentuhan hangat Aria, tangan yang lembut seperti menyentuh tangan seseorang yang tulus menyayangi kita.
"Ayo." Aria menarik tangan Jin Ho dan menuntun nya untuk mengikuti nya.
Jin Ho pun menuruti kemana langkah kaki Aria, tangan Aria yang masih berada di genggaman nya, dia eratkan lagi seperti tidak mau kehilangan sentuhan tangan itu.
Sekarang aku tahu kenapa fobia kakak terhadap sentuhan wanita hampir sembuh, rupanya karena ini.
Bukk
Hemm
Karena hanya fokus menatap tangan Aria, Jin Ho tidak memperhatikan siapa yang Aria pukul.
"Kau kemana saja sih." Gerutu Aria pada Su Mi yang baru muncul.
"Jalan-jalan lah." Ucap Su Mi sambil melirik tangan Aria yang bergandengan dengan Jin Ho.
"Aku tidak mau mengganggu pasangan."
Mendengar ucapan Su Mi dan melihat mata yang terus melirik ke tangan nya, barulah Aria sadar kalau dia masih berpegang erat dengan Jin Ho.
__ADS_1
"Aah." Aria hendak melepaskan tangan nya, tapi Jin Ho mengeratkan sehingga Aria tidak bisa melepaskan diri.
Melihat kelakuan Jin Ho Aria mengangkat tangan, melihat adanya ancaman Jin Ho pun bergegas melepaskan tangan nya dari Aria.
"Kau kemana tadi, jalan-jalan apanya, sudah seharian aku mencari mu." Keluh Aria pada Su Mi.
"Benarkah?. Apa kau mencariku di mimpi mu." "Apa maksud mu."
"Kau tidur, Aria... Seharian kau tidur, kau meninggalkan ku. Hwaaa." Su Mi histeris merengek seperti anak kecil. Bahkan Jin Ho tidak tahu harus berbuat apa.
Jin Ho melirik Aria yang bahkan tidak bergeming.
Apa dia akan memukul nya lagi.
Melihat Aria mengangkat tangan nya dapat Jin Ho pastikan bahwa sebentar lagi Su Mi akan merintih sakit.
Biar semua orang merasakan tangan maut nya itu, bukan aku saja yang harus sakit.
ehh...
"Cup cup cup...jangan nangis ya." Aria memeluk Su Mi sambil mengelus rambut nya yang pendek.
Jin Ho melihat Su Mi tertawa licik.
"Hei Aria aku...aku juga mau kau peluk." Jin Ho mendekati Aria, saat dia membentangkan tangan nya Su Mi menarik tangan Aria dan membawa nya pergi.
"Apa-apaan dia."
Jin Ho kesal dan mengejar dua orang itu, sementara Aria ikut tertawa melihat tingkah Su Mi dan Jin Ho.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!