Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
35


__ADS_3

Dengan suara nya yang berubah ceria dan bait terakhir yang mengakhiri pertunjukan kelompok Musikalisasi Puisi mereka.


Inilah aku di hari ini


Kupastikan senyum merekah lagi


Kan ku sambut hari


Esok lebih indah dari ini.


Suara piano lembut mengakhiri tarian anggun Aria yang diikuti oleh para backdancer.


Pertunjukan selesai seluruh lampu diruangan dihidupkan, dan kelompok Aria serempak memberikan hormat kepada seluruh tamu.


Mereka melihat kedepan, belum ada yang bertepuk tangan atas apresiasi mereka, Aria mulai khawatir, tapi sesaat kemudian terdengar sebuah tepukan berkali-kali dan diikuti tepukan lain bahkan para tamu sampai berdiri dari tempat nya karena menurut mereka hanya memberikan tepuk tangan tidaklah cukup.


Disisi lain, Lucas tampak tercengang dia duduk terpaku, tidak bisa berpikir jelas. Jin Ho dan Min Hyuk saling pandang setelah melihat Lucas, Min Hyuk hanya bisa mengangkat bahu dan kembali memberikan tepukan meriah bagi kelompok yang baru tampil ini.


Jujur saja saat mendengar puisi yang Aria sebutkan Jin Ho dan Min Hyuk ikut terkejut, mereka fokus mendengar keseluruhan isi dan makna puisi itu, dan benar saja kisah nya benar-benar mirip dengan apa yang tekah terjadi antara Aria dan Lucas dahulu.


Kau salah memilih orang untuk dipermainkan, sobat. Min Hyuk.


Benar, Aria kau berubah, kau berubah menjadi orang yang kuat. Aku...aku menyesal. Lucas beranjak dari kursi nya dan pergi ke luar.

__ADS_1


Jin Ho dan Min Hyuk hanya memperhatikan tanpa mengikuti kemana Lucas. Biarkan dia sendiri dulu, begitu pikir kedua nya.


.


Waah aku tidak menduga akan seperti ini.


Aria terharu dengan pemandangan riuh akan tepuk tangan dan sorak dari para penonton.


"Kita berhasil." Aria dengan girang membagi kebahagiaan dengan teman kelompok nya dan disambut dengan ramah oleh mereka.


"Ya...ini semua berkat Aria." Ucap seorang teman.


Aria menggeleng, dia tidak terima jika mereka menganggap semua ini karena dirinya.


"Ini adalah hasil kerja keras kita." Aria menyemangati teman kelompok nya itu dan mereka menerima nya.


Kelompok Aria pergi ke belakang panggung dimana mereka melepas segala penat karena berhasil memeriahkan panggung.


"Wahh aku tidak menyangka kita akan mendapat tepukan semeriah itu."


"Ya, aku juga. Ngomong-ngomong Aria, apa tadi kau menangis." Tanya seorang teman.


Aria terkejut dengan pertanyaan teman nya itu, apa dia harus mengakui kalau dia benar-benar menangis.

__ADS_1


"Aaah tidak tidak, itu...itu hanya sebagai pelengkap supaya penampilan kita bisa sempurna." Aria harus berbohong, dia tidak mau jika ketahuan kalau dia terbawa suasana tadi.


"Wah kau hebat sekali bisa menangis senatural itu, aku kira kau menangis sungguhan, tapi bagaimana bisa kau membuat air mata itu."


"Mmm...sebelum ada adegan menangis tadi aku tidak mengedipkan mata ku selama beberapa saat sampai mata ku perih dan mengeluarkan air mata sendiri. Haha." Aria tertawa secara paksa, dan teman nya itu bahkan percaya.


"Huuhh...kau pekerja keras Aria." Seorang teman nya tertawa, disusul yang lain.


Aria masih terngiang-terngiang dengan puisi-puisi tadi.


"Hmm teman-teman aku pergi duluan ya. Terima kasih dan kerja bagus semua." Aria menunduk pamit pada teman nya.


"Ya Aria, terima kasih dan kerja bagus juga."


.


Aria terus berjalan dilorong dengan gaun terakhir nya, hanya saja kuncir rambutnya telah dia lepas, karena dia merasa sakit.


Rambutnya acak-acakan, tapi masih terlihat halus.


"Hei."


Langkah Aria terhenti saat ada suara yang seperti nya memanggil nya karena tidak ada satupun orang di luar. Aria berbalik dan terkejut dengan siapa itu.

__ADS_1


"Kau."


Bersambung!!!


__ADS_2