Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
64


__ADS_3

Suasana malam itu penuh keceriaan, mereka sangat menikmati makanan yang Aria buat.


Mereka terus memuji bakat memasak Aria, tapi tak lupa juga dengan Su Mi dan Min Ho yang juga membantu Aria.


Setelah selesai masak, Aria ikut duduk di kursi panjang yang dimana di atas meja nya penuh dengan makanan.


Aria menghirup dalam aroma yang keluar dari makanan nya apalagi aroma dari daging yang masih berada di tungku, dengan asap yang mengepul menambah selera makan Aria.


Awal nya Aria mencoba daging nya dengan penuh kenikmatan, dia memakan nya perlahan agar bisa merasakan kenikmatan sesungguhnya.


Tapi karena godaan makanan yang dia buat, Aria pun mengamil satu satu lauk nya, dan meletakkan nya di mangkok nya.


Sudah kuduga inilah surga makanan. Aaa enak sekali.


Su Mi yang melihat bagaimana cara Aria makan, hanya bisa menggeleng kepala.


"Pelan-pelan saja." Su Mi meletakkan daging yang telah matang ke dalam mangkok Aria.


"Terima kasih." Ucap Aria senang dan memakan daging pemberian Su Mi.


Sementara Min Ho yang duduk berhadapan dengan dua orang itu merasa kalah, entah kenapa.


Saat melihat ada daging yang matang, Min Ho pun mengambil satu dan meletakkan di mangkok Aria.


"Hmm." Aria melihat Min Ho yang sedang makan.


Aria tersenyum.


"Terima kasih." Ucap Aria dan dia pun memakan daging itu.

__ADS_1


Tanpa Aria ketahui, Min Ho diam-diam tersenyum bangga.


Salah satu guru yang melihat hal itu pun ikut tersenyum. Kejadian siang tadi membuat suasana mencekam, terutama saat mereka melihat Aria. Mereka merasa bahwa mereka tidak berguna karena tidak bisa melindungi murid nya.


Beruntung nya kau, Aria.


Banyak orang yang menyayangi mu. Semoga kau selalu bahagia, nak.


Di sisi lain, Jin Ho yang terkekang bersama ibu nya tidak bisa berbuat apa-apa.


Ingin sekali dia bergabung dan menikmati makanan bersama.


Jin Ho melihat ibu nya yang fokus melihat Aria yang tertawa, dan dia kebingungan kenapa ibu nya ini. Jarang sekali ibu nya memperhatikan orang lain apalagi sampai berani berbuat kasar di depan orang banyak.


"Ibu." Panggil Jin Ho.


"Hmm."


Nyonya Ho beralih melihat Jin Ho. Anak kandung nya yang dia besarkan dengan sepenuh hati, Nyonya Ho ditinggalkan suami nya saat dia masih butuh kasih sayang karena sehabis melahirkan Jin Ho, dalam memperlakukan Jin Ho beliau memang baik, tapi kenapa saat melihat Min Ho dia menjadi gila.


Saat melihat Min Ho, beliau merasa kalau anak itu seperti suami pertama nya.


Tampan, dingin, maka kerap beliau memperlakukan Min Ho lebih berbeda dari Jin Ho.


"Tidak. Kenapa?." Penasaran Nyonya Ho dengan pertanyaan anak nya itu.


"Yaah...tidak biasa nya ibu memperlakukan orang dengan kasar apalagi didepan umum." Ucap Jin Ho datar.


Nyonya Ho tersenyum kecil dan menepuk-nepuk kepala anak nya.

__ADS_1


"Memang nya kenapa aku tidak boleh berbuat kasar di depan orang."


Jin Ho menatap ibu nya dengan dalam, jujur saja Jin Ho tidak suka sikap buruk dari ibu nya ini.


"Cih...bukan nya ibu selalu mengkhawatirkan muka di depan umum. Ibu tidak mau kan hanya gara-gara anaknya yang luka nya kecil harus menampar orang yang tidak bersalah. Apa ibu mau reputasi ibu hancur." Ucap Jin Ho.


Mendengar pernyataan anak nya, Nyonya Ho hanya tersenyum.


"Kau mulai berani sekarang, ya."


Jin Ho kesal sendiri mendengar perkataan ibu nya. Apa hanya mengancam yang dia tahu.


"Berdoalah agar ayah tidak tahu sikap busuk ibu ini."


Jin Ho beralih menatap orang-orang yang sedang makan bersama, dan pandangan nya terfokus ke Aria.


Nyonya Ho yang mengikuti arah pandangan Jin Ho, langsung tahu kenapa Jin Ho sampai berani melawan nya.


"Hmm..kalian juga berdoalah agar aku tidak mengetahui hubungan kalian dengan anak itu tidak akan lebih, jika aku tahu maka tamatlah dia."


Nyonya Ho menyilangkan tangan di dada sambil tersenyum penuh kemenangan, sementara Jin Ho makin merasa bersalah.


Aria.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2