
"Ckk...." Aria menyilangkan tangan di dada dan kembali memasang wajah kesal.
"Jangan seperti ini, kau seperti anak kecil yang tidak diberi uang jajan saja."
Min Ho mendumel-dumel pipi Aria dengan telunjuk nya, bahkan Min Ho tidak lagi bersembunyi agar orang lain tidak bisa melihat ekspresi berbeda nya ini.
Tanpa dia sadari, ada guru yang melihat kedekatan mereka berdua dan merencanakan sesuatu yang pasti nya seru.
"Hmm...bagaimana kalau permainan pasangan."
"Apa." Aria begitu terkejut, tapi tidak hal nya Min Ho yang hanya terkejut sebentar dan kembali tenang.
Pasangan. Apaaa...tidak tidak tidak, lebih baik aku mundur saja.
Aria hendak mundur dengan perlahan agar tidak terlihat bahwa dia lari, tapi ternyata dengan cekatan Min Ho menahan tangan Aria dan menariknya ke tempat nya semula.
"Hei." Dengan suara pelan, tapi berteriak kepada Min Ho dan yang dimarahi malah tertawa.
"Disini saja." Pinta Min Ho dengan nada yang tidak pernah Aria dengar sebelumnya dari seorang Min Ho.
Dengan patuh Aria berdiam di tempat nya dan mendengar tentang penjelasan perlombaan tak masuk akal itu.
Min Ho tidak lagi takut bersentuhan kulit dengan orang lain apalagi wanita, dan itu terbukti karena saat ini saja dia dengan tenang nya menggenggam erat tangan Aria,sementara Aria merasa tidak nyaman melihat para penggemar Min Ho menatap nya dengan tajam.
"Bisa tidak kau lepaskan tangan ku." Aria memohon pada Min Ho yang bahkan tidak melihat kearah nya.
"Kenapa, kau tidak suka." Tanya Min Ho dengan nada dingin.
"Tentu saja tidak, kau lihat." Aria memberikan isyarat dengan mata nya agar Min Ho melihat ke sampingnya dan Min Ho pun melihat arah yang di tunjuk Aria.
__ADS_1
Benar saja saat Min Ho melihat mereka raut wajah tak suka itu berubah menjadi wajah yang selalu tersenyum, ciri khas pencari perhatian.
Ckk...pengganggu.
Min Ho balik melihat para gadis itu dengan tatapan tajam dan membuat orang takut.
"Astaga...apa-apaa tadi." Kaget para gadis itu dan memilih lari dari tempat nya agar tidak melihat pemandangan tadi.
Sementara Aria hanya melihat dan fokus ke Min Ho yang sekarang seperti tertawa lega karena sudah menyingkirkan pengganggu.
Senang sekali dia.
Tanpa Aria sadari saat dia melamun Min Ho mendekatkan wajah nya, dan hanya berjarak beberapa jari saja.
"Hoi."
Dengan sengaja Min Ho menjahili Aria dan melihat bagaimana reaksi nya.
"Heeeii apa yang...akhh."
Karena terus berjalan mundur, Aria tiba-tiba tersandung untung saja Min Ho dengan cekatan menarik tangan Aria, tapi yang mengejutkan ini Jin Ho juga ikut menahan tubuh Aria dari belakang.
"Kau baik-baik saja." Tanya Jin Ho.
Aria melepaskan diri dari tahanan dua orang itu dan memilih sedikit memberi jarak.
"Ahh iya." Ucap Aria.
Aria melihat Min Ho dan Jin Ho bergantian dan melihat sekitar nya.
__ADS_1
Banyak orang di barisan belakang melihat mereka bertiga.
Ini tidak bagus.
Aria melihat sekitar mencari keberadaan Su Mi yang entah hilang kemana.
Dimana dia, kenapa suka sekali menghilang.
Setelah melihat ke segala arah barulah Aria melihat Su Mi yang seperti sedang berbicara serius dengan seseorang.
"Hei Su Mi." Panggil Aria pelan dan menghampiri Su Mi. Dua bersaudara itu Aria tinggalkan begith saja.
"Kau bicara dengan siapa." Tanya Aria heran dan melihat sosok bertanya tadi sudah menjauh.
"Aku juga tidak tahu, dia hanya bertanya apa kita dari sekolah X atai bukan." Ucap Su Mi yang juga kebingungan.
"Hmm sudahlah."
Aria dan Su Mi mendengar pengarahan guru mereka dengan fokus, tapi Aria masih penasaran dengan siapa Su Mi bicara.
Dan tiba-tiba saja Aria melihat seorang wanita yang sepertinya menunjuk ke arahnya.
Hmm??
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!