Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
42


__ADS_3

"Ya...ya...ya, kau memang bodoh bagaimana orang seperti mu bisa terus mendapatkan penghargaan."


Aria merasa kesal dengan pernyataan itu dan berbalik ke arah sumber suara.


"Haah kau."


"Apa."


"Kemana mobil mu." Tanya Aria pada Min Ho yang entah bagaimana berakhir bisa berjalan kaki dengan nya.


"Ban nya bocor, jadi sopir nya tidak bis menjemput." Ucap Min Ho dengan tatapan lurus ke depan.


Flashback...


"*Tuan muda, anda mau kemana." Tanya pak sopir.


"Jalan kaki." Jawab Min Ho cepat.


"Tapi tuan, kenapa."


"Aku mau berolahraga, kalau ayah bertanya bilang saja aku bosan naik mobil." Min Ho berlalu pergi meninggalkan sopir nya.


Bukannya tuan muda tidak suka berjalan kaki, tapi kenapa sekarang tiba-tiba suka.


Anak konglomerat benar-benar sulit dipahami.


Dengan tampang bingung si sopir menuruti keinginan Min Ho dan pergi meninggalkan sekolah dan juga Min Ho*.


Flashback end...


Heh apa aku ini bodoh menurut mu, mobil yang kalian miliki tidak mungkin hanya satu.


"Begitu." Aria mengiyakan saja apa yang Min Ho katakan, padahal dia tahu kalau Min Ho mungkin saja berbohong.


Setelah percakapan itu, sekarang tidak lagi terdengar suara dari siapapun. Suasana di jalan sekolah mulai terasa sepi.


Diam-diam Min Ho mencuri pandang pada Aria.

__ADS_1


"Apa kau dekat dengan Jin Ho." Tanya Min Ho.


"Tentu." Langsung di jawab cepat oleh Aria.


"Kau menganggap nya sebagai apa." Tanya Min Ho lagi, dan lagi-lagi Aria menjawab cepat seakan pertanyaan Min Ho adalah kuis berhadiah.


"Teman." Jawab Aria.


"Tapi tadi...."


Perkataan Min Ho terpotong saat ada mobil yang mendatangi mereka.


"Kakak." Panggil Jin Ho saat di buka nya jendela mobil.


Mendengar suara yang tidak asing kedua nya serempak melihat ke arah mobil.


"Kak, mana mobil mu. Oh Aria kau jalan kaki."


"Dia bilang ban mobil nya bocor." Karena Min Ho tidak kunjung menjawab pertanyaan adiknya itu, akhirnya Aria lah yang menjawab.


Apa yang dia bilang itu benar. Jin Ho


Seakan tahu apa yang Jin Ho katakan, Min Ho menatap balik pada Jin Ho.


Iya. Min Ho


Tapi baru saja aku melihat sopir mu tadi, dimana nya ban yang bocor. Jin Ho


Hei, itu sopir ku terserah siapa yang membuat alasan kalau mobil ku sedang sakit, memangnya apa urusan nya dengan mu. Min Ho


Pulang dengan ku saja, ayo. Jin Ho


Memangnya kita akrab sampai bertumpangan mobil. Min Ho


Aria terus melihat antara Min Ho dan Jin Ho, sebelum dia berbicara terlebih dahulu dia melihat perbedaan antara kedua nya.


Kenapa mereka tidak mirip, eeihh kan bisa saja tidak mirip itu wajar.

__ADS_1


Mm...mereka berdua kenapa, hanya saling tatap tanpa berbicara sepatah kata pun.


Saat Aria ingin memecah suasana, tiba-tiba saja Jin Ho berbicara lebih dulu.


" Aria, ayo pulang dengan ku." Ajak Jin Ho.


Mendengar ajakan Jin Ho pada Aria, Min Ho menatap tajam pada Aria.


Aria kaget mendapat tatapan itu, dia pikir memangnya aku salah apa.


"Jangan." Ucap Min Ho dengan suara tegas nya.


"Kenapa." Tanya Aria bingung.


"...."


Aku juga tidak tahu kenapa.


Jin Ho tertawa melihat Min Ho tak bisa berkata saat di tanya Aria.


"Ayo Aria ikut aku." Jin Ho masih berusaha membujuk Aria agar mau di antar nya untuk pulang.


"Tidak. Tidak usah, aku jalan kaki saja, kau bawa saja saudara mu ini. Aku duluan ya dah."


Dengan tak berdosa nya Aria meninggalkan kedua saudara itu. Jin Ho yang tadi nya merasa menang kini seperti kalah.


Min Ho tersenyum dan mengejar langkah Aria di depan nya.


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2