Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
112


__ADS_3

Min Ho terus melihat ke arah Aria yang sedari tadi tidak berbicara. Setelah keluar dari ruang konseling tadi sepertinya Aria memikirkan sesuatu.


"Aku tidak ingin meminta maaf atas nama nya, karena dia bukan ibuku. Tapi, tetap saja aku merasa tidak enak, karena mungkin saja dia berbuat seperti itu karena ulah ku waktu itu."


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Tapi yang aku pikirkan sejak tadi siapa yang menempelkan foto itu dan kenapa Direktur juga berkaitan. Dia terlalu menggebu-gebu untuk menghukum ku sehingga tidak melihat adanya kesalahan dalam rencananya." Jelas Aria.


Min Ho mengangguk dan juga ikut memikirkan.


"Apa dulu kau pernah mengalami kejadian seperti ini." Tanya Min Ho.


"Hmm... tidak bisa di hitung, mungkin kejadian hari ini terhitung level normal."


Mendengar Aria yang terlihat santai menceritakan kondisi dirinya di masa lalu membuat Min Ho berekspresi datar.


"Dia tahu penampilan ku dulu dan sekarang berarti dia siswa disini, kebetulan Direktur datang dan mengintrogasi ku seakan dia sudah menanti kejadian ini, dia bahkan punya foto lain. Direktur memang sepertinya menyimpan dendam terhadap ku, tapi apa ada juga orang yang tidak suka melihat ku di sekolah ini." Gumam Aria tapi masih terdengar oleh Min Ho.


Melihat Aria yang berpikir terlalu keras, Min Ho pun menarik tangan Aria.


"Ayo."


"Kemana." Tanya Aria.


"Mencari kesenangan har ini." Dengan wajah tersenyum dia tunjukkan pada Aria.


Aeia sendiri masih tidak terbiasa dengan Min Ho tanpa kacamata, sepertinya tanpa kacamata itu dia terlihat lebih bebas dalam berekspresi.

__ADS_1


.


Min Ho membawa Aria keluar dari sekolah dan dia menunjukkan bagaimana pemandangan di halaman sekolah saat ini.


Suasana riuh, siswa lain yang bahkan ikut bersenang-senang dalam acara ini.


Aria melihat sekitar, karena takut kejadian tadi merubah cara pandang orang-orang.


Tapi setelah di lihat-lihat, tidak ada yang mencuri lihat pada nya dan membisikan sesuatu tentang nya.


{Flashback}


Saat melihat gerombolan orang di depan papan pengumuman, Jin Ho pun menghampiri.


"Ada apa."


"Oh Jin Ho, itu... emm apa benar kalau Aria menjalani operasi plastik." Tanya salah satu siswa.


"Apa. Apa maksud mu." Jin Ho cukup terkejut dengan perkataan siswi itu.


"Tadi ada dua buah foto disini...." Ucap siswi tersebut menunjuk ke arah papan pengumuman.


"Ada foto yang kata nya Aria gendut, dan fofo lainnya itu Aria yang sekarang. Aku mendengar kalau Aria sehabis menjalani operasi plastik, dan hasilnya dia menjadi cantik seperti sekarang. Kami tidak bermaksud percaya, tapi jika tidak ada yang memberi konfirmasi maka kami akan anggap kabar itu benar."


Mendengar penjelasan dari siswi tersebut, Jin Ho melihat papan pengumuman yang kosong.

__ADS_1


"Dimana dia sekarang." Tanya Jin Ho.


"Direktur tadi datang dan membawanya ke ruang guru." Jawab cepat.


Jin Ho mengangguk, saat dia ingin pergi siswi tersebut berbicara.


"Ketua Osis juga ikut bersama nya."


Jin Ho berbalik dan menatap kosong siswi itu.


"Baiklah...tapi kalian sebaiknya jangan macam-macam karena kejadian ini lalu menyebarkan berita palsu. Aku kenal Aria dari sebelum dia berubah dan aku yakin dia tidak akan melakukan itu." Ucap Jin Ho.


Siswi tersebut mengangguk dan mengerti. Dari sifat nya itu sepertinya dia bukan pemberontak, dan sepertinya dia menyayangi Aria.


"Yaa... kami mengerti."


{Flashback end}


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2