Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
26


__ADS_3

Semua partisipan yang telah dipilih sesuai arahan berkumpul ke ruang Pertemuan.


Entah kenapa Aria merasa tertekan, karena semua mata hampir melihat ke arah nya, kecuali Min Ho. Ya dia ketua osis, dia harus memperhatikan semua orang.


"Duduk." Perintah Min Ho yang langsung dituruti semua orang disitu.


Mereka duduk di deretan kursi yang berbentuk lingkaran itu. Rasanya aneh saat Aria melihat Su Mi tidak duduk di samping nya, malahan dia duduk di seberang nya karena dia merupakan anggota osis.


"Sebelum saya memberitahukan tugas kalian masing-masing, apa ada yang mau memberikan keluhat terkait pemilihan kalian." Tanya Min Ho dengan mengedar pandangan sampai terhenti di Aria.


Apa lihat-lihat.


Aria membalas pandangan Min Ho dengan penuh tatapan ketidaksukaan.


Dan tanpa menunggu lama Aria mengangkat tangan.


"Seperti nya kalian tidak punya masalah atas pemilihan ini, maka dari itu izinkan saya untuk berkomentar." Aria melihat sekeliling nya merasa geram sendiri karena seperti nya dia dipandang rendah.


Tapi tatapan Min Ho pada nya sekarang tidak dapat dia ketahui apa makna nya.


"Baiklah, katakan apa yang mau kau bicarakan jangan malah hanya memprovokasi orang lain agar terpuruk bersama mu." Jelas Min Ho dengan angkuh.


Apa-apaan dia, masih kecil seperti ini bagaimana bisa sikap nya buruk begitu, apa benar dia saudara Jin Ho orang yang menyenangkan itu.

__ADS_1


"Kenapa harus ada pemilihan partisipan seperti ini, bagaimana jika partisipan tersebut menolak, dan bagaimana kalian bisa tahu nama-nama setiap partisipan beserta kelas nya." Deretan pertanyaan di tuju Aria kepada Min Ho.


Mungkin karena merasa kesal seseorang lebih dulu ingin menjawab pertanyaan Aria.


"Hei seharusnya kau...."


Min Ho mengangkat tangan agar seseorang tersebut jangan menyela pembicaraan.


"Aku akan menjawab pertanyaamu satu per satu, yang pertama kenapa harus ada pemilihan partisipan bukankah seharusnya partisipan itu yang menyodorkan diri sendiri untuk ikut serta alasan dari pemilihan ini adalah para guru akan mengumpulkan para siswa teladan untuk berpartisipasi oleh sebab itu dipilihnya kalian bukan tanpa sebab."


"Kedua, bagaimana jika partisipan tersebut menolak berkontribusi, jika kalian menolak maka itu akan merugikan kalian sendiri karena jika acara nanti kalian tampil secara menakjubkan maka itu akan menjadi jalan peluang kalian dalam pendidikan.


"Ketiga, itu pertanyaan yang tidak berbobot, kami diberi oleh pihak akademik nama-nama siswa yang telah menorehkan berbagai penghargaan untuk sekolah ini dan kau termasuk ke dalam nya." Min Ho menatap penuh pada Aria yang bahkan tak gentar untuk menurunkan pandangan karena semua pertanyaan nya telah di jawab Min Ho dengan jelas.


Cih...dia tahu semua nya. Tapi apa semua alasan itu benar.


"Satu pertanyaan lagi, kenapa dia bisa tiba-tiba menjadi anggota osis." Tanya Aria mendelik.


Mendengar pertanyaan Aria, Min Ho langsung melihat ke orang yang dipertanyakan oleh Aria.


"Oh dia, bukan saya yang merekrut, tapi dia sendiri yang mau, kebetulan karena anggota osis kekurangan tenaga, lowongan untuk masuk ke anggota di buka." Singkat, padat, dan jelas. Aria sampai tidak tahu lagi apa yang ingin dia pertanyakan.


Bagaimana ini, aku sama sekali belum pernah mengikuti acara lain selain berpidato, tapi kalau aku menolak tawaran ini maka aku sendiri yang rugi.

__ADS_1


"Bagaimana." Tanya Min Ho.


Karena kebingungan, kebiasaan Aria yang menaruh pen atau pena di telinga pun muncul. Aria punya banyak sekali kebiasaan, tapi tidak seorang pun tahu.


"Berikan aku waktu untuk berpikir. Silakan anda beri pengarahan pada yang lain terlebih dahulu."


"Baiklah."


Sementara Aria yang sedang berpikir pilihan mana yang baik untuk nya, Min Ho secara tak sengaja melihat bagaimana tingkah Aria saat dia kebingungan.


Dengan tangan yang menyilang di dada, mata terpejam, dan ekspresi wajah yang terus berubah-ubah membuat Min Ho ingin tertawa.


Dan setelah dengan banyak pertimbangan Aria tetap teguh dengan pilihan pertama nya.


Aria mengangkat tangan agar dia diperhatikan.


"Aku menol...."


"Tolakan mu juga ditolak." Min Ho memotong perkataan Aria dengan kalimat yang singkat.


"Apa, kenapa bisa." Ucap Aria tidak percaya, percuma saja dia berpikir matang-matang, akhirnya di tolak juga.


"Pihak akademik memberitahukan semua partisipan yang sudah terpilih tidak wajib menolak, hanya saja kecuali dia sakit."

__ADS_1


Hmm menyebalkan...


Bersambung!!!


__ADS_2