
Di luar penginapan, Aria, Min Ho dan Su Mi duduk di sebuah kursi yang terdapat di halaman penginapan.
Min Ho memberi isyarat pada Su Mi untuk mengambil kompres dingin, dan Su Mi pun menuruti nya.
Selagi Su Mi mengambil kompres dalam penginapan, Aria hanya bisa menunduk, walaupun terlihat tegar saat berhadapan dengan Nyonya Ho, tapi hati nya pasti sakit sekali, bagaimanapun baru kali ini Aria di tampar di depan banyak orang.
Min Ho diam melihat Aria yang seperti itu.
Dia duduk di samping Aria, dan menangkup pipi Aria yang kemerahan.
Kenapa dia mengenakan masker.
Min Ho kebingungan, karena dia belum tahu inti permasalahan sekarang.
Dengan mulus nya dia menarik masker yang menutupi mulut Aria, dan begitu terkejut nya Min Ho melihat area sekitar bibir Aria sudah kemerahan.
Apa-apaan ini.
Apa gara-gara ini Jin Ho sampai terluka karena membantu Aria dari Lucas.
Min Ho lagi-lagi terkejut saat dia merasakan titikan air mata jatuh ke tangan nya.
Aria berusaha sekuat mungkin agar dia tidak menangis di depan orang-orang, tapi apa daya air mata nya tidak dapat dibendung.
Bahkan tenggorokan nya terasa sakit.
__ADS_1
Kesakitan yang dialami Aria hari ini terus dia terima bertubi-tubi.
Kenapa...memangnya apa salah ku sampai menerima ini semua.
Aria terus mengingat saat dimana Lucas mencium nya dengan paksa, dan tamparan perih yang dia dapat dari Nyonya Ho.
Min Ho yang begitu terkejut karena pertama kali nya melihat seorang gadis menangis tepat didepan nya, sampai tidak tahu mau berbuat apa.
Tapi beruntung nya dia, tak lama kemudian Su Mi pun datang. Su Mi yang melihat Min Ho cemas karena melihat Aria menangis memilih mengambil alih.
Melihat Aria yang tersedu-sedu menahan tangis yang kuat, Su Mi jadi ingin ikut menangis, dia menarik Aria ke dalam pelukan nya dan membiarkan Aria meluapkan segala emosinya.
Dan benar saja, saat merasa nyaman di pelukan Su Mi yang terus menepuk punggung nya agar tenang, Aria pun mengeluarkan air mata nya yang masih terbendung.
Min Ho yang tidak bisa menghibur hanya bisa melihat Aria terisak.
Min Ho mengepal kuat tangan nya menahan emosi karena harus melihat air mata Aria yang jatuh.
Sialan kau Lucas. Aku memang tidak tahu apa hubungan mu dengan Aria, tapi yang aku tahu kau adalah orang hina, maka jangan salahkan aku jika suatu hari hidup mu kesusahan.
Setelah beberapa menit Aria meluapkan emosi nya, akhirnya tangisan nya pun terhenti.
Suara nya berubah parau, mata nya membengkak karena menangis, pipi dan area bibir nya juga memerah.
Su Mi mulai meletakan kompres dingin ke wajah Aria dengan pelan.
__ADS_1
Aria merasa nyaman dengan kompres itu sehingga tidak menyadari di antara mereka ada Min Ho yang dari tadi hanya melihat ke arah Aria.
Aria memejamkan mata nya dan menarik napas panjang.
"Su Mi." Panggil Aria pelan masih dengan mata yang tertutup.
"...Ya."
"Apa aku pantas menerima semua ini. Haha mungkin ini hukuman ku karena dengan percaya diri nya masuk ke kehidupan orang lain, padahal aku hanya ingin merubah jalan hidup ku kali ini, aku ingin mengenal orang lebih banyak, aku ingin berbaur, aku ingin berteman. Apa itu salah."
Mendengar ucapan lirih Aria, Su Mi menjadi sedih, dan Min Ho terdiam.
"Maafkan aku Su Mi, kalau aku merepotkan kalian maka aku akan menjauh, kalian jangan repot-repot melindungi ku, karena aku sudah terbiasa menerima nya, mungkin tidak menerima kekerasan selama ini, merupakan waktu istirahat ku agar mensyukuri hidup bahwa Tuhan masih menyayangi ku."
Mendengar perkataan tak wajar dari Aria, Min Ho menjadi kesal.
"Sudah cukup."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!