
Jin Ho hanya tertawa mendengar perkataan Aria dan juga ekspresi Aria.
"Baiklah, huuuuh...aku Su Mi."
Dengan helaan napas panjang, Su Mi memperkenalkan diri sekali lagi pada Jin Ho.
Setelah perkenalan, mereka bertiga berbincang dengan gembira. Sampai mereka berbicara serius tentang acara sekolah yang hampir saja mereka lupakan.
"Oh ya sebentar lagi akan diadakan pesta penyambutan siswa baru, apa kalian berdua ikut." Tanya Jin Ho disela-sela pembicaraan mereka. Tapi saat membicarakan hal ini Aria mendadak murung.
"Aku tentu saja ikut, karena tidak bisa menghadiri acara ini tahun lalu." Ucap Su Mi.
"Aria...?." Tanya Su Mi. Sekarang semua perhatian tertuju pada Aria, Aria sendiri merasa tidak enak jika berkata dia tidak akan ikut didepan dua orang itu.
Alasan Aria tidak bisa ikut karena dia memang tidak pernah hadir saat pesta penyambutan, dia hanya diperlukan saat berpidato didepan para tamu, dia tidak memiliki gaun karena tubuh nya yang gemuk membuat nya tidak percaya diri.
Tapi Aria menyembunyikan perasaan nya ini demi teman baru nya itu.
"Mmm baiklah, aku juga ikut." Aria tersenyum walaupun palsu.
"Baiklah, karena perayaan nya dilaksanakan bulan depan, mungkin kita akan sibuk karena persiapan." Jin Ho beranjak dari duduk nya dan membersihkan piring kotor yang telah mereka gunakan. Aria membantu Jin Ho mencuci piring, sedangkan Su Mi membersihkan meja.
Suasana di dapur sunyi, hanya cucuran air keran yang membisingkan dapur.
__ADS_1
Jin Ho terus memperhatikan Aria, karena saat pembicaraan mengenai pesta penyambutan itu suasana hati Aria berubah dan wajah nya menjadi murung.
Karena tidak tahan dengan suasana saat ini, Jin Ho pun memberanikan bertanya.
"Ehm...mm Aria apa kau baik-baik saja." Tanya Jin Ho dengan hati-hati.
"Tentu saja, memangnya kenapa." Aria bertanya balik. Saat itu juga piring nya telah selesai di cuci.
"Apa ada masalah mengenai pesta nya." Tanya Jin Ho lagi.
Aria hanya menggelengkan kepala.
"Apa kau butuh tumpangan pulang." Tanya Aria mengalihkan pembicaraan.
Karena Jin Ho datang ke toko nya saat pulang sekolah, dia juga tidak minta untuk di jemput. Karakter Jin Ho merupakan karakter yang mandiri walaupun di balik nya keluarga nya itu sempurna dalam segala aspek, kecuali kekeluargaan.
Aria dan Jin Ho menghampiri Su Mi yang sudah selesai dari tadi. Aria juga bilang pada Su Mi kalau Jin Ho membutuhkan tumpangan pulang.
Perjalanan pulang ke rumah Jin Ho menghabiskan waktu sekitar setengah jam. Aria yang sedari tadi terus memikirkan hal lain sampai tidak fokus dan tidak memperhatikan kalau mereka sudah sampai di kompleks rumah Jin Ho.
Rumah yang berdiri megah dengan warna abu-abu membuat siapa saja yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan bentuk rumah itu.
Karena sudah didepan gerbang rumah, Jin Ho pun turun dari mobil, tapi dia tidak langsung masuk melainkan masih berdiam ditempat memperhatikan Aria di balik jendela mobil.
__ADS_1
Entah kenapa perasaan Jin Ho tidak nyaman, karena Aria bersikap tidak seperti biasanya. Dimana Aria yang selalu tersenyum tulus dan riang itu, dan kini Aria bahkan nampak murung saat mereka di toko kue nya Jin Ho.
tok...tok...
Jin Ho mengetuk jendela mobil dan Aria pun tersentak lalu menurunkan kaca mobil nya.
"Ya...."
Tanpa Aria duga, tangan Jin Ho mengelus kepala nya dengan lembut seakan menenangkan Aria akan masalah nya.
"Aku akan menunjukkan mu sesuatu, jadi kau tidak usah khawatir."
Perkataan Jin Ho penuh teka-teki, tentu saja Aria kebingungan bahkan Su Mi juga.
"Apa maksud...."
"Sudahlah pulang sana, hari sudah mulai gelap." Jin Ho mengangguk ke arah Su Mi sebagai isyarat kalau urusan nya telah selesai.
Mobil Su Mi pun melaju meninggalkan kediaman Ho.
"Tidak perlu khawatir Aria, aku akan membuat orang-orang yang merendahkan mu dulu menjadi tidak berkutik saat melihat mu."
Jin Ho terus memperhatikan bagian belakang mobil sampai sosok itu tak terlihat lagi.
__ADS_1
Bersambung!!!