
Apartemen yang kecil, tapi cukup untuk Aria.Kebutuhan nya juga tak sebanyak orang lain, tapi semuanya terpenuhi. Dia juga bisa masak oleh sebab itu Aria bisa menghemat uang tabungan nya dan juga uang beasiswa nya.
Dan Aria hanya menggunakan setengah uang tabungan nya untuk memperbaiki penampilan nya. Jika di tanya apa dia melakukan operasi plastik jawabannya pasti tidak.
Dalam setahun Aria berusaha keras menurunkan berat badan. Makanan yang dia makan pun sehat untuk orang seperti dia dan hasil nya sama dengan apa yang dia inginkan.
Usaha tidak mengkhianati hasil begitulah menurut Aria.
Hari ini adalah hari minggu. Sekolah libur dan Aria menghabiskan waktu nya sendirian, dia masih belum bisa mengajak Su Mi yang merupakan teman pertama nya itu untuk menghabiskan waktu bersama karena tidak tahu bagaimana cara nya.
"Aku bosan sekali." Aria menatap langit-langit kamarnya.
"Keluar saja lah dari pada bosan sendiri."
Aria memakai jumpsuit dengan lengan sejari dan rambut yang di kepang di dua sisi leher nya, tak lupa juga tas selempang kecilnya.
Setelah selesai bersiap Aria pun berangkat dan mengunci apartemen nya.
Jalanan di kompleks apartemen Aria terlihat lengang hanya sedikit orang yang berlalu lalang.
Dengan santai Aria mengendarai sepeda berkeranjang nya keluar dari kompleks itu.
Setelah keluar memang terasa bedanya, Aria langsung menemui jalan utama dan disini ramai sekali dengan berbagai transportasi yang lewat.
Aria berkendara di atas trotoar sehingga tidak menganggu para pengendara seperti mobil dan bus.
Lama Aria berkendara tanpa tujuan akhirnya dia terhenti saat melihat tokoh kue yang kecil.
__ADS_1
"Seperti nya tokoh baru." Gumam Aria dan menghentikan kayuhan sepeda nya saat sudah di depan tokoh itu.
Aria melihat tanda yang digantung di depan pintu. "DI BUKA".
"Permisi." Dengan santun Aria meminta izin untuk masuk. Dan di depan meja layanan nya juga sudah ada orang.
Apa dia pemilik nya.
"Permisi." Salam Aria lagi.
"Iya silakan mas...uk." Pria itu berbalik dan terkejut melihat siapa yang meminta salam begitu juga sebaliknya.
Walaupun Aria tahu pria ini siapa, tapi dia tidak tahu nama nya.
"Aria." Selidik pria itu
"Kau bisa membuat kue ya." Tanya Aria sambil memperhatikan aneka kue yang dipajang di atas meja.
"Ehh iya." Jawab pria itu.
"Apa aku boleh merasakan sedikit." Walaupun malu, tapi Aria harus bisa merasakan kue gratis dari tokoh kue yang baru.
Kebiasaan lama ku kumat.
Melihat Aria yang seperti nya sangat suka akan kue nya pria itu pun mengeluarkan kue yang dipilih Aria dari kaca penutup nya.
Dan pria itu pun menyerahkan sepotong kue yang sudah di letakkan di atas piring kecil kepada Aria.
__ADS_1
Seperti nya enak sekali.
Aria memasukkan potongan kecil kue itu ke mulut nya.
Dan benar saja dugaan nya. Kue itu enak sekali dan pembuat nya adalah seorang pria.
Aria langsung melihat ke arah pria itu dengan tatapan yang penuh suka cita dan kesenangan.
Tentu saja reaksi Aria ini membuat pria itu tertawa karena menurut nya lucu sekali melihat Aria seperti ini.
Walaupun dia tidak pernah mengenal dekat Aria, tapi melihat dari pertemuan mereka tadi dia kira Aria sosok gadis yang tidak punya kesukaan sama sekali dan juga tidak bisa mengekpresikan sesuatu yang dia suka.
"Apa enak." Tanya pria itu diselingi tawa kecil.
Tidak perlu ditanya lagi. Ini enak sekali ya tuhan. Aku tidak pernah makan kue seenak ini.
Tanpa berbicara Aria mengacungi jempol dan terus makan kue nya sampai habis.
"Untung lah kau suka."
"Apa." Tanya Aria karena merasa janggal dengan perkataan pria itu.
"Maksud ku untung saja enak dan kau pelanggan pertama ku.
Perkenalkan nama ku Jin Ho."
Bersambung!!!
__ADS_1