Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
54


__ADS_3

Aria memilih kembali ke penginapan untuk menyimpan daging nya di lemari es.


Aria begitu senang dengan daging nya sampai tidak menyadari ada orang yang mengikuti nya.


Dengan cepat si pengikut itu meraih bahu Aria.


"Hei." Panggil Min Ho dengan nada dingin.


Hmmm..dia kenapa. Hawa nya tidak enak sekali.


"Ya." Aria memilih menghindari tatapan tajam Min Ho dan kembali melangkah.


Tapi Min Ho masih saja mengikuti Aria.


"Ikut aku." Min Ho menarik tangan Aria membuat Aria hampir tersungkur.


"Hei kau kenapa." Teriak Aria yang sekarang mengikuti kecepatan langkah Min Ho.


Tapi Min Ho tidak mendengarnya dan semakin menariknya kedalam penginapan.


Saat mereka memasuki penginapan hanya terdapat beberapa orang saja di sana, tapi tidak lama hanya sekali tatapan tajam saja membuat semua orang mengerti agar mereka harus keluar dari penginapan itu.


Aria semakin merasa tidak nyaman, dia takut, gelisah, dan khawatir. Dia tidak tahu kenapa Min Ho seperti ini.

__ADS_1


Merasa semua orang sudah pergi, barulah Min Ho melepaskan tangan Aria yang sudah memerah karena bekas pegangan nya.


Aria mengibas dengan kuat saat Min Ho ingin meraih kembali tangan nya. Dia tidak bisa melawan Min Ho karena di tangan yang satu nya masih memegang kotak yang berisi daging tadi.


"Kau kenapa." Ucap Aria setengah teriak, raut wajah ketakutan terpancar di wajah Aria yang mana membuat Min Ho tersadar apa yang telah dia lakukan.


"Aria aku minta maaf." Ucap Min Ho lirih.


Aria tidak mau mendengar permintaan maaf percuma, dia menanyakan kembali kenapa Min Ho bersikap kasar.


"Kenapa." Tanya Aria lagi dengan suara yang tegas.


"Apa kau senang bisa memeluk orang seenaknya." Tanya Min Ho sambil menatap Aria serius.


"Memangnya siapa yang aku peluk." Tanya Aria bingung.


"Kau memeluk orang di lomba tadi, apa kau senang, apa kau segitu membutuhkan tubuh laki-laki untuk ...."


Plakk...


Suasana berubah mencekam, tangan Aria mengepal erat karena lagi-lagi dia menampar orang ini dan kali ini terasa berbeda karena ini disengaja dan saat dia sadar.


Sementara Min Ho membisu, tidak bisa berkata apa-apa. Dia melihat ke arah Aria yang sedang menunduk dan mengepalkan erat tangan nya.

__ADS_1


"Begitu."


"Haha yaa memang begitu. Kau benar." Ucap Aria sambil tertawa lirih. Dia melangkah menuju lemari es dan menaruh daging nya tadi kedalam.


"Baiklah jika kau sudah selesai, aku pergi dulu." Aria melangkah keluar dari penginapan dan tiba-tiba berhenti.


"Ohh yaa..ngomong-ngomong apa kau tidak merasa kalau kau sudah terlalu memasuki hidup ku, dengan siapa aku bersama, dengan siapa aku berpelukan, dengan siapa aku tertawa, itu semua tidak ada hubungan nya dengan mu, kau bukan siapa-siapa bagi ku." Dengan pasti Aria melangkah keluar dan meninggalkan Min Ho yang masih mematung di tempat.


"Benar, aku bukan siapa-siapa nya dia, tapi kenapa aku marah, kenapa aku kesal, dia berpelukan dengan siapa saja aku tidak peduli, itu tidak merugikan ku. Hah apa yang kau lakukan Min Ho." Sambil tertawa paksa Min Ho pun ikut keluar dari penginapan.


Tanpa dua orang itu sadari, sedari tadi ada seseorang yang sudah menguping dari awal mula percakapan mereka.


"Berani sekali dia berbicara seperti itu."


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2