Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
81


__ADS_3

Aarghh kepala ku pusing.


Di dalam kelas Aria terus memikirkan bagaimana nanti saat dia menerima permintaan maaf dari Lucas.


Aria terus meremas rambutnya sehingga membuat Su Mi yang duduk di sampinya merasa resah.


"Aria, kau baik-baik saja." Tanya Su Mi khawatir.


"Hm..tidak apa-apa." Ucap Aria sambil tersenyum paksa.


Aria mengambil sesuatu dari tas nya, dan sesuatu itu adalah ikat rambut.


Karena merasa pengap Aria mengikatkan rambutnya model kuncir rendah dan di letakkan di samping lehernya.


"Akhh enak sekali." Gumam Aria sambil menutup mata.


"Enak apanya." Tanya Su Mi karena mendengar gumaman Aria.


"Bukan apa-apa Su Mi." Ucap Aria masih menutup mata nya.


Kenapa gurunya lama sekali belum masuk..


"Selamat pagi anak-anak." Sapa Bu Guru Sastra Bahasa Korea.


Akhirnya...


Karena guru nya sudah masuk kelas pun di mulai bagai air yang mengalir


.


Tingg..tingg


Bel pelajaran pertama berakhir dan juga sebagai tanda pergantian mata pelajaran.


Dan tak lama bel berbunyi, guru selanjutnya pun masuk dan menyelesaikan kelasnya dengan lancar.


Ting..tingg...


Bel ketiga berbunyi menandakan jam istirahat.

__ADS_1


"Baiklah semua terima kasih atas perhatian nya." Ucap Guru tersebut.


"Ya, bu."


Guru tersebut pun keluar dan di susul dengan anak-anak murid yang juga ikut keluar karena ingin ke kantin.


Aria yang sudah menahan laparnya dari tadi pun bersemangat mendengar bel istirahat berbunyi. Dia terus mendesak Su Mi agar cepat menaruh barang nya.


Tapi saat itu juga Aria dan Su Mi di hadang oleh sekumpulan siswi yang entah apa dendam nya.


"Ada apa." Tanya Su Mi.


Sekumpulan siswi tersebut berjumlah tiga orang. Dan saat Su Mi bertanya mereka tidak mengidahkan malah tatapan mereka tertuju pada Aria di sebelah Su Mi.


"Kau...pergilah."


Ucap salah satu siswi.


"Siapa?, aku?." Tanya Aria sambil menunjuk diri dengan polosnya.


"Bukan kau, tapi dia. Pergi cepat." Perintah salah satu siswi tadi.


"Tidak apa-apa, kau pergilah dulu. Oh ya bilang pada Min Hyuk kalau aku ada kendala." Ucap Aria sambil mendorong Su Mi pergi.


Tapi Su Mi kebingungan dengan perkataan Aria barusan.


"Apa maksud mu." Tanya Su Mi.


"Bilang saja seperti yang aku katakan, ya ok...kesana dadah."


Su Mi pun melangkah menjauhi kelas nya dan Aria. Dia melihat ke belakang dan Aria yang melambai pada nya.


Ada apa ini sebenarnya.


Su Mi mulai khawatir, dia tidak tenang meninggalkan Aria sendiri bersama ketiga siswi yang terlihat agresif tadi.


Aku harus meminta bantuan.


.

__ADS_1


"Apa kau tidak lelah terus melambaikan tangan seperti itu." Tanya salah satu siswi.


"Tidak." Jawab Aria cepat sambil tersenyum ramah.


Karena merasa kesal dengan sikap tenang Aria, salah satu siswi pun mendorong salah satu kursi agar kesannya menakutkan.


"Kenapa kalian mencariku." Tanya Aria mulai serius.


"Apa kau tidak sadar akan kesalahan mu selama ini." Tanya salah satu siswi yang duduk bak raja.


Aria hanya dia melihat nya, dan ikut duduk, sehingga membuat ketiga nya geram.


"Siapa yang menyuruh mu duduk."


"Hm..bukannya kau." Tanya Aria polos.


"Kapan."


"Barusan."


Siswi yang duduk tersebut merasa kesal, marah bercampur aduk.


"Kau...."


"Sebaiknya kau berlaku sopan, apa seperti ini keluarga konglomerat mu mendidik.


Haissh aku paling benci jika berkelahi harus menyinggung keluarga, maka dari itu bersikaplah sopan dan juga aku ini lebih tua dari mu."


Mendengar ceramah panjang lebar Aria siswi yang duduk tersebut murka dan beranjak hendak menampar Aria, tapi sayang nya ada tangan seseorang yang dengan cepat menangkap tangan gadis itu.


"Apa-apaan kalian ini."


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2