Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
149


__ADS_3

Beberapa hari setelah Aria diketahui adalah Seona adik nya Jaejun, kini dia lebih sering berkunjung ke rumah Tuan Chan Ho karena kasih sayang beliau memang tidak pernah pudar.


Tapi lain hal nya Jaejun, dia terpaksa kembali ke Canada untuk melanjutkan kuliah nya, dengan sangat berat hati Jaejun meninggalkan Aria sekali lagi pada paman nya itu.


Walaupun menerima perlakuan mewah, Aria tetaplah Aria dia tidak mau tinggal di rumah paman nya dan memilih untuk tetap di apartemen sederhana nya sendirian, Jaejun dan paman nya menghargai keputusan Aria karena ini kemauan nya.


Kehidupan sekolah Aria juga tidak berubah sama seperti biasanya. Tapi yang berubah disini adalah Min Jae yang sudah tidak lagi bersekolah di FuToDra, semenjak kejadian saat itu pihak sekolah langsung mengeluarkan Min Jae, padahal pikir Aria ini hanya masalah kecil saja, tapi kenapa harus diperbesar seperti ini.


Tapi sekarang bukan saat nya Aria memikirkan hal yang tak penting, karena mulai besok uji test akan dilaksanakan. Aria dan teman-teman nya seharian belajar di perpustakaan untuk mempersiapkan agar hasil uji test mereka bisa memuaskan.


Tok... tok...


Hou Gae mengetuk-ngetuk meja berulang kali mungkin karena mulai bosan belajar, tapi Aria dan Bunny mulai merasa terganggu dengan kebosanan orang ini.


"Bisa kau berhenti." Tanya Aria mulai kesal.


Bukan nya merasa bersalah Hou Gae malah makin menjadi, dia bahkan tertawa kecil sambil mengangkat bahu.


"Ayolah aku mulai bosan, apa kita tidak bisa melakukan hal lain selain belajar." Keluh Hou Gae.


"Jika kau bosan pergilah dari sini." Ucap Aria santai.

__ADS_1


Hou Gae mendengus kesal melihat keketusan Aria.


"Oi, Aria apa kau punya pacar." Tiba-tiba saja Aria di tanya seperti ini, tapi bukan Aria yang terkejut malahan Bunny dan Mou Gae sampai melihat ke arah Hou Gae bersamaan, mungkin karena mereka juga merasa penasaran dengan kehidupan pribadi Aria.


Tapi jawaban Aria sama sekali tidak memuaskan mereka.


"Tidak." Jawab Aria cepat dengan pandangan lurus ke buku yang di baca nya.


"Terus laki-laki yang kemarin itu, apa dia cuma cinta bertepuk sebelah tangan." Tanya Hou Gae lagi.


"Bukan." Jawab Aria lagi dengan cepat.


"Hei, bisa tidak kau jelaskan.... "


Tingg... tinggg....


"Jam istirahat selesai, ayo kita masuk." Ajak Aria dan beranjak dari kursi untuk mengembalikan buku yang dia baca, sementara Gae bersaudara dan Bunny hanya melihat dalam diam.


"Apa kalian menyadarinya." Tanya Bunny masih mematung di tempat duduk nya.


"Yaah, dia menyembunyikan perasaan nya sendiri." Ucap Mou Gae dan langsung beranjak ikut mengembalikan buku ke tempat nya semula.

__ADS_1


"Ck... anak itu belum terbuka sepenuhnya dengan kita." Decak Hou Gae.


Buggh....


"Aargh... kenapa kau memukul ku."


Hou Gae mengusap lengan nya yang barusan di pukul Bunny dengan keras.


"Pengertian lah sedikit, dia belum terbuka dengan kita karena dia tidak mudah percaya dengan orang lain, justru itu bagus sikap nya yang waspada begitu membuat dia tidak mudah untuk disakiti, dan kau jika ingin Aria bersikap terbuka maka berusahalah untuk menjadi teman yang bisa dipercaya. Mengerti sekarang, anak kecil." Ejek Bunny dan meninggalkan Hou Gae.


"Pantas saja saat ini kau tidak pernah bertahan lama dalam berhubungan asmara, kau tidak pengertian sekali, ck ckck...." Gumam Bunny yang dia sengajakan agar Hou Gae mendengarnya, dan tentu saja mendengar ejekan itu Hou Gae kesal dan menyusul meninggalkan perpustakaan mengejar Bunny.


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2