
Bel ke empat sudah berbunyi menandakan berakhirnya jam istirahat dan di mulai jam pelajaran. Aria di temani Min Ho masuk ke kelasnya.
"...Aria." Panggil Min Ho yang sedari tadi terus memperhatikan Aria. Selepas bertemu Lucas tadi, Aria tidak berbicara sedikitpun bahkan beberapa kali panggilan Min Ho tidak ia idahkan.
"Baiklah, kalau begitu aku...pergi dulu." Ucap Min Ho.
Aria tidak membalas perkataan Min Ho.
Sedikit demi sedikit siswa mulai berdatangan ke kelas, Min Ho pun pergi tanpa menerima balasan dari Aria.
Tak lama selepas Min Ho pergi, Su Mi datang dengan tergesa-gesa.
"Aria." Panggil Su Mi setengah teriak menyadarkan Aria yang sudah melamun dari tadi.
"Aa apa."
"Kau baik-baik saja." Tanya Su Mi khawatir.
"Memangnya aku kenapa." Tanya Aria bingung.
"Bukannya tadi kau di cegat sama tiga siswi itu. Kau tidak menyembunyikan kalau kau terluka, kan?."
Su Mi mendirikan Aria dan memeriksa seluruh tubuh Aria.
"Heii aku baik-baik saja." Ucap Aria. Dia ingin segera menghentikkan tindakan Su Mi yang menarik perhatian seperti ini.
"Kau serius." Tanya Su Mi resah.
"Hmm." Aria mengangguk sembari tersenyum membuat Su Mi lega dan duduk kembali di tempat nya.
__ADS_1
"Apa urusan orang-orang itu tadi dengan mu." Tanya Su Mi kesal.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Karena tadi Min Ho datang jadi mereka tidak mengatakan apa urusan mereka sebenarnya." Ucap Aria dan tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Aaa Min Ho mana...." Aria mengedarkan pandangan nya mencari Min Ho.
"Dia sudah tidak ada disini saat aku datang, memangnya dia kesini."
"Mm aku rasa dia mengantar ku kesini tadi." Gumam Aria yang masih bisa terdengar oleh Su Mi.
"Pokok nya yang penting kau tidak kenapa-kenapa. Tadi nya aku mau minta bala bantuan, tapi aku tidak...bisa." Ucap Su Mi pelan.
Mendengar ucapan Su Mi dan perubahan raut wajah nya senyum sendiri, Aria mengira kalau Su Mi habis bersama dengan Min Hyuk.
Dasar...jika aku dalam bahaya sungguhan apa dia akan menolong ku.
Tapi...kapan Min Ho pergi ya, kenapa aku tidak menyadari nya...
.
*Apa dia sungguh tidak mau bersamaku lagi. Apa aku segitu buruknya. Hidup ku benar-benar hancur sekarang. Ayah memblokir kartu ku, reputasi di sekolah ku hancur, dan lebih buruknya aku tidak bisa menarik perhatian gadis-gadis lagi.
Kenapa hanya karena seorang gadis, hidupku berantakan. Jika dia tidak mau kembali pada ku secara suka rela, maka aku akan memakai caraku sendiri*.
Di dalam kelas nya, Lucas tidak kosentrasi mengikuti pelajaran, dia malah memikirkan hal lain.
Sementara Jin Ho, Min Hyuk dan Min Ho mengikuti pelajaran dengan hikmat.
Walaupun kadang-kadang sekelabat masalah menghampiri pikiran mereka.
__ADS_1
Apa Aria sungguhan bertemu dengan Lucas tadi, ya. Apa dia sudah memaafkan bocah ini. Jin Ho.
Apa aku harus bertanya?, tapi kalau tidak bertanya aku akan mati penasaran.
Tapi sepertinya masalah mereka lumayan besar.
Dasar Lucas, segala rumor tentang nya selama ini aku tidak peduli, tapi jika bersangkutan dengan Aria aku tidak bisa tidak peduli. Min Ho.
Target tatapan Min Ho dan Jin Ho sama berfokus pada Lucas yang duduk di depan, sementara Min Hyuk karena merasa ada sesuatu yang aneh dia pun melihat Jin Ho dan Min Ho bergantian.
Melihat tatapan mereka berdua kemana Min Hyuk mengikuti kemana ujung tatapan itu.
Waaaw...hahaha ada apa ini. Min Hyuk.
Sementara yang mendapat tatapan merasa punggung nya di tusuk-tusuk oleh sesuatu.
Lucas melihat ke belakang, tidak ada apa-apa.
Begitu juga Min Ho dan Jin Ho langsung melepaskan tatapan nya dan melihat ke arah yang lain, membuat Min Hyuk cekikikan.
"Kau kenapa." Tanya Jin Ho yang duduk di sebelah Jin Ho.
"Tidak apa-apa." Ucap Min Hyuk sambil menahan tawa.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!