
{ Akhir pekan }
Seperti yang di janjikan kemarin Aria setuju untuk ikut dengan Jaejun ke rumah sakit. Dan saat ini Aria sedang menunggu kabar dari Jaejun (mereka bertukar nomor ponsel saat hari Jaejun mengajak Aria ke rumah sakit).
Tingg...
Sebuah notifikasi ponsel Aria terima dan ternyata itu pesan dari Jaejun yang memberitahukan kalau dia sudah ada di depan apartemen Aria.
Aria pun bergegas turun dan mendapati Jaejun di dalam mobil nya.
Entah kenapa Aria langsung teringat seseorang saat ini.
"Kau sudah siap." Tanya Jaejun saat Aria sudah memasuki mobil nya.
"Sudah."
Dan Jaejun pun melajukan mobil nya keluar dari kawasan apartemen Aria.
Dalam perjalanan mereka yang lumayan jauh, hanya kesunyian yang terdapat di dalam mobil itu.
Sampai Jaejun mengatakan sesuatu yang mungkin akan terasa panjang.
"Aku sangat berharap kalau kau adalah adik ku, Aria." Ucap Jaejun dengan tatapan yang fokus ke depan.
"Kenapa begitu." Tanya Aria.
"Yaah hanya berharap saja, karena orang seperti mu membuat orang lain ingin melindungi mu. Mungkin kau tidak menyadari nya, tapi aku yakin teman yang kau punya sekarang memiliki perasaan ini." Jelas Jaejun sambil tersenyum lembut.
Mendengar itu, Aria terdiam, dia menggenggam erat sabuk pengaman di dada nya.
Tapi seperti nya apa yang di katakan Jaejun benar, walaupun kesan nya terlambat karena Aria mulai mendapatkan teman saat dia sudah berubah, dan saat dia bersandar pada seseorang saat masa-masa berat itu Aria sama sekali tidak punya.
"Yaahh... mungkin aku termasuk orang beruntung." Ucap Aria sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
"Oh ya, kau sudah janji mau menceritakan bagaimana adik mu hilang, kan." Pinta Aria.
Jaejun tidak menjawab perkataan Aria, dia mengetuk-ngetuk setir dengan jari-jari nya
"Haaa...baiklah."
{ Flashback }
"Seona, apa kau mau ikut liburan bersama ayah." Ajak tuan Seong Chan Ho pada gadis kecil yang duduk pangkuan nya itu.
"Liburan kemana." Tanya Seona dengan suara khas anak kecil.
"Kemanapun yang kau suka akan ayah turuti. Ok...." Tuan Seong Chan Ho berusaha membujuk Seona.
Dan tidak seperti Seona yang polos, justru Jaejun hanya melihat mereka berdua dalam diam.
"Chan Ho, kau mau ajak Seona kemana lagi." Tanya ibu yang kebetulan mendengar apa yang tuan Chan Ho katakan pada Seona.
"Tapi Chan Ho...."
"Ibu, ayo kita liburan." Akhirnya Seona terbujuk dan mengajak serta ibu dan kakak nya itu.
"Kakak juga ayo kita Seona."
Entah mungkin karena ajakan Seona yang tidak dapat di tolak, akhirnya mereka menyetujui dan pergi berlibur.
Perjalanan menuju bandara di iringi dengan lagu yang Seona lantunkan.
Semua orang tertawa mendengar nya, tapi kebahagiaan itu seketika hancur saat mereka di tabrak oleh sebuah truk yang melaju kencang tanpa arah.
Mobil menggelinding keluar jalur dan terjatuh ke sungai besar di bawah nya.
Semua yang ada di mobil tidak dapat bergerak karena kesakitan yang mereka dapat.
__ADS_1
Arus lalu lintas terhambat karena kecelakan itu dan petugas kepolisian dengan cepat menghubungi bala bantuan nya.
Sementara keadaan di dalam mobil, Jaejun dengan tangan yang penuh darah masih bisa menggenggam erat tangan kecil Seona. Dengan mata yang terbuka sedikit dia melihat keadaan ibu dan tuan Chan Ho.
"Ibu...." Panggil Jaejun lirih.
"Ayah...." Panggil nya lagi.
"Seona...." Jaejun memanggil adik di samping nya yang sudah tidak sadarkan diri.
"Seona, bangun...."
Air sedikit demi sedikit mulai memenuhi mobil.
"Jaejun... Jaejun kau sadar nak." Tuan Chan Ho berusaha membuka mata nya dan menguasai diri agar tidak pingsan.
Jaejun menitikkan air mata nya melihat kekacauan sekarang, dia berusaha membuka pintu mobil begitu juga tuan Chan Ho.
Untung nya pintu mobil mudah di buka dan mereka berdua membawa masing-masing orang di dalam nya.
Saat tenaga mereka sudah tidak mampu lagi untuk berenang ke permukaan bala bantuan polisi pun datang.
Jaejun yang sudah tidak sanggup lagi akhirnya kehilangan kesadaran nya.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1