
Di pinggiran pantai telah dipenuhi siswa yang dengan riang bermain disana, ada yang terus mengabadikan dengan foto dan pemandangan yang ada.
Disisi lain, Aria dan Su Mi duduk dengan tenang, merasakan angin dan cahaya matahari yang kian memanas.
Apa boleh mandi, kelihatan nya seru, apa di dalam nya ada ikan yang bagus ya, kalau dapat yang ikan yang bagus, apa bisa dijadikan menu nanti malam.
Aria terus memikirkan hal konyol dalam lamunan nya sehingga tidak mendengar ada orang yang memanggil.
"...ria."
"Aria."
Panggil Su Mi sambil mengguncang tubuh Aria.
"Emm ya apa."
"Kau lagi memikirkan apa hei." Tanya Su Mi kesal, karena Aria tidak mendengar apa yang dia bicarakan.
"Tidak apa-apa. Hei kau harus menolong ku nanti ya."
"Apa nya." Tanya Su Mi bingung.
"Menolong ku untuk memasak, apa kau mau membiarkan teman mu ini bekerja sendiri." Gerutu Aria.
"Ahaha itu, iya iya..mana mungkin aku membiarkan mu bekerja sendiri." Ucap Su Mi dengan nada bujukan agar Aria tidak marah.
"Heeupp." Aria memasang wajah cemberut yang mana saat orang lain melihatnya terlihat lucu.
__ADS_1
"Waah lucu nya Aria ku, aku beruntung sekali punya teman seperti mu." Dengan kegirangan Su Mi memeluk erat Aria dari samping, dan momen itu dilihat sekelebat orang terutama kawanan pria yang dekat dengan Aria.
Astaga, bagaimana bisa teman perempuan nya itu memeluk nya seperti itu. Min Ho
Curang sekali dia, mentang-mentang sesama perempuan. Min Hyuk
Apa aku boleh kesana. Jin Ho
Aria.... Lucas
.
"Karena sekarang kalian semua sudah kenyang, pastinya kalian semangat kan kalau hari ini kita akan bermain." Dengan penuh semangat salah satu guru merencanakan apa kegiatan mereka pagi ini.
Semangat sang guru tertular ke murid nya yang merespon dengan semangat yang tak kalah.
"Kira-kira permainan apa yang seru." Tanya guru tersebut meminta pendapat yang lain.
"Tenaga laki-laki itu lebih besar daripada perempuan, bagaimana bisa."
"Yaa itu sih karena kalian saja yang lemah."
Dengan nada dan gaya yang meremehkan nya itu, siswa yang memberi usulan tadi langsung hajar oleh sekumpulan siswi.
Ahaha astaga.
Aria hanya melihat siswa tersebut di pukul habis-habisan, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena siswa tersebut memang salah. Apalagi dia meremehkan perempuan.
__ADS_1
Aku juga marah kalau ada yang meremehkan ku.
"Hoi, apa kau marah karena si remehkan." Ejek Min Ho yang tiba-tiba berada di samping Aria.
"Hah, memangnya siapa yang tidak marah kalau diremeh kan, kau juga kalau misalnya aku meremehkan mu memanya kau terima."
Min Ho terdiam sejenak mendengar ocehan Aria, dan langsung tersenyum kecil.
"Memangnya hal apa yang membuat mu bisa meremehkan ku." Entah apa maksud Min Ho ini, wajah bahagia nya ini tidak bisa dia sembunyikan dan dia suka sekali membuat Aria marah karena menurut nya lucu jika melihat Aria seperti itu.
Aria mendelik kesal pada Min Ho. Memang benar, apa ada hal yang membuat Aria bisa meremehkan Min Ho, seperti nya tidak ada.
"Ckk...." Aria menyilangkan tangan di dada dan kembali memasang wajah kesal.
"Jangan seperti ini, kau seperti anak kecil yang tidak diberi uang jajan saja."
Min Ho mendumel-dumel pipi Aria dengan telunjuk nya, bahkan Min Ho tidak lagi bersembunyi agar orang lain tidak bisa melihat ekspresi berbeda nya ini.
Tanpa dia sadari, ada guru yang melihat kedekatan mereka berdua dan merencanakan sesuatu yang pasti nya seru.
"Hmm...bagaimana kalau permainan pasangan."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!