Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
120


__ADS_3

Semua pengunjung game center saat itu banyak menaruh perhatian saat Min Ho mulai mencapai level tinggi dimana dia semakin cepat dan dengan penampilannya yang sudah acakan membuat pesona nya semakin meningkat di mata orang-orang.


Hahah dasar pemikat.


Aria tertawa kecil melihat orang-orang yang saat ini sedang melihat Min Ho.


Sampai selang beberapa waktu lagu berhenti.


Min Ho langsung turun dari pijakan dan seketika terduduk dengan napas yang terengah.


Min Ho tidak melihat Aria disana lagi, sampai dia mengedarkan pandangan nya dan mendapati Aria sedang mengambil minuman dari vending machine.


Setelah mendapat minumannya, Aria kembali dan melihat Min Ho yang sudah seleaai dengan permainan nya.


"Ohh sudah selesai."


Aria menghampiri Min Ho dan menyerahkan minuman yang tadi dia dapat. Min Ho menerima dengan sepenuh hati dan langsung meneguk dengan cepat.


"Berapa poin nya." Tanya Aria melihat ke layar permainan.


Aria melihat Min Ho mendapatkan skor 300, lumayan.


"Skor mu lumayan, Min Ho." Ucap Aria.


"Tentu saja, dan kau harus melampaui atau kau yang harus menerima permintaan ku."


Dengan nada bersaing, Min Ho memanasi Aria agar bisa mengalahkan nya.

__ADS_1


"Heh meremehkan ku, Tuan Muda." Aria mulai terpojok dan bersiap memulai permainan nya.


Pakaian yang Aria pakai saat ini sangat menguntungkan nya dalam bergerak bebas.


Dengan memakai pakaian model swag, celana pendek sedikit di atas lutut dan baju lengan panjang hampir seluruh tangan nya terbenam dalam panjang nya lengan baju, dan rambutbm nya yang di kuncir satu membuat Aria sangat segar dan bebas.


Sama hal nya seperti Min Ho, Aria melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan lagu tempo rendah.


Sebelum itu, Aria meregangkan badan dan lehernya sehingga sering terdengar kretekan tulang membuat Min Ho tertawa.


"Jangan berlebihan nanti tulang mu lepas dari tempat nya." Ucap Min Ho sambil tergelak.


Bukannya kesal atau marah, Aria malah ikut tertawa karena apa yang di ucapkan Min Ho itu hanyalah candaan.


Aria memulai pemanasan nya. Dia bergerak sesuai arahan dan mengikuti irama, wajah sumringah nya tidak pernah pudar sehingga membuat Min Ho terbawa-bawa dan tidak berhenti tersenyum.


Selang beberapa menit, lagu tempo rendah berakhir dan di mulailah pertandingan sebenarnya.


"Yaaa begitu lebih baik." Min Ho membalas ucapan Aria dengan tawa.


Saat melihat Aria yang mulai terengah, tapi masih semangat membuat Min Ho berinisiatif memvideokan momen saat ini.


"Ayolah, kau tidak akan kalah dari ku kan." Ucap Min Ho sengaja memancing Aria berbicara karena dia sudah mengaktifkan video ponsel nya.


"Hah akuu... tidak akan kalahh. Kau... lihaat saaja, Min Hoooo." Aroa berteriak di tengah napas tersengal nya, membuat orang yang lalu lalang kaget dan melihat ke arah mereka.


Tapi dua orang itu tidak peduli, Aria yang masih berusaha mencetak akor tinggi, sementara Min Ho terus cengengesan mereka Aria.

__ADS_1


Melihat permainan DDR yang seru orang-orang pun bergerumbul kembali, semua orang yang melihat Aria terus berbisik memuji dan kagum karena perawakan Aria yang terus saja tersenyum walaupun lelah.


Sampai ada seorang anak kecil yang meneriaki Aria.


"Kau bisa, kak." Ucap bocah perempuan yang berada tak jauh di belakang Aria.


Mendengar itu, Aria semakin semangat, skor nya hampir melewati Min Ho, dan tempo lagu nya semakin cepat.


Aria terus menari dengan semangat sampai dia melihat skor nya tinggi dari Min Ho barulah dia berhenti.


"Aah.. haa... aku menang... Wooo aku menang. Hahahha." Melihat Aria tertawa semua orang yang melihat nya ikut tertawa tak terkecuali Min Ho.


Aria dan Min Ho pergi dari permainan DDR dan mencari tempat istirahat.


"Nah." Min Ho menyerahkan sebotol minuman menyegarkan kepada Aria dan Aria dengan senang hati menerima nya.


"Karena aku menang maka terima lah perintah ku hari ini. Haha." Ucap Aria dengan suara di buat-buat seperti atasan galak.


Min Ho tertawa kecil.


"Baiklah, sesuai perintah mu, Nona."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2