
"Maaf, pak jika kesini tanpa di panggil, tapi saya menjadi saksi kalau Aria tidak pernah melakukan perundungan." Ucap Bunny.
Melihat itu, guru nya hanya bisa menghela napas.
"Baiklah, Kyo Sin Ae, jadi jelaskan dengan rinci dan jelas tentang semua nya." Pinta guru nya.
Karena di perbolehkan menjelaskan, Bunny pun menjelaskan awal kejadian dimana Min Jae terjatuh dan menerangkan kalau Aria tidak pernah membully siapapun itu, karena dia selalu bersama Aria, malahan Bunny yang sering mengerjai dan kesal dengan orang lain, tapi Aria dengan santai nya menghentikkan perbuatan nya.
"Begitu, baiklah terima kasih atas kerja sama mu, Kyo Sin Ae, sekarang kau boleh pergi."
"Tapi, pak anda tidak akan menghukum Aria, kan." Cemas Bunny.
"Keluar atau kau yang akan aku hukum." Ancam guru nya dan ternyata berhasil.
"Baiklah, Aria kau tenang saja." Bunny memeluk Aria singkat, tapi menatap tajam pada Min Jae.
"Kau dalam masalah...." Bisik Bunny pada Min jae.
"Eheem." Guru nya berdehem karena melihat Bunny seperti itu.
Akhirnya Bunny keluar dan meninggalkan Aria, Min Jae dan guru nya di sana.
"Dan untuk Aria kau juga boleh keluar, sementara Jo Min Jae akan tetap berada disini sampai dia bisa menjelaskan kenapa dia sampai berbicara bertolak belakang dengan mu."
Sebelum menuruti kemauan guru nya, Aria melihat Min Jae dengan tatapan khawatir.
"...baik, kalau begitu saya permisi, pak." Aria membungkuk hormat dan keluar dari ruang guru.
__ADS_1
Di luar sudah ada Bunny dan Gae bersaudara.
"Apa sudah selesai, kau di hukum." Tanya Bunny cemas.
"Tidak, tapi apa Min Jae akan baik-baik saja." Bukan nya lega, Aria malah khawatir dengan orang yang memfitnah nya sendiri.
"Hei lamban, apa kau masih merasa kasihan dengan orang seperti itu." Ucap Jou Gae ketus.
Entah kenapa Aria selalu kesal kalah Hou Gae memanggil nya lamban.
"Kau...."
"Sudahlah, ayo kita pergi, tidak bagus kita berada disini lama-lama." Ajak Mou Gae dan mereka semua pun pergi dari sana.
Aria dan teman-teman nya pergi ke kantin dan secara tak di sengaja mereka bertemu dengan Jaejun.
Karena menyadari kalau segerombolan orang ini baru saja pergi dari ruang guru, Jaejun pun bertanya.
"Apa yang kalian baru saja pergi dari ruang guru." Tanya Jaejun dan Bunny mengangguk.
Jaejun melihat Aria yang sedang memikirkan sesuatu.
"Maaf, apa aku bisa meminjam Aria sebentar."
Ucap Jaejun membuat semua nya tanpa terkecuali terkejut.
"Haa...?."
__ADS_1
"Aku?." Tanya Aria.
"Iya."
Aria terlihat berpikir terlebih dahulu sebelum mengiyakan.
"Baiklah, kalian duluan saja, nanti aku akan menyusul." Ucap Aria.
"Baiklah, harus nyusul nanti, ya." Pinta Bunny dan Aria mengangguk sambil tersenyum.
Bunny dan Gae bersaudara pergi meninggalkan Aria dan Jaejun sendiri.
"Hei, apa menurut mu dia minta balikan Dengan Aria." Curiga Hou Gae dan melihat ke belakang dimana Aria dan Jaejun berada karena masih mengira kalau Jaejun di putusi sepihak oleh Aria.
"Hmm mungkin saja, memang orang seperti Aria siapa yang tidak tertarik dengannya, mungkin saja dia melakukan kesalahan dan ingin minta maaf." Lain lagi, Mou Gae seratus persen salah paham.
"Yaah mungkin saja dia menyesal, tapi... apa kalian berdua tidak ada rasa lebih dari teman pada Aria." Tanya Bunny membuat Gae bersaudara terdiam dan melihat satu sama lain.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1