
Aria mempersilakan Min Ho masuk dan duduk di sofa nya. Dan disini tidak ada perubahan berarti, masih sama saja seperti terakhir kali yang Min Ho lihat.
Sementara Aria pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian yang santai.
"Kau sama sekali tidak berubah, Aria." Ucap Min Ho saat melihat tatanan peralatan dan perabotan di apartemen itu.
"Memang nya dalam setahun orang bisa berubah begitu cepat." Ucap Aria menanggapi perkataan Min Ho.
"...." Kedua nya saling berpandangan dan Aria menyadari dirinya sendiri berubah drastis dalam satu tahun.
"Ohh.. maafkan aku." Sadar Aria.
"Apa kau dan Jin Ho bersamaan pulang nya." Tanya Aria ikut duduk di sofa.
"Hm? Kau sudah bertemu Jin Ho duluan." Min Ho malah balik bertanya, karena dia mengira akan bertemu Aria lebih dahulu, bukannya Jin Ho.
"Iya, aku pergi ke toko nya tadi dan aku kira dia tidak ada disana, tapi ternyata ada." Jelas Aria.
Kurang ajar...aku seharian menunggu disini, tapi ternyata dia kesana.
Aria melihat wajah Min Ho yang mendengus kesal lantas kebingungan.
"Kau kenapa lagi, ehmm tapi kapan kau datang ke apartemen ku, di lihat dari jarak mu yang dekat seharusnya kau memanggil ku bukannya mengagetkan ku." Tanya Aria.
"Aku ketiduran." Ucap Min Ho menghela napas panjang.
"Haa...?."
"Apa kau tidak menyadari ada mobil di depan, seharusnya kau membangunkan ku." Dengus Min Ho.
__ADS_1
"Itu kau...aku kira siapa." Ucap Aria tanpa merasa bersalah.
"Bukannya kau tahu kalau itu mobil ku." Tanya Min Ho lagi.
"Yaah aku memang merasa mobil itu familiar, tapi tidak mungkin kan aku langsung menghampiri orang di dalam, coba kau bayangkan jika di dalam nya bukan kau, tapi ayah mu atau keluarga mu. Ckk kenapa otak mu tidak di pakai sama sekali." Decak Aria yang mulai kesal karena Min Ho memarahi nha karena tidak membangunkan nya
Otak ku otomatis mati jika berurusan dengan mu, Aria.
"Sudah lah lupakan. Aku kesini bukan untuk mengajak mu bertengkar."
"Ah iya, aku ingin bertanya ini tadi, seragam sekolah mu tadi, itu bukan seragam sekolah kita kan." Tanya Min Ho karena langsung teringat seragam yang dia lihat tadi berbeda.
"Ohh itu, aku sudah pindah sekolah." Jawab Aria santai.
"Apa... pindah, bagaimana bisa, kau kan murid tahun terakhir memangnya boleh." Tanya Min Ho tidak percaya.
"Hmm... aneh." Ucap Min Ho.
"Apa kau hanya ingin menanyakan itu." Tanya Aria.
"Tentu saja tidak, aku kesini karena ...merindukan mu." Gumam Min Ho sampai suara nya tidak bisa Aria dengar.
"Apa kau bilang." Tanya Aria.
"Bukan... bukan apa-apa." Elak Min Ho.
"Aku hanya mampir sekalian melihat apa kau berubah 'lagi' dalam waktu satu tahun." Ucap Min Ho.
"Yaa seperti yang kau lihat masih sama saja." Ucap Aria.
__ADS_1
"Apa sekolah baru mu menyenangkan." Tanya Min Ho.
Mendengar pertanyaan itu, entah kenapa seketika mood Aria langsung naik dan merasa senang.
Dan karena senang itu, Aria pun menceritakan bagaimana kisah nya di sekolah baru nya itu. Mendengar Aria mau bercerita seperti ini tentu Min Ho merasa terkejut karena gadis itu sudah mulai membuka dirinya dan Min Ho dengan senang hati mendengar cerita panjang lebar Aria.
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit Aria pun mengakhiri ceritanya.
"Aku tidak tahu ada pengetestan seperti itu dan untung nya aku bisa mengatasi nya." Ucap Aria sambil berbangga diri.
"Syukurlah." Ucap Min Ho tanpa sadar mengusap kepala Aria.
"Aah aku juga punya cerita, tapi menyebalkan pastinya." Ucap Min Ho saat dia tersadar akan perlakuannya. Entah kenapa Min Ho merasa hubungan nya dengan Aria saat ini canggung, tidak seperti saat sekolah dulu bahkan Min Ho tak tahu malu nya mencium pipi Aria.
"Menyebalkan?, cerita seperti apa." Tanya Aria penasaran, dia sepertinya tidak terlalu peduli dengan yang Min Ho lakukan barusan.
"Hmm saat aku pulang kemarin rumah ku seperti nya akan kedatangan orang baru lagi dan aku tidak suka itu. Ayah selalu saja memungut orang luar tanpa bertanya lebih dahulu pada ku." Ucap Min Ho dengan nada kesal.
"Hmm begitu,...ehh apa kau bilang."
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1