
"Taraa." Dengan riang Aria mempersembahkan toko kue Jin Ho pada Su Mi, tapi Su Mi hanya mengangguk-angguk membuat Aria merengut.
"Kau tidak suka." Tanya Aria dengan wajah cemberut.
"Tentu saja aku suka, ayo kita masuk." Su Mi menarik tangan Aria masuk ke toko.
Su Mi melihat toko ini tidak memiliki pelanggan satu pun.
"Aria, apa benar toko ini laris, kenapa sepi sekali." Bisik Su Mi pada Aria yang juga heran kenapa seperti nya Jin Ho menutup toko nya lebih cepat.
Mereka berdua melihat seseorang di depan meja layanan.
Saat Aria ingin memanggil seseorang itu yang tak lain adalah Jin Ho, Su Mi lebih dulu memanggil nya.
"Permisi." Ucap Su Mi.
Tapi yang di panggil tidak berbalik dan malah mengusir kedua orang itu.
"Maaf, toko sudah tutup kembalilah besok." Ucap Jin Ho tanpa berbalik melihat siapa di belakang nya.
Aria pun berbicara karena nada Jin Ho terdengar dingin.
"Jin Ho." Panggil Aria.
Mendengar suara tak asing itu Jin Ho pun berbalik dan terkekut dengan siapa yang datang ke toko nya.
__ADS_1
"Aria."
"Kau datang...." Seketika raut wajah Jin Ho dan nada suara nya berubah menjadi hangat. Hal ini lagi-lagi terasa janggal oleh Su Mi.
"Kau kenal dia." Tanya Su Mi.
"Tentu saja, kalau tidak bagaimana mungkin aku membawa mu kesini jika tidak tahu dengan pemilik nya." Jelas Aria dengan bangga.
"Hah...pemilik? Dia?." Su Mi terkejut mendengar perkataan Aria. Apa benar Jin Ho pemilik toko ini. Dia tahu Jin Ho berasal dari keluarga seperti apa.
"Iya." Jawab Aria senang.
Su Mi melihat penampilan Jin Ho dari atas sampai bawah.
"Hoi, hoi kenapa kau sampai melihat nya begitu. Apa kau menyukai nya." Goda Aria sambil menyenggol bahu Su Mi.
Su Mi pun tersadar dan mengelak godaan Aria.
"Dia memang tampan, tapi aku tidak mengenal nya." Ucap Su Mi dengan serius membuat Aria tergelak.
"Ho...ho Su Mi-ku sudah dewasa." Aria memeluk erat Su Mi dan tentu saja Su Mi menyukai nya, tapi hal ini menyakiti mata Jin Ho. Bagaimana pun dia mencoba memberikan Aria sesuatu yang istimewa, tapi kenapa perhatian nya teralihkan pada teman nya itu.
"Hei...hei, aku cemburu." Ucap Jin Ho merengut.
Perkataan Jin Ho membuat Aria terkejut, tapi masih dia anggao sebagai candaan.
__ADS_1
"Kau bukan teman ku, jadi jangan cemburu." Canda Aria membuat Su Mi merasa senang kalau dia telah dianggap teman oleh Aria, tapi Jin Ho yang belum dianggap teman oleh Aria merasa tertantang agar bisa membuat Aria nyaman dan bisa menerima nya walaupun hanya teman.
"Aaaa...hati ku sakit sekali mendengar nya. Bagaimana kalau kita taruhan, jika hidangan ku bisa membuat mu senang bisakah kau menerima ku dan menganggap ku teman." Jin Ho tersenyum kecil pada Aria.
Tanpa pikir panjang Aria pun menyetujui taruhan Jin Ho.
"Baiklah, tapi jika tidak apa kau mau mengabulkan permintaan ku."
Jin Ho tersenyum licik karena dia tahu apa yang disukai Aria, jadi tidak mungkin kalau dia kalah.
"Tentu saja, tuan putri-ku." Jin Ho membungkukan badan seolah sedang melayani seorang putri kerajaan, walaupun Aria merasa terhibur dengan perlakuan Jin Ho, tapi Su Mi merasa aneh dengan suasana nya sekarang.
.
Aria dan Su Mi duduk di tempat yang telah disiapkan oleh Jin Ho, menunggu sesuatu yang kata nya terbaik.
Su Mi beberapa kali melihat Aria dan Jin Ho bergantian, mengamati situasi untuk membicarakan sesuatu.
Tapi saat Su Mi ingin berbicara, Jin Ho pun datang.
"A...."
"Ini dia...."
Bersambung!!!
__ADS_1