Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
92


__ADS_3

Saat pulang sekolah Min Ho yang sudah lebih dulu keluar menunggu Aria di depan mobilnya.


"Aria." Panggil Min Ho dengan wajah senang berseri-seri membuat semua orang yang memperhatikan mereka iri dengan hubungan Aria dan Min Ho.


Aria membalas lambaian tangan Min Ho dan juga ikut senang. Dia menghampiri Min Ho.


Sementara Min Ho yang melihat Aria terus sumringah merasa heran tapi di selingi tawa.


"Ohoo, kau senang sekali seperti nya."


"Hmm tentu, aku sudah memiliki kesempatan agar Lucas mundur." Bisik Aria.


"Baiklah, kita bicara di dalam." Min Ho membukakan pintu mobil untuk Aria dan dia pun dengan senang masuk ke dalam mobil.


Aria juga mulai terbiasa dengan sikap perhatian Min Ho selama ini.


Setelah Aria masuk ke mobil, Min Ho pun ikut masuk.


Min Ho buru-buru menghidupkan mobil dan meninggalkan area sekolah.


"Apa mereka berdua pacaran sungguhan, ya."


Jin Ho yang melihat dan mendengar kabar kalau kakak nya dan Aria berpacaran pun penasaran, dia juga tidak mendekati Aria karena kakak nya selalu menempeli Aria.


.


"Jadi kesempatan seperti apa." Tanya Min Ho saat mereka sudah meninggalkan sekolah.


"Sebentar, aku mau bertanya lebih dulu." Ucap Aria.


"Hmm baiklah."


"Apa kau ikut tim basket di festival mendatang." Tanya Aria.


"Tadi nya iya...."


"Tadi?."


"Karena mereka memilihku tanpa persetujuan, dan aku juga tidak suka kegiatan menguras tenaga seperti itu. Jadi nya aku menyuruh mereka mencari anggota lain. " Keluh Min Ho sambil menaikan kacamata nya.


Mendengar perkataan Min Ho, Aria yang tadi nya senang kini sedikit sedih.


"Hmm begitu."


Bagaimana ini, kalau dia tidak ikut...tapi tidak apa-apa juga kan karena disana juga ada Jin Ho.

__ADS_1


"Sekarang giliran mu, kesempatan apa yang kau punya." Tanya Min Ho dengan pandangan fokus ke depan.


"Kesempatan nya hilang." Jawab Aria cepat, entah kenapa rasanya kesal saat Min Ho undur diri.


"Tiba-tiba." Bingung Min Ho, barusan Aria bilang ada kesempatan, tapi kenapa sekarang tidak ada.


"Yaa sudah hilang."


Kenapa aku merasa kesal, tapi bukannya wajar saat bahagia ku hancur karena dia yang tidak mau melakukan hal yang menguras tenaga.


Tapi dia tidak tahu kesempatan apa kan yang ku maksud...?


Sudah lah...


Min Ho melihat sekilas ke samping dimana Aria duduk. Dia melihat Aria memalingkan wajah melihat keluar jendela.


Apa aku membuatnya kesal?. Tapi kenapa bagian mana dari perkataan ku yang membuat nya kesal... atau mungkin....


Perjalanan dilalui dengan sunyi, hanya bunyi kendaraan lalu lalang yang memenuhi situasi saat ini.


"Ceritakan pada ku kesempatan apa yang kau punya." Pinta Min Ho dengan lembut hampir seperti bujukan.


"Tidak ada guna nya lagi." Ucap Aria dingin.


Min Ho sungguh bingung bagaimana menghadapi situasi sekarang.


Saat Min Ho ingin berbicara, tiba-tiba Aria bersuara.


"Begini.... "


"Sudah sampai."


Tanpa Min Ho sadari kalau mobilnya sudah di depan apartemen Aria.


Karena sudah sampai di apartemennya, Aria pun melepaskan sabuk pengaman dan hendak turun, tapi saat pintu mobil sudah terbuka sedikit dengan gerakan tiba-tiba Min Ho menarik kembali pintu mobil sampai tertutup.


Aria berbalik dan mata nya terbelalak saat hidung nya menyentuh hidung Min Ho.


"Kenapa." Tanya Aria berusaha menyembunyikan kegugupannya dan memegang hidung nya.


"Ceritakan dulu." Pinta Min Ho kali ini terdengar tegas sehingga Aria mengalah.


"Huhhh baiklah, tapi kau mundur sana." Pinta Aria dan langsung dituruti Min Ho.


"Begini, rencana nya aku akan ikut tim pendukung terutama seperti gadis-gadis yang menyoraki sekutunya dalam basket kau tahu, nah karena dalam tim basket itu aku dengar kau ikut, bahkan Lucas juga ikut, jadi kesempatan nya aku ingin terlihat sa~ngat bersemangat menyorakimu agar Lucas kesal...."

__ADS_1


"Tapi karena kau mengundurkan diri kesempatan itu pun hilang, tapi aku juga tidak bisa mengundurkan diri dari tugas ku, walaupun kesempatan ku gagal tugas ku menyoraki tim basket sekolah tetap ada. Hmm setidaknya disana ada Jin Ho jadi aku bisa saja menyemangati nya." Jelas Aria.


"Aku akan ikut tim basket lagi jika kau menuruti keinginan ku." Ucap Min Ho dengan cepat, sampai Aria tidak tahu apa yang dia bicarakan.


"Apa." Tanya Aria.


"Aku akan kembali bergabung, jika kau mau kencan pertama dengan ku akhir pekan besok."Ulang Min Ho.


"Hoo, kenapa."


"Aku pikir kesempatan kali ini bagus, dan aku juga mau memamerkan kalau kita berhubungan."


"Heii...."


"Agar masalah mu lebih cepar selesai. " Lanjut Min Ho.


"Hmm kalau begitu, sepertinya tidak masalah.


Tapi baguslah kesempatan ku kembali dan.... "


"?".


Aria meraih kacamata Min Ho dan melepaskan nya.


Min Ho begitu terkejut dengan tindakan Aria.


"Wahh kau seperti pangeran, apa kau tidak bisa melihat dengan jelas." Tanya Aria, tapi tidak di jawab Min Ho.


" Kalau tidak bisa, kau sebaiknya pakai lensa kontak, karena dalam basket tidak menerima ada orang yang kekurangan fisik apalagi mata."


Aria memasang kembali kacamata Min Ho dan membuka pintu mobil.


"Kalau begitu aku pulang dulu, sampai jumpa besok." Ucap Aria sambil tersenyum dan berbalik menuju apartemennya.


Sementara Min Ho hanya terdiam memperhatikan Aria sampai sosok itu menghilang.


Dia terus mengingat apa yang Aria lakukan dan ucapan nya...


"Pangeran?... Aku..?."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2