
Aria berganti baju terlebih dahulu di kamar nya sementara Min Ho duduk sambil bersandar di sofa.
Min Ho melepaskan satu kancing karena panas tubuh nya semakin terasa.
Setelah berganti pakaian, Aria keluar dari kamar dan melihat Min Ho yang sudah terbaring lemas di sofa nya.
Dan Aria dengan sigap pergi ke dapur untuk membuat kompres dingin.
Min Ho mendengar langkah kaki yang mendekat, tapi mata nya sama sekali menolak untuk membuka.
"Aria." Panggil Min Ho dengan nada serak.
"Ya." Jawab Aria dengan cepat karena sekarang dia sudah berada di samping Min Ho.
Aria meletakkan sapu tangan yang telah di rendami air dingin dan di letakkan nya di dahi Min Ho yang panas.
Min Ho merasa sejuk, raut wajah nya mulai tenang dan beberapa saat suasana hening.
Aria memerhatikan wajah Min Ho saat ini. Tenang, seperti tidak ada apa-apa. Tapi wajah nya masih memerah.
"Seperti nya dia tidur." Gumam Aria sembari kembali memeriksa suhu Min Ho dengan tangan nya.
"Masih panas." Aria mengambil kompres nya lagi dan merendamkan nya di air dingin, setelah itu dia perah dan di letakkan kembali ke dahi Min Ho.
Lama Aria melihat wajah Min Ho yang tenang itu dan tanpa ia sadari tangan nya memainkan rambut Min Ho yang sudah berantakan.
"Aku tidak pernah berharap dalam hidup ku ini bisa di masuki oleh orang-orang asing seperti kalian, aku berubah karena ingin membalaskan dendam ku, tapi karena itu juga aku bertemu Su Mi, Min Hyuk, Lucas, kau, dan orang-orang yang sekarang begitu menyukai ku."
"...aku sangat berharap kalau kalian selalu bersamaku, dalam keadaan apapun, tapi semua orang punya situasi masing-masing yang mengharuskan berpisah dalam waktu yang lama, dan mungkin saja kau juga begitu, tidak lama lagi kau lulus dan melanjutkan studi mu.Wah memikirkan nya saja sudah sangat kesepian, haha. Sejak kapan aku bergantung pada orang seperti ini, padahal aku sudah terbiasa sendiri."
Aria terus bergumam sambil mengelus pelan rambut Min Ho. Dan Aria tidak menyadari kalau Min Ho mendengar semua perkataan nya, karena sentuhan Aria di kepala Min Ho membuat nya tersadar.
"Orang tua ku sendiri sekarang entah dimana, ...hah kenapa aku mengingat mereka ck." Aria merasa kesal sendiri, tapi begitu melihat Min Ho dia pun kembali tenang.
__ADS_1
"Aku akan membuatkan bubur untuk mu." Ucap Aria dan beranjak dari duduk nya.
Mendengar langkah kaki Aria menjauh, Min Ho perlahan membuka mata nya.
Memangnya kemana orang tua nya...
Min Ho memegang rambut nya yang tadi di sentuh Aria.
Apa tadi itu isi hati nya yang sebenarnya ya, mengingat masa lalu nya dia sama sekali tidak punya teman atau orang sebagai tempat bersandar, dia mengubah kepribadian nya hanya untuk balas dendam, dari luar dia memang kuat, tapi dalam nya rapuh sekali.
"Ohh kau sudah bangun." Ucap Aria sambil menghampiri Min Ho di sofa.
"Yaa."
Min Ho melepaskan kompres nya dan duduk bersandar.
"Bagaimana perasaan mu sekarang." Tanya Aria.
"Hmm lumayan sudah membaik."
Dan tentu saja Min Ho menerima nya dengan senang hati.
Di meja makan terdapat semangkok bubur yang di topingi beberapa sayuran dan daging.
"Tiup dulu, itu masih panas." Ucap Aria yang duduk di seberang nya
Min Ho merasa perlakuan Aria sekarang seperti seorang ibu yang cerewet merawat anak nya yang sakit.
"Kau seperti ibu-ibu, Aria." Canda Min Ho sambil menyuapi sesendok bubur ke mulut nya.
"Jangan bercanda atau aku akan membuat mu kembali sakit." Gerutu Aria.
"Benarkah, kalau begitu buat aku sakit dan kau kembali merawat ku, setidaknya nya aku dapat service dari pacar ku sendiri."
__ADS_1
"Makan cepat atau nanti kau ku usir."
"Hah, bukannya kau yang membawaku kesini." Min Ho terus menggoda Aria sampai dia kesal.
Dan begitulah bubur Min Ho habis dan pertikaian mereka berdua pun terhenti.
Karena sudah malam, Min Ho harus pulang kalau tidak nanti Aria yang jadi bahan gosip membawa anak laki-laki ke rumah.
"Hati-hati." Ucap Aria pada Min Ho yang sekarang sudah berada di dalam mobil nya.
"Terima kasih sudah merawatku, Aria, dan...." Min Ho mengisyaratkan agar Aria mendekat ke jendela mobil nya.
"Ada apa." Tanya Aria polos dan mendekatkan wajah nya.
Cup...
Mata Ari membulat dan dengan mata itu dia melihat Min Ho.
"Ini imbalan mu." Ucap Min Ho tersenyum dan langsung melajukan mobil nya.
Aria lama terdiam dan....
"Kau gila yaaaa." Teriak Aria, dan Min Ho melihat nya lewat spion nya. Dia tergelak, entah kenapa sangat lucu jika melihat Aria terkejut dengan wajah memerah saat dia mencium pipi nya.
"Tapi orang tua Aria kemana. Apa aku harus membantu nya mencari mereka, tapi apa Aria menginginkannya."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!