Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
141


__ADS_3

Di taman sekolah dan berada di tempat yang sama yaitu di kursi panjang, Aria dan Jaejun duduk sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi.


"Jadi... Jaejun apa yang mau kau bicarakan." Tanya Aria.


"Aria, apa kau luang akhir pekan." Tanya balik Jaejun.


"Hmm... yah tentu aku luang, memang nya kenapa."


"Aku mau kau menemani ku ke rumah sakit." Ucap Jaejun membuat Aria bertanya-tanya, memangnya dia anak kecil sampai tidak berani ke rumah sakit sendirian.


"Jaejun, kau... takut rumah sakit, ya." Sangka Aria dengan wajah yang polos, sementara Jaejun mendengar pertanyaan Aria merasa harga diri nya sebagai laki-laki tercoreng.


"Haaa sama sekali tidak, kau jangan berprasangka jelek tentang ku."


"Terus kenapa kau minta aku menemani mu." Tanya Aria mulai jengah.


"Kau tidak mencoba untuk memutilasi ku, kan. " Curiga Aria dengan alis salah satu alis nya terangkat.


"Aku ingin melakukan test DNA...dengan mu." Jawab Jaejun dengan pasti, jika benar Aria adalah Seona maka Jaejun akan menemukan kembali bagian dari kebahagiaan nya.


"Test DNA?.. Dengan ku hmm.. haa kenapa dengan ku." Tanya Aria terkejut.


"Kau ingat kemarin aku datang kesini untuk melihat bros mawar mu itu." Tanya Jaejun dan Aria mengangguk.


"Bros itu adalah milik adik ku Seona." Terdengar suara lirih dan tersirat kesedihan saat Jaejun menyebut nama Seona.


"Maksud mu bros ini, tapi apa bukti nya kalau ini milik adik mu itu." Tanya Aria sambil melepaskan bros di kerah nya.

__ADS_1


"Kau lihat ini." Jaejun membalikkan bros itu sehingga terlihat bagian belakang yang polos dan jika di lihat dari dekat akan nampak sebuah ukiran huruf yang kecil.


"S...?."


"Yaa, dan S itu arti nya Seona aku yakin itu karena motif ukiran nya sama seperti yang aku mau." Ucap Jaejun.


Aria melihat dengan jelas ukiran S yang berlekuk dengan cantik.


"Jika benar ini milik mu, tapi kenapa ada padaku." Tanya Aria mengusap ukiran huruf di bros itu.


"Seperti yang kau kira, mungkin kau adalah adik ku yang hilang." Ucap Jaejun dengan wajah yang penuh keyakinan.


Aria terdiam mendengar semua hal yang di katakan Jaejun. Seona dan bros, apa memang dia ada hubungan nya dengan ini semua, bagaimana jika bros ini hanya kebetulan ada pada nya.


Aku bahkan tidak curiga darimana aku mendapatkan ini, karena perasaan ku mengatakan kalau bros ini adalah milikku.


"Sebelum melakukan yang kau katakan tadi, apa bisa kau ceritakan bagaimana bisa kau kehilangan adik mu itu." Tanya Aria,


"Baiklah, aku ikut dan ceritakan dulu apa yang aku tanyakan ini sebelum nya. Waktu nya tidak cukup untuk bercerita." Ucap Aria.


Jaejun merasa senang karena Aria menyetujui permintaan nya untuk tes DNA.


"Terima kasih banyak."


Aria tersenyum lembut melihat Jaejun yang seperti nya mendapatkan harapan nya kembali.


"Kau mau ikut dengan ku." Ajak Aria.

__ADS_1


"...baiklah, ayo."


Jaejun dengan senang hati mengikuti Aria menuju dimana teman nya berada. Karena belum ada yang tahu hubungan Aria dan Jaejun sebenarnya apa, banyak yang melihat kedekatan kedua orang itu sebagai pasangan kekasih.


"Oh ya Aria, apa kau masih berhubungan dengan Min Ho." Tanya Jaejun di sela-sela perjalanan mereka menuju kantin.


"Hmm...tidak, kecuali saat kelulusan nya dan saat dia pergi untuk melanjutkan studi, kemudian setelah itu komunikasi pun kami terputus." Ucap Aria.


"Apa kau merindukan nya." Tanya Jaejun lagi.


Aria terdiam, nampak nya dia berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan Jaejun.


"Entahlah, aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal seperti itu." Sambil tertawa kecil dan mengangkat bahu nya, Aria terlihat bisa menguasai diri agar tidak terlihat menyedihkan.


"Ohh itu mereka." Ucap Aria saat melihat teman-teman nya yang juga melambaikan tangan pada nya.


"Ayo." Ajak Aria pada Jaejun.


Jaejun terdiam melihat Aria barusan dan sesaat kemudian dia pun tertawa kecil.


"Dasar, dia memang tidak pandai berbohong."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2