Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
110


__ADS_3

Di dalam ruang konseling sudah ada beberapa guru, Nyonya Ho, Min Ho dan Aria.


Mereka duduk seperti sedang di persidangan dimana Aria yang menjadi target nya.


"Min Ho, keluarkan foto tadi." Perintah Nyonya Ho dengan tegas. Semua guru menantikan apa yang sebenarnya terjadi, karena belum menerima informasi apapun.


Aria menyikut lengan Min Ho memberi syarat agar kedua foto tadi di serahkan.


Karena merasa enggan menuruti perintah wanita itu makanya Min Ho tidak berkutik, tapi karena kode an Aria akhirnya dia menuruti.


Sekarang di atas meja depan mereka ada dua buah foto.


Para guru serempak melihat foto tersebut, tapi ekspresi mereka seperti mengisyaratkan 'kenapa dengan foto ini?'.


Sementara Nyonya Ho yang kesal kalau para guru bersikap biasa saja, lantas dia pun mulai bersuara.


"Apa kau menjalani operasi plastik." Tanya Nyonya dengan nada remeh.


Semua orang terkejut dengan pertanyaan Nyonya Ho, kecuali Aria dia sangat santai dalam hal ini.


"Tidak." Jawab Aria cepat.


"Lalu bagaimana bisa kau berubah sedrastis ini." Tanya Nyonya Ho lagi.


Aria terdiam, dia menatap lekat pada Nyonya Ho. Sedangkan para guru dan Min Ho hanya melihat tanpa ikut berbicara.


"Maaf...."


Mendengar kata maaf dari Aria, Nyonya Ho merasa kalau barusan anak itu berbohong dia tidak menjalani operasi. Dan senyum kecil tercipta di bibir nya karena merasa menang.

__ADS_1


"Jadi ba...."


"Maaf, apa direktur segitu ingin tahu nya rahasia saya berubah dari gendut menjadi langsing seperti sekarang. Direktur bisa olahraga kalau mau hidup sehat seperti saya."


Aria dengan santai memotong apa yang akan direktur sekolah nya itu katakan.


Tapi di sisi lain, guru dan Min Ho yang mendengar perkataan Aria hampir saja ingin tertawa. Mereka dengan segera menutup mulut dan memalingkan wajah agar wajah tertawa mereka tidak terlihat.


Sedangkan Nyonya Ho, wajah nya memerah karena secara tidak langsung di anggap meminta saran agar bisa seperti Aria.


Keterlaluan...


Nyonya mengepalkan tangannya di bawah meja.


"Saya minta maaf jika lancang. Tapi saya jujur, saya tidak pernah melakukan operasi plastik atau semacamnya. Finansial saya tergantung beasiswa, untuk operasi plastik mungkin tidak mampu karena lemak di badan saya dulu itu hampir mendekati obesitas.


"Jadi, saya tekankan saya tidak pernah atau sampai kapanpun tidak akan menjalani operasi semacam itu."


Mendengar penjelasan Aria, Nyonya Ho semakin kesal. Baru dia sadar kalau orang yang dia hadapi sekarang bukan orang yang mudah terprovokasi dan orang itu juga sangat pandai dalam berkata-kata.


Apa Nyonya Ho mulai merasa kalah sekarang?.


Dan sekarang apa?. Apa yang akan Nyonya Ho bantah lagi.


Nyonya Ho ingat sesuatu, dia merogoh isi tas nya dan mendapati sesuatu.


"Kalau ini bagaimana kau akan menyangkal nya." Tanya Nyonya Ho meletakkan satu foto lagi dan itu adalah foto dimana Aria sedang di rawat oleh dokter kecantikan.


Aria menarik foto itu dan melihat dengan seksama foto yang kata nya itu dia.

__ADS_1


Pfftt ini aku...


Aria berusaha agar tidak tertawa, wajah nya yang tenang berhasil menyembunyikan nya.


Aria melihat Nyonya Ho dengan tajam.


Apa masalah wanita ini terhadap ku.


Aku tidak masalah jika menyangkut hal waktu itu sampai dia menamparku di depan orang-orang, tapi sekarang bukannya berlebihan dia bahkan sampai mengedit foto ini agar terlihat seperti ku.


Aria menghembuskan napas panjang dan meletakkan kembali foto itu ke meja.


"Sekarang saya sudah punya bukti kalau kau ini melakukan operas...."


"Direktur... sebenarnya apa masalah anda dengan saya."


Tanya Aria memotong perkataan Nyonya Ho.


"Apa."


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2