Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
7


__ADS_3

Sinar matahari memancar ke sebuah rumah megah. Warna keabu-abuan mendominasi rumah itu.


Dengan penjaga dan pelayan ada dimana-mana.


Orang lain tahu kalau keluarga ini sangat harmonis, penuh didikan dan disiplin.


Tapi itu hanyalah opini semata, yang terlihat diluar kadang tidak sama dengan dalam nya.


Keluarga ini memang disiplin bahkan saking disiplin nya mereka tidak segan-segan menyakiti seorang anak kecil hanya karena kesalahan kecil.


Usia dini yang biasanya dilalui dengan kebahagiaan dan bermain, tidak berlaku untuk anak ini.


Min Ho putra pertama keluarga Ho harus menerima berbagai siksaan agar bisa menjadi pribadi yang sempurna.


Kekerasan selalu dia alami, bahkan dia juga hampir dilecehkan oleh ibu tirinya.


"Katakan apa kesalahan mu." Dengan nada tegas atau marah tuan Ho bertanya pada Min Ho.


Min Ho menjawab dengan suara kecil.


"Tidak mendapat nilai sempurna." Dia terus menunduk tidak berani menatap wajah ayahnya.


Min Ho memang sengaja tidak belajar dia sudah lelah harus bersikap sempurna. Tak jarang semua orang menempel padanya karena dia benar-benar mendekati tipe sempurna.


Untuk usia nya yang baru 10 tahun dia sudah mendapatkan beberapa penghargaan, tapi semua nya hanya untuk ayah nya.


Min Ho juga termasuk anak-anak yang ketampanan nya sudah terlihat sehingga dia juga sering dilecehkan walaupun itu hampir terjadi.

__ADS_1


Setelah dihukum ayah nya, Min Ho masuk ke kamarnya.


Dia langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri, karena cucuran air dari shower luka-luka bekas hukuman masih terasa perih.


Untuk anak kecil seperti Min Ho ini sungguh keterlaluan, walaupun seperti kuat diluar tapi dia rapuh di dalam.


Di dalam kamar mandi Min Ho meluapkan rasa sakit, marah, dan kesal yang tidak bisa dia luapkan.


"Apa aku harus menghadapi ini semua. Aku masih anak-anak, aku ingin bermain...." Min Ho menghentikkan keluhan nya, dia menyadari kalau sekarang bahkan dia tidak punya teman sebaya.


"Miris."


Sampai saat itu Min Ho berusaha keras agar tidak mendapatkan hukuman.


Dia juga merubah tampilan nya agar tidak menarik perhatian orang-orang.


.


Sekarang Min Ho benar-benar menjadi pribadi yang tak tersentuh. Sikap acuh nya membuat orang-orang di rumah menjadi tidak nyaman.


Dia juga membenci ibu tirinya. Entah apa ayah nya itu tahu apa-apa saja yang telah dilakukan istri tercintanya itu pada Min Ho.


Jika dia tahu apa dia akan peduli.


Min Ho memang memiliki seorang adik, tapi dia tidak akrab bahkan jarang berbicara dengan adiknya itu.


Dia tidak suka apapun yang berasal dari ibu tirinya, dan adiknya itu adalah anak dari ibu tiri terkutuk itu.

__ADS_1


"Aku berangkat." Setelah selesai sarapan Min Ho beranjak dari kursi nya dan berlalu pergi meninggalkan keluarga nya yang masih duduk rapi di depan meja makan.


"Tunggu."


"Kenapa kau tidak membawa adikmu bersama mu. Kalian sama kan sekolah nya berbincanglah sesekali." Nasihat Ayah pada Min Ho.


Min Ho berbalik badan dan menghadap keluarga nya tepat nya hanya pada ayah nya.


"Adik?." Tanya Min Ho. Dengan wajah datar yang tersembunyi di balik kacamata besarnya.


"Apa maksud mu." Dengan suara serak yang mulai meninggi Ayah tujukan pada Min Ho.


Dia tahu kalau Min Ho tidak menyukai adik nya ini, tapi bukankah ini sudah keterlaluan kalau dia tidak mengakui adiknya sendiri.


"Aku tidak punya adik." Min Ho langsung keluar dari rumah dan berangkat kesekolah.


"Min Ho...." Ayah berteriak sambil menggebrak meja membuat para pelayan terkejut.


"Aihh sudah lah sayang, tidak perlu terlalu kasar dengannya dia masih anak-anak. Mengertilah, adiknya berasal dari ku ibu tirinya yang bahkan tidak dia sukai dari dulu.


Tidak apa-apa." Dengan wajah yang pura-pura sedih ibu tiri atau Nyonya Ho itu minta belas kasih dari Tuan Ho.


"Aku akan lebih mendidiknya dan mengajarkan nya cara menghargai orang lain."


Melihat pemandangan itu membuat adiknya Min Ho pun risih.


Cih...

__ADS_1


"Aku berangkat juga, Ayah, Ibu."


Bersambung!!!


__ADS_2