
"Apa Aria tidak apa-apa ya." Su Mi terus merasa gelisah dan Min Hyuk menyadari itu karena Su Mi yang dari tadi kaki nya terus di hentakan ke lantai dan juga terus meremas jari-jari nya sendiri.
"Kau kenapa." Tanya Min Hyuk.
"Aku mengkhawatirkan Aria."
"Tenang saja, dia baik-baik saja coba intip sedikit ke belakang." Pinta Min Hyuk.
Su Mi pun menuruti perkataan Min Hyuk dan dia melihat dengan lega dan juga mendapat momen tak terduga.
Uhuu momen yang bagus aku harus menngambil foto nya dan menunjukkan nya pada Aria nanti. Haha
Su Mu mengambil ponsel dari tas kecil nya dan mengambil beberapa foto dimana Min Ho dan Aria sedang dengan nyaman nya tidur.
"Hei hei coba kau lihat." Su Mi duduk kembali dan menunjukkan beberapa foto pada Min Hyuk.
Min Hyuk melihat foto itu dengan cemberut.
Dan ketika Su Mi melihat reaksi nya, dia pun bertanya karena penasaran dan karena ini juga menyangkut perasaan nya.
"Kau kenapa." Tanya Su Mi hati-hati.
"Seperti nya banyak orang yang mengincar Riri-ku." Ucap Min Hyuk dengan wajah yang masih cemberut.
Mendengar Min Hyuk menyebut Aria dengan panggilan Riri, dia merasa kalau Min Hyuk juga menyimpan perasaan Aria.
"Kau...menyukai Aria."
Su Mi merasa jantung nya berdegup kencang karena pertanyaan nya itu, dan jawaban Min Hyuk akan menjadi penentu nasib nya.
Lama Min Hyuk tidak menjawab, membuat Su Mi hampir frustasi.
__ADS_1
"Tentu saja tidak astaga, kau berpikir apa." Jawab Min Hyuk diiringi tawa kecil.
Serasa mendengar lonceng kehidupan berbunyi, Su Mi sampai melongo di buat nya.
Kalau kau tidak menyukai Aria, terus kenapa kalian mempunyai nama panggilan masing-masing.
"Kalau begitu kenapa kau dan Aria sampai membuat nama panggilan." Tanya Su Mi lagi penasaran.
"Memang nya tidak boleh, dan bagi ku itu Aria adalah teman spesial ku, karena dia adalah teman gadis pertama yang bisa aku buat nama panggilan, terdengar sepele bukan tapi aku suka sekali membuat nama panggilan, tapi tidak ada yang menyukai nya."
Mendengar penjelasan Min Hyuk masih ada pertanyaan yang ingin Su Mi sampaikan.
"Kalau kau menganggapnya sebagai teman spesial jadi tidak menutup kemungkinan kan kau akan menjadikan dia sebagai pendamping hidup mu." Tanya Su Mi dengan tenang, tapi tersirat kegetiran.
"Tidak, tidak dia hanya akan menjadi teman spesial ku, lagi pula aku tidak bisa memilih pasangan semauku, dan aku juga sudah bertunangan."
Dan jawaban kali ini membuat Min Hyuk sedih, terlebih lagi Su Mi yang seperti nya sangat sangat kecewa.
"Kau...sudah bertunangan." Tanya Su Mi, dia juga sedih melihat Min Hyuk yang seperti nya tidak menyukai hal-hal yang berbau politik apalagi pernikahan politik.
Min Hyuk mengangguk sambil tersenyum simpul.
"Iya...aku bahkan sudah terikat saat masih kecil."
"Hidup kita di tentukan oleh orang tua kita, dan kenapa aku menganggap Aria sebagai teman spesial ku karena dia hanya berasal dari keluarga biasa, dia bisa menentukan hidup nya sendiri, dia bebas memilih pasangan yang dia cintai tanpa harus menjalani pernikahan politik yang tanpa cinta."
Su Mi begitu tercengang mendengar kata-kata Min Hyuk yang memang benar adanya, dia juga sebenarnya sudah terikat, tapi Su Mi sendiri menolak dengan tegas.
"Yaa kau benar Min Hyuk, kita sama dan Aria berbeda, kita menganggap nya spesial karrna dia berbeda dari kita. Haha bagus sekali Min Hyuk aku kira kau tidak punya pemikiran mendalam seperti ini."
Canda Su Mi saat suasana mereka berdua mulai tidak nyaman.
__ADS_1
"Heii aku seperti ini karena aku mengalami nya, apa kau melihat ku seperti anak kecil yang hanya bisa bermain." Gerutu Min Hyuk, tidak terima ada orang yang menganggap nya tidak dewasa.
"Kalau begitu ayo kita jaga Aria agar tidak tercemari oleh orang-orang seperti Lucas...
" Su Mi menyebut nama Lucas dengan pelan agar tidak terdengar orang yang punya nama.
"Dan untuk hidup kita yang membosankan ini semoga cepat berakhir."
Su Mi memberikan semangat pada Min Hyuk yang dari tadi terus murung, dan semangat nya Su Mi pun tertular pada Min Hyuk.
"Baguuss...."
Su Mi dan Min Hyuk pun seketika menghilangkan topik kehidupan dan bercerita tentang liburan mereka beberapa waktu lalu.
Su Mi yang hanya melihat Min Hyuk terus tertawa karena cerita nya sendiri, dan sesekali Su Mi menanggapi nya.
Apa harus seperti ini. Apa aku harus menyerah...
tidak tidak...aku akan mencari tahu dari keluarga mana tunangan Min Hyuk.
Semangat pantang menyerah Su Mi kembali membara, dia tidak akan mundur semudah ini, jika memang bisa diterobos maka Su Mi akan mencoba nya.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1