Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
84


__ADS_3

Ting ting ting...


Bel pulang telah berbunyi, semua murid bersuka ria karena jam sekolah mereka berakhir.


Aria pulang sendirian karena Su Mi tidak dapat mengantar nya pulang, tapi justru karena dia sendirian Aria memiliki kesempatan untuk berpikir dengan tenang.


Sedikit demi sedikit siswa sudah pulang membuat suasana sekolah semakin sepi.


"Hmmm...."


"Ck...kenapa kepalaku jadi pusing seperti ini, tapi kenapa dia harus mengungkit masalah itu lagi." Gumam Aria dengan wajah kesal.


"Dia pikir aku apa sampai mau kembali lagi bersama b*j*ng*n seperti nya. Hmph..mimpi saja terus. Padahal aku sudah berniat untuk memaafkan nya atas kejadian waktu itu, tapi kenapa dia harus...ck."


"Baik Aria, tenang...te~nang...."


Aria menarik napas dan menghembuskan napas pelan, dia terus melakukan itu sampai dia merasa tenang.


"Tapi aku juga tidak bisa lari terus seperti ini, bagaimana pun juga aku harus menegaskan pada nya kalau dia itu...."


"Dia itu apa."


"Dia itu tidak pantas untuk ku...eh."


Aria berbalik dan melihat siapa yang ikut berbicara.


"Aaaaaaa ukhh aku kira siapa."


Kalau dia Lucas habislah aku.


"Biasa saja reaksi nya." Ucap Min Ho melangkah menghampiri Aria di depannya.


"Siapa suruh kau seperti hantu." Ledek Aria.

__ADS_1


"Sejak kapan kau ada disana." Tanya Aria melihat Min Ho.


"Sejak kau menyebut Lucas b*j*ng*n." Ucap Min Ho dengan tampang polosnya.


"Menguping pembicaraan orang lain itu tidak benar." Ucap Aria dengan wajah kesal.


"Dimana mobil mu." Tanya Aria sambil melihat ke belakang, tapi belum ada mobil yang menghampiri Min Ho.


"Ban...."


"Kau tidak akan beralasan kalau ban mobil mu bocor lagi kan." Tanya Aria penuh selidik.


Min Ho terbungkam saat Aria tahu apa yang akan dia jadikan alasan.


"Kau tahu kalau waktu itu aku hanya beralasan saja." Tanya Min Ho.


"hmm tidak, tapi kalau kali ini alasan nya sama berarti kau berbohong dan...apa tadi yang kau bilang berarti waktu itu kau juga berbohong kalau ban mobil mu bocor, kan." Aria menghentikan langkah nya dan menatap Min Ho lekat-lekat.


Aku tidak menyangka akan datang hari ini juga.


"Kenapa." Tanya Aria dengan menyilangkan tangan nya.


"Ekhemm karena kau." Gumam Min Ho.


"Apa." Tanya Aria karena dia tidak mendengar apa yang Min Ho katakan.


"Bukan apa-apa. Lupakan saja."


"Apa aku boleh bertanya." Tanya Min Ho sambil mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"...silakan." Aria mengalah dan melanjutkan langkah nya diikuti oleh Min Ho.


"Apa yang terjadi antara kau dan Lucas."

__ADS_1


"..."


"Aria jawab." Pinta Min Ho kini dia mulai serius.


Aria melihat Min Ho sebentar.


"Kenapa kau penasaran." Tanya Aria.


Mendengar pertanyaan Aria yang seperti benteng itu, Min Ho pun bersikeras melawan nya.


"Aria, aku mohon padamu, jika kau menceritakan nya aku akan berusaha membantu mu untuk mengatasi nya." Min Ho menarik tangan Aria berusaha agar Aria luluh pada nya.


"Apa kau bisa di percaya." Tanya Aria lagi, dan kali ini membuat Min Ho diam.


Begitu kukuh nya pertahanan Aria agar tidak ada orang yang sembarangan tahu tentang nya.


Tapi melihat Aria seperti ini Min Ho tambah yakin kalau masalah Aria sangat rumit.


"Kau bisa mempercayai ku, jika kau belum bisa percaya, maka hukumlah aku sepuasnya."


Min Ho meletakkan telapak tangan Aria di pipi nya, membuat Aria terkejut akan tindakan Min Ho yang segitunya ingin dipercayai.


Tapi Ari juga merasa aman dan yakin kalau Min Ho bisa membantu nya.


"Huhhh baiklah."


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2