
Di kamar nya, Aria mencari sesuatu di dalam tasnya, dan Su Mi hanya melihat nya.
"Aria, kau baik-baik saja." Tanya Su Mi cemas.
Aria tidak menjawab, dia terus mencari sesuatu di dalam tas nya.
"Ngomong-ngomong kak Lucas kurang ajar sekali. Apa dia gila." Gerutu Su Mi, membuat Aria tersenyum.
"Dia memang gila." Ucap Aria, dengan tangan yang masih sibuk mencari sesuatu di tas nya.
"Apa yang kau cari." Tanya Su Mi gelisah.
"Masker." Jawab Aria cepat.
"Buat apa." Tanya Su Mi lagi.
"Kau lihat." Aria menunjuk area bibir nya yang sudah memerah karena bekas saat dia membasuh nya tadi.
Su Mi keluar dari kamar Aria dan memasuki kamarnya.
Tidak lama kemudian, Su Mi masuk kembali dan menghampiri Aria yang sedang terbaring di kasur nya.
"Sudah dapat." Tanya Su Mi.
"Sudah." Aria mengangkat tangan nya dimana masker nya berada.
"Ehmm apa ini."
Aria merasa sejuk di area bibir nya dimana Su Mi mengoleskan sesuatu.
"Salep." Su Mi mengoleskan dengan lembut salep ke area sekitar bibir Aria.
__ADS_1
Aria menikmati nya karena memang terasa lebih baik dari pada sebelumnya dia merasa perih.
"Selesai."
Aria meraba area yang di olesi salep tadi.
"Oh salep itu cepat menyerap ya." Pukau Aria dan menunjuk salep yang dipegang Su Mi.
"Iya, ini kau pakai lagi nanti saat tidur." Su Mi menyerahkan kemasan salep kecil itu kepada Aria yany menerima nya dengan senang hati.
"Terima kasih ya, teman terbaik ku." Aria duduk dan memeluk Su Mi dengan erat.
Tapi tiba-tiba ada orang yang datang.
"Ohh maaf kalau mengganggu, kita harus kumpul di penginapan laki-laki." Salah satu siswa menyampaikan pesan dengan kaku, bahkan saat dia sudah selesai dengan pesan nya dia pergi saja masih suka melirik ke arah Su Mi dan Aria.
"Baiklah sampai jumpa." Ucap siswa itu lagi dan langsung pergi meninggalkan Aria dan Su Mi.
Su Mi mengangkat kedua bahu nya dan menarik tangan Aria agar pergi.
"Ayo." Ajak Su Mi, dan Aria pun mengikuti nya sambil memasangkan masker.
Tidak memakan waktu lama, Aria dan Su Mi berada di penginapan laki-laki disana sudah ramai para siswa berkumpul.
Dan disana pula terdapat sosok yang tidak asing, seorang wanita yang menatap Aria dengan tajam dan beliau menghampiri Aria dengan tatapan penuh amarah.
Plakk
Semua orang terkejut, para guru, semua murid. Su Mi yang berada di samping Aria sangat kaget.
"Apa yang anda lakukan." Su Mi yang mendadak bagaikan pangeran Aria berusaha melindungi nya dengan berada di depan Aria yang masih mematung karena serangan mendadak yang di berikan Nyonya Ho.
__ADS_1
"Dia menyebabkan luka ini ada pada anak saya."
Nyonya Ho menarik tangan Jin Ho dan menunjukkan dimana terdapat lebam di wajah Jin Ho.
"Ibu, sudahlah kenapa kau sampai melukai nya." Jin Ho berusaha menghentikan ibu nya, tapi dia tidak bisa.
"Diam." Ucap Nyonya Ho dengan tegas
"Hanya itu." Terdengar nada meremehkan dari Su Mi.
"Yang benar saja, hanya lebam sekecil itu anda dengan ringan tangan menampar teman saya." Kemarahan Su Mi seakan-akan meluap, karena merasa Nyonya Ho terlalu berlebihan.
Saat Su Mi ingin berbicara lagi dengan Nyonya Ho, tiba-tiba Aria menggenggam erat lengan Su Mi.
"Tapi Aria dia...."
Aria menggeleng dan meminta Su Mi berhenti.
Su Mi hanya menghela napas dan membiarkan Aria yang ingin berbicara.
Aria menatap lurus sehingga mata nya dan mata Nyonya saling berpandangan.
"Saya...minta maaf."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!