
Lama Min Ho belum memulai percakapan nya, sampai Jin Ho mengira kakak nya itu tidak ada yang mau dia bicarakan.
"Kalau tidak ada aku pergi."
Saat Jin hendak pergi lagi, disitulah Min Hi mulai angkat bicara.
"Apa kau menyukai, Aria."
Mendengar pertanyaan Min Ho, Jin Ho terdiam dan duduk kembali di samping kakak nya.
Tapi, Jin Ho menjawab dengan nada yang penuh keyakinan.
"Iya."
Mendengar jawaban Jin Ho, Min Ho tidak terkejut lagi karena dia sudah menduga nya.
Karena kakak nya itu membahas tentang hubungan, jadi nya Jin Ho juga bertanya hal yang sama.
"Kalau kakak?. Apa kakak juga menyukai, Aria."
Min Ho terdiam, karena membahas hal ini dia jadi mengingat kembali waktu dimana Aria menampar nya karena Min Ho sendiri terlalu ikut campur urusan Aria.
Karena lama tidak mendapat jawaban dari sang kakak, Jin Ho pun tersenyum sinis.
"Ohh ternyata tidak." Jin Ho mengangguk-anggukan kepala tanpa melihat ke arah Min Ho yang dilema terhadap perasaan nya sendiri.
"Dengar kak, aku ingin memberitahukan pada mu jika kau juga menyukai Aria maka aku tidak akan mundur, aku akan mundur jika Aria sudah memilih yang terbaik untuk nya. Aku tidak peduli kita kakak adik, karena selera kita sama bukan berarti usaha kita juga sama dalam meraih nya."
Jin Ho berdiri dan menepuk-nepuk kaki nya yang ketempelan pasir.
"Dan ingatlah kak, bagaimana kau berubah sejauh ini karena siapa, yah aku bukan nya mau menyadarkan mu tentang perasaan, tapi aku mau kakak tidak terlambat dalam mengambil langkah. Dan kita bisa berbicara sedekat ini semua berkat dia.
Kalau begitu aku pergi dulu."
Pernyataan Jin Ho sebelum pergi membuat pikiran Min Ho kalut.
__ADS_1
Yang membuat ku berubah sejauh ini...
Min Ho jadi ingat bagaimana pertemuan pertama nya dengan Aria, saat sentuhan tangan Aria yang tak sengaja menyentuh kulit nya Min Ho yang selama ini fobia terhadap sentuhan kulit mulai merasa baikan.
Sentuhan hangat yang langsung dengan polos nya Min Ho terima.
Perilaku Min Ho yang mulai berbicara santai dengan orang lain, dia yang dulu nya tertutup sekarang lebih bisa meluapkan emosi nya di depan orang lain.
Min Ho melihat telapak tangan nya karena mengingat dia tadi juga memegang tangan Aria.
Yaahh kau benar...ternyata selera kita sama.
Min Ho menggepal erat tangan nya dan menatap lurus ke laut di depan nya.
Kau berhasil, Aria.
Aku akan memperlihatkan siapa yang lebih mencintaimu.
.
"Kenapa." Tanya Su Mi bingung.
"Ahh tidak apa-apa, hanya aku kedinginam sedikit."
Su Mu dan Aria sedang makan ramyeon di minimart terdekat.
Aria dengan rakus nya menyeruput mie yang masih panjang, tanpa memotong nya sampai-sampai Su Mi gemas ingin memukul punggung Aria, tapi niat nya ia urungkan karena berbahaya.
Sebagai ganti nya, Su Mi dengan santai memotong mie itu dengan sumpit nya.
Tapi Aria bukan nya berterima kasih, dia malah menggerutu.
"Heeii kenapa di potong."
Gerutu Aria sambil terus mencari mie yang panjang lagi.
__ADS_1
Bugh.
"Aakhh...." Aria meraba-raba punggung nya yang sakit karena pukulan ringan Su Mi.
Akhirnya. hahah
"Makan itu harus beretika." Ucap Su Mi sambil pamer.
Bukan nya setuju, Aria malah tertawa.
"Pftt..memangnya perlu etika dalam makan ramyeon. Kalau kau makan di restoran mewah baru perlu etika...."
Aria berhentu sejenak, dan melanjutkan celoteh nya.
"Yaah kalau kalian sih mana ada makan yang gak perlu etika."
Aria kembali menyeruput mie nya tanpa memedulikan tatapan tajam Su Mi.
Saat Su Mi hendak memukul nya lagi, Aria dengan tangkas melakukan pertahanan diri dengan membentengi diri dengan tangan.
"Hehe...."
Dengan mulut yang masih terdapat mie, Aria mampu tertawa sehingga membuat nya lucu dan membuat Su Mi ikut tertawa.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua makan dengan tenang sampai Su Mi berbicara hal serius.
"Aria, apa kau menyukai seseorang."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!