
{ Keesokan hari nya }
Dikarenakan selama sebulan penuh sekolah mempersiapkan acara penyambutan, para guru meniadakan proses belajar mengajar siswa agar fokus hanya ke latihan mereka saja.
Bukan tanpa sebab jika persiapan mereka lakukan di jauh hari karena setiap ada acara, sekolah ini selalu kehadiran para pejabat tinggi.
Dan karena itu pula Aria orang yang tidak pernah berpartisipasi dalam hal selain berpidato merasa hidup nya sebentar lagi akan berakhir.
Aakh aku lelah sekali...
Aria terus mengibas tangan nya dekat wajah supaya mendapat udara yang sejuk.
Karena melihat Aria yang kelelahan Su Mi pun memberinya sebotol air mineral.
Untung saja Su Mi merupakan anggota osis yang ikut serta bertanggung jawab dalam memperhatikan progresi acara Aria, jadi Aria tidak merasa sendiri karena dia belum berteman dengan orang lain selain Su Mi dan Jin Ho.
"Terima kasih." Aria mengambil air mineral yang disodorkan Su Mi pada nya.
Setelah istirahat sebentar Aria kembali dengan latihan nya.
"Lemahkan lah jari-jari mu itu, kenapa kau kaku sekali." Ucap guru tari. Lama-kelamaan beliau merasa jengah karena Aria sulit untuk di ajar.
Dan inilah bagian utama nya, Aria merupakan penari dalam musikalisasi puisi, dia visual utama dalam tarian tersebut maka nya Aria menanggung beban yang lumayan berat bagi nya. Para backdancer sudah hampir bisa menguasai gerak-gerik tarian mereka
Tapi walaupun sulit Aria terus belajar dan berusaha agar bisa sempurna karena dia adalah bagian dari kesempurnaan itu.
.
__ADS_1
.
.
"Baiklah sudah cukup latihan hari ini. Untuk backdancer kalian bisa latihan sendiri agar bisa lebih kompak, dan untuk Aria VU nya saya yang akan melatih nya langsung karena tubuhnya masih terlalu kaku. Mm mungkin hanya ini saja, terima kasih atas kerja keras nya semua."
"Ya." Semua yang ada di ruang latihan tersebut serempak menjawab.
Dan guru tersebut pun keluar dari ruang latihan tersebut.
Begitu guru tersebut keluar semua orang yang ada di ruang tersebut ikut keluar, kecuali Aria.
Sekarang ruangan itu dilanda kesunyian.
Aria memperhatikan sekitar, hanya ada dia sendiri Su Mi juga sudah di panggil agar berkumpul di ruang khusus osis.
"Aaa...karena latihan ku sudah selesai, Su Mi juga belum kesini lebih baik aku tidur saja."
Aria membaringkan tubuh nya di atas lantai yang dingin, tapi nyaman-nyaman saja bagi nya.
Belum lama tubuh nya berbaring Aria langsung terlelap.
.
.
.
__ADS_1
"Ketua." Panggil sekretaris osis, yaitu Mi Na.
Min Ho berbalik menghadap sumber suara yang memanggil nya.
"Ada apa." Tanya Min Ho dingin.
"Aku dengar dari guru tari kata nya siswa yang bernama Aria itu sulit untuk di ajari."
"...lalu." Tanya Min Ho lagi belum paham apa yang ingin dikatakan gadis itu.
"Apa sebaiknya kita mencari yang lain, ketua bisa..."
"Jadi maksud mu, kau ingin mengganti nya dan menyuruhku untuk mencari pengganti nya, begitu."
Mi Na begitu terkejut karena dari suara dan wajah Min Ho terlihat bahwa dia marah.
"Ti..tidak, maksud ku biar kami saja yang mencari pengganti nya, ketua tidak perlu khawatir." Mi Na tertawa cemas.
Lama Min Ho terdiam memperhatikan Mi Na. Dan akhirnya dia berbicara.
"Sebelum berpikir mencari pengganti, lebih baik kau berpikir dahulu tentang para guru yang telah mempersiapkan kelompok ini, jika ingin merombak lagi maka beritahu saja guru-guru itu karena ini ide mu maka bertanggung jawab lah. Jika tidak ada lagi yang mau kau sampaikan aku pergi." Min Ho berlalu pergi meninggalkan Mi Na yang masih mematung di tempat.
Disana Mi Na mengepalkan erat tangan nya memendam segala luapan kemarahan yang sudah membuncah di kepala nya.
Apa istimewa nya anak itu.
Bersambung!!!
__ADS_1