
"Selamat datang di rumah, say... ang." Sambut Nyonya Ho saat melihat suami nya datang, tapi saat melihat salah satu tamu nya Nyonya Ho sangat terkejut.
Gadis yang sudah lumayan lama tidak ia lihat, sekarang muncul disini sebagai orang yang dibawa suami nya.
"Ohh kau sudah datang, ...kau pasti bertanya-tanya ya siapa dua orang ini." Tanya Tuan Chan Ho pada istri nya yang sepertinya kebingungan.
Dan Nyonya Ho pun mengangguk.
"Aku akan memperkenalkan mereka nanti, dan sebelum itu ayo kita masuk dulu." Tuan Chan Ho dengan ramah mempersilakan Jaejun dan Aria masuk ke rumah nya dan duduk di sofa.
Beliau juga meminta pelayan untuk di bawakan minuman dan cemilan yang cocok.
Aria melihat di rumah sebesar ini hanya ramai akan pelayan, tapi tidak keluarga, yah mungkin karena Min Ho dan Jin Ho tidak disini dan hanya ada Tuan Chan Ho dan istri nya.
"Nah, sayang apa kau masih ingat waktu aku bilang kalau aku sedang mencari anak dari sahabat." Tanya Tuan Chan Ho pada istri nya.
Dan Nyonya Ho mengangguk.
"Aria adalah anak yang aku cari selama ini, dan dia Jaejun juga merupakan anak sahabat ku, tapi sayang nya semenjak kecelakaan itu dia memutuskan hubungan nya dengan ku." Jelas Tuan Chan Ho dengan nada lirih tapi bercampur kesenangan.
__ADS_1
Jangan kan merasa ikut senang dan bahagia, Nyonya Ho malah merasa musuh nya ini kini semakin kuat karena mendapat backingan dari suami nya.
Tapi walaupun tidak suka, tidak mungkin dia akan menunjukkan secara terang-terangan pada suamu nya, dan terpaksa dia berpura-pura untuk tersenyum ikut bahagia.
"Begitu.. haa syukurlah aku ikut lega mendengar ini semua. Kau berhasil, sayang." Ucap Nyonya Ho sambil tersenyum pada suami nya.
Aria pasti bisa merasakan kalau Nyonya Ho hanyalah bersandiwara, memang nya ada angin apa sampai orang ini ikut senang padahal dia sangat tidak suka pada Aria.
Jaejun juga hanya diam dan menanggapi seperlunya. Mereka bercakap-cakap sampai memasuki waktu makan siang.
"Ayo kita makan." Ajak Tuan Chan Ho pada semua nya.
Di atas meja makan sudah tersedia berbagai macam lauk pauk dan buah-buahan sebagai pendamping nya.
Aria duduk di sebelah Jaejun, dia melihat di depan nya ada sebuah piring yang sudah di isikan steak dan di samping nya tergeletak pisau kecil dan sendok, beserta garpu.
"Ayo Aria silakan di makan, tidak usah malu-malu." Ucap Tuan Chan Ho pada Aria yang saat ini belum menyentuh makanan nya.
Sementara Jaejun sepertinya menyadari kesulitan Aria, dan dengan penuh hati-hati dia membantu Aria dalam memotong daging.
__ADS_1
Haa apa-apaan itu, memotong daging saja dia tidak tahu, bagaimana bisa dia bertahan dengan kehidupan berkelas seperti ini.
Nyonya Ho mulai meremehkan Aria tidak mengetahi tata krama makan seperti ini. Dan beliau merasa Aria ini masih mempunyai celah untuk di kalahkan.
Sedangkan Tuan Chan Ho bukan merasa risih, beliau malah tertawa kecil melihat kelakuan Aria dan Jaejun, dia merasa sedang melihat kejadian masa lalu terulang kembali.
"Terima kasih." Ucap Aria pada Jaejun.
Dan mulai sekarang Aria harus mulai mempelajari tata krama keluarga ini, karena tidak mungkin dia meminta bantuan Jaejun terus, dia juga punya harga diri untuk menjadi yang terbaik.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1