Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
29


__ADS_3

Min Ho terus berjalan menyusuri koridor memperhatikan semua ruangan yang dipakai oleh para siswa untuk berlatih.


Tapi disatu ruangan Min Ho selintas seperti melihat ada seseorang.


"Hmm aku kira semua orang sudah bubar." Min Ho masuk ke ruang tersebut dan terkejutnya dia siapa yang sedang berbaring di lantai sekarang.


"Oh..dia."


Min Ho mendekati orang tersebut yang tak lain adalah Aria.


"Apa dia tidak punya tempat tinggal sampai-sampai tidur di tempat ini, lantai nya juga dingin."


"Oi bangun." Min Ho mencoba membangunkan Aria tanpa menyentuh sedikitpun.


Berulang kali Min ho mencoba tetap saja Aria tidak bangun-bangun.


"Dia tidur apa pingsan." Gerutu Min Ho karena Aria tak kunjung bangun.


Biasanya dalam membangunkan orang yang sedang tidur pasti nya badan orang tersebut harus digerak kan, tapi dari tadi Min Ho hanya berkoar-koar saja tanpa menyentuh Aria sedikit pun.


Min Ho mulai merasa kesal karena Aria. Dan akhirnya Min Ho mencoba usaha terakhir.


"Kenapa susah sekali."


Min Ho memperhatikan sekeliling dan tidak ada orang yang lewat ataupun suara-suara yang dekat dengan ruangan itu. Min Ho mendekatkan wajah nya ke telinga Aria.


"Hhmmpp...bangun." Dengan sekali tarikan napas, Min Ho mengeraskan suara agar Aria bisa bangun.

__ADS_1


Dan benar saja Aria langsung terbangun, tapi..


"AAA..."


Plak...


"Eh."


Suasana mendadak mencekam.


Karena baru sadar, Aria melihat tangan nya yang memerah dan...pipi Min Ho juga ikut memerah.


Walaupun cuaca sedang sejuk, tapi Aria berkeringat hebat.


Mati aku.


Reflek Min Ho menangkup pipi nya yang terasa perih.


"Mi..Min eh maksud saya ketua osis, saya...saya tidak sengaja."


Min Ho pun berdiri dan di ikuti oleh Aria.


"Kau...."


"Ohh ketua anda disini, kami memerlukan anda." Apa yang ingin dikatakan Min Ho terpotong oleh kedatangan Su Mi.


Mata nya masih mendelik pada Aria membuat Su Mi heran.

__ADS_1


"Ada apa." Tanya Su Mi.


"Bukan apa-apa, ayo pergi." Min Ho berjalan keluar dari ruangan, disusul Su Mi.


"Aria, nanti aku hubungi." Ucap Su Mi pada Aria yang wajah nya penuh kecemasan itu.


"Iya iya." Aria pun pasrah, entah bagaimana cara dia minta maaf pada Min Ho.


Saat Min Ho serta Su Mi tak lagi di ruangan, Aria langsung terduduk pasrah.


Dia menangkupkan kedua tangan menutupi wajah nya.


"Aaaaaaaaaa..." Dengan suara yang tertahan di telapak tangan Aria histeris. Beberapa kali dia melihat telapak tangan yang telah memerahkan pipi putih Min Ho.


"Haaaa..kau bodoh, kenapa karena kaget saja kau sampai menampar nya. Kenapa kau lebih agresif dari ku." Mungkin jika ada orang yang melihat nya sekarang maka Aria akan di anggap gila karena berbicara dengan tangan nya sendiri.


Aria bahkan menampar tangan nya sendiri.


"Tidak ini tidak sepenuhnya salah mu sayang, ini bentuk perlindungan diri. Iya betul perlindungan di~~ri."


Air mata nya bahkan tidak keluar satu tetes pun, tapi histeris nya Aria sangat luar biasa.


"Bagaimana cara aku minta maaf. Apa dia mau memaafkan aku begitu saja. Jika di hitung sudah berapa banyak kesalahan ku pada nya."


Aria merapikan tampilan nya dan seperti nya dia sudah puas berhisteris ria.


"Aria kau harus optimis, pikirkan yang positif. Kau harua minta maaf bagaimana pun cara nya dan kau juga harus meluruskan kesalahpahaman saat pertemuan pertama waktu itu. Hmm semangat Aria."

__ADS_1


Aria pun keluar dari ruangan menuju kantin.


Bersambung!!!


__ADS_2