Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
162


__ADS_3

{ Keesokan hari nya }


"Huuuu... aaaah... haaa."


"Hei, kau tahu kenapa dia terus mendesah seperti itu." Bisik Bunny pada Hou Gae yang duduk di sebelah nya.


Dan memang sedari tadi mereka hanya meliaht Aria mendesah tidak jelas dan setiap kali dia melakukan nya maka dia juga akan meremas rambut nya dengan kepala yang menempel di meja.


Karena kebingungan, Bunny pun bertanya pada Aria.


"Kau tidak apa-apa, Aria. Apa kau punya masalah, jika ada ceritakan lah." Ucap Bunny.


Aria berhenti sebentar dengan keluh nya dan melihat Bunny dalam diam.


"...aaaaaakkhh." Aria membuang muka dan berteriak membuat Bunny dan Gae bersaudara terkejut.


"Heii kau kenapa, bodoh." Hou Gae dengan suara keras nya berusaha menyadarkan Aria agar bertingkah normal.


"Kenapa aku jadi berpikir dia yang biasa lebih baik daripada gila seperti ini, sangat menyebalkan." Keluh Hou Gae.


Aria akhirnya berhenti histeris setelah beberapa saat dan melihat ketiga teman nya itu dengan wajah seperti bayi yang menahan tangis.

__ADS_1


"Apa kalian mau mendengar cerita ku." Tanya Aria dan mendapat anggukan dari teman-temannya.


"Jadi seperti ini.... "


.


.


.


"Kau serius Aria... kau tidak bercanda kan." Tanya Bunny setelah mendengar ringkasan cerita Aria. Dan yang membuat nya terkejut sekarang adalah bahwa Aria dan Tuan Chan Ho saling kenal walaupun kenal dekat nya belum lama, tapi hubungan mereka bukan sebatas kenal melainkan Tuan Chan Ho sendiri sudah menganggap kalau Aria adalah anak nya sendiri.


"Hmm cukup rumit karena kau berhubungan dengan mereka." Ucap Mou Gae.


"Itu masalah nya, kalian tahu beliau juga akan mengadakan pesta penyambutan untuk ku, apa menurut kalian itu tidak berlebihan." Ucap Aria.


"Menurut ku itu biasa saja, karena keluarga konglomerat selalu seperti itu, apalagi kasus nya itu kau, kau orang yang mereka cari selama ini tentu saja mereka tidak akan menyederhanakan kedatangan mu ke keluarga mereka." Jelas Hou Gae.


"Ya aku tahu, tapi kemarin aku bertemu dengan salah satu anak nya dan dia menceritakan kalau ayah nya itu mau memasukkan lagi orang luar dan kebiasaan ayah nya ini sangat dia benci, dan aku tidak ingin di benci oleh anak nya Tuan Chan Ho, mereka teman ku."


Jelas Aria dengan wajah murung, Bunny dan Gae bersaudara terdiam tidak tahu apa yang ingin mereka katakan sebagai solusi masalah teman nya itu.

__ADS_1


"Baiklah, aku paham. Kau tidak ingin di benci oleh anak nya Tuan Chan Ho maka nya kau ingin menolak adanya pesta, tapi apa kau menyadari bagaimana perasaan Tuan Chan Ho, beliau mencari mu selama 13 tahun tanpa henti, yaa aku bukannya membela Tuan Chan Ho tapi kasih sayang beliau terhadap mu itu besar bahkan beliau juga mengabaikan anak nya sendiri.


Jelas Hou Gae panjang lebar, Aria hanya diam mendengar sambil terus memikirkan solusi nya.


"Begini saja, kau mintalah izin pada Tuan Chan Ho agar bisa membawa teman dan kami akan datang, jika memang kedua anak nya itu langsung tidak menyukai mu, maka akan kami jelaskan dan membantu mu untuk berbicara pada mereka, bagaimana." Tawar Hou Gae dan untuk kali ini barulah Aria melihat sosok Hou Gae yang biasanya hanya membual dan sombong, kini menjadi serius.


Dan sepertinya Bunny dan Mou Gae pun setuju dengan usulan itu karena mereka ikut meyakinkan Aria.


"Sungguh, kalian akan membantu ku." Tanya Aria.


"Tentu saja, karena kita adalah teman."


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2