Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
15


__ADS_3

{ Keesokan hari nya }


Mungkin sudah mau memasuki musim dingin hawa sejuk terus menyeruak melalui ventilasi di apartemen Aria.


Sudah pukul 7:00, tapi Aria masih belum beranjak dari kasur nya. Dia terus menggigil dibalik selimut.


"Aaa aku benci musim dingin. Kenapa aku harus punya alergi seperti ini."


Dengan suara gemetaran Aria melihat jam weker nya yang sudah menunjukkan pukul 7:05.


"Aku harus sekolah."


Dengan langkah berat Aria turun dari kasur dan merapikan tempat tidur nya.


Aria masuk ke kamar mandi dan untung nya dia mandi dengan air hangat jadi kulit nya yang kemerahan bisa mereda untuk sementara.


Setelah selesai Aria berkemas dengan segala cara dia menutupi kulit memerah nya.


Aria tidak bisa untuk membuat sarapan karena waktu nya sudah semakin mendekati jam masuk sekolah.


Aria memasukkan obat nya ke dalam tas dan langsung berangkat sekolah.


Karena jalan yang lengang Aria melajukan sepedanya, untung saja jarak sekolah dan apartemen nya tidak terlalu jauh mungkin sekitar 15 menit dengan sepeda.


10 menit berlalu Aria melihat sekolah nya dari jarak yang jauh.


"Huhhh sedikit lagi." Dengan napas yang tersengal Aria terus melaju.


Sekarang megahnya sekolah itu Aria melihatnya dengan jelas dan tak lama dia sampai bel masuk pun berbunyi.

__ADS_1


Aku selamat.


Aria memakirkan sepeda nya di parkiran khusus sepeda dan mengunci nya.


Aria bergegas masuk menuju kelas nya.


Kondisi Aria makin buruk dikarenakan dua hal, yaitu tidak sarapan dan belum meminum obat alergi nya.


Pandangan nya mulai kabur dan napas nya juga tidak teratur.


Aria telah melihat kelas nya dan sedikit lagi sampai, tapi sayang nya seseorang menghambat nya.


"Aria." Panggil Lucas.


Menyebalkan.


Ingin sekali Aria berteriak agar Lucas tidak mengganggu nya apalagi saat ini Aria sudah hampir mencapai batas nya.


"Apa." Dengan tenang Aria menanggapi Lucas.


"Aku ingin bicara dengan mu." Dengan wajah yang menyedihkan Lucas ingin Aria mengerti apa yang dia maksud.


Aria mengepal kuat tangan nya karena menahan sakit dan juga sikap Lucas yang gila ini.


"Nanti saja, sekarang waktu nya masuk kelas. Aku pergi dulu."


Aria kembali melangkah melewati Lucas, dan lagi-lagi Lucas menahan nya.


"Tidak, aku mau bicara sekarang. Aria aku mohon maafkan aku, aku menye...."

__ADS_1


"Cukup." Dengan suara keras Aria menghentikkan ocehan tak berguna Lucas. Jujur saat ini dia tidak mau mendengar hal yang menyangkut masa lalu menyeramkan itu dan dia sama sekali tidak ingin berususan dengan Lucas lagi.


"Aku mohon cukup, Lucas. Aku...tidak mau mendengar nya." Kesadaran Aria sudah mulai memudar jika masih berlama-lama lagi dengan Lucas mungkin dia bisa pingsan.


Lucas yang menyadari Aria terlihat aneh baru menanyakan keadaan nya.


"Aria, kau baik-baik saja." Tanya Lucas cemas.


Aria tidak menjawab dia hanya mengibaskan tangan nya mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja.


Aria kembali melangkah menuju kelas nya dan kali ini Lucas tak lagi menahan nya dia hanya melihat Aria dari belakang.


"Apa dia demam." Gumam Lucas saat melihat Aria yang mengenakan sweater tebal dan kaos kaki panjang yang menutupi seluruh kaki nya.


Lamunan Lucas terhenti saat dia dikagetkan dengan Aria yang pingsan didepan pintu kelas nya.


Murid dikelas Aria terkejut karena Aria hampir memasuki kelas nya, Su Mi yang melihat Aria tergeletak langsung berlari menghampiri Aria.


"Aria...Aria bangun." Su Mi terus memanggil Aria dan menepuk pipi Aria berkali-kali.


Lucas langsung berlari menghampiri Aria dan menggendong nya ke uks.


"Kau...ikut aku." Dengan penuh cemas Lucas memapah Aria yang ditemani oleh Su Mi ke uks.


"Pantas saja dia terlihat gelisah tadi. Kau bodoh Lucas daripada pernyataan maaf mu kenapa kau tidak menyadari kalau dia sedang demam." Lucas terus merutuki diri sendiri sementara Su Mi keheranan karena Lucas terlihat sangat cemas.


Apa hubungan nya dengan Aria.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2